
Hari yg di tunggu tiba, semua persiapan sudah sempurna, semua orang yg di undng oleh Marcel sudah datang dan menunggu kedatangan putri nya Sherina,..
Tibalah seorang gadis kecil menggunakan gaun pesta senada dengan tema pesta nya dia di gedong oleh Marcell, riuh tepuk tangan menggwema seluruh ruangan itu,.. kue ulang taahun sudah tertata rapi di atas meja, juga mainan -mainak yg terpajang di atas meja itu, tak lupa juga balon-balon yg tertapajang rapi di dinding,..
"selamat ulang tahun sayang.." ucap marcel mencium pipi gwembil nya, Sherina hanya terdiam.. mata nya seperti mencari sesuatu, Marcel bingung melihat tingkah putri nya, dia terlihat tidak senang pada pesta ulang tahun nya,..
"Sher, kau mencari siapa? ayo tiup lilin nya," ucap marcel,
"aku ga mau, di sini ga ada ibu,..! teman-teman ku jika merayakan ulang tahun, pasti ada ibu nya,? aku tidak ada? aku iingin ibu ku..!" ucap nya polos,..
Marcel terdiam.. dia sedih mendengar ucapan Sherina,.. "benar kata teman-teman ku, aku memang tidak punya ibu,..!!" ucap nya lagi,.. Mai ikut merasakan apa yg di rasa kan Sherina, dan marcel tidak bisa menjawab nya,.
Mai menghampiri Sherina, membawa Valen,.. dia berjongkok di depan nya, memberi ya sebuah kado ulang tahun,.. "selamat ulang tahun sayang..!!" ucap nya memeluk Shwerina dan mencium nya, Sherina menatap nya,..
"kau ibu ku..? apa tante ibu ku?" tanya nya, "jika tante ibu ku, ayo rayakan ulang tahun ku,..!!" ucap nya, Mai melirik marcel, Marcel mengangguk,.. dia tidak ingin melihat anak nya sedih,. dia ingin membahagiakan Sherina di hari ulang tahun nya,..
Mai mengerti maksud marcel, Mai terswenyum menatap lembut pada Sherina, "jawab dong..!! apa tante ibu ku..?" tanya nya dengan mata yg berbinar,.. Mai mengangguk.. "ayo sekarang kita tiup lilin nya, lalu potong kue nya..!!" jawab mai..
pesta itu berakhir dengan meriah, Sherina senang dan bahagia
sehingga dia tertidur di pangkuan mai karena kelelahan,.. untung nya valen tidak rewel dia di gendong pengasuh nya,..
"maafkan ibu valen, ibu harus membantu Sherina,. batin nya melihat valen tertidur di pangkuan pengasuh nya,.
"Terima kasih mai, jika tidak karena kau, pessta kali ini akan kacau, saya akan tranfer untuk ini semua, dan para staf yg tadi hadir, saya pastikan mereka tidak akan membicara kan mu.." ucap Marcel,..
Mai tersenyum,.. aku melakukan nya karena ingin, bukan karena uang, aku membayang kan bagaimana jika valen, juga menanyakan ayah nya kelak, aku juga pastti tidak akan bisa menjawab nya, Cel, cobalah lebih dekat lagi dengan Sherina dia sangat kesepian,.. mata nya mengatakan itu,.. beri dia perhatian lebih,..!! maaf jika aku lancang,.." ucap mai,
Marcel tersenyum,.. "ga apa-apa mai, aku mengerti, kau seorang ibu, kau pasti paham apa yg di rasaan putri ku, aku akan mendengar kan pendapat mu,..!!" ucap nya,. mai tersenyum.. "kalau begitu aku pulang dulu, valen sudah menunggu ku di mobil.." pamit mai, marcel mengangguk,..
"sekali lagi terima kasih mai,.." ucap nya, mai mengangguk,.. lalu berlalu, marcel pun meninggalkan tempat itu,..
**bersambung**