NADHIRA

NADHIRA
Bab 146: Mencintai atau dicintai.. (season 3)



Nadhira berjalan di perjalan panjang, di ujung jalan itu terlihat Angel dan satu gadis yang tidak di kenal nya, dia menghampiri mereka, "Raa..." ucap Angel yg memeluk nya , "Kau mau ikut dengan ku? lepas kan semua beban mu.." ucap Angel.. Dhira tersenyum lalu mengangguk.. mereka bergandengan tangan melintasi jalanan yg di tutupi cahaya..


"Kamu mau mengikuti nya,? kamu tidak mengasihani anak mu? lalu bagaimana dengan mereka dan Abang ku?" Teriak gadis itu... "Kau akan meninggalkan mereka?" tanya nya..


Dhira menatap nya, "Aku ingin mengikuti kakak ku!!" jawab nya..


"Lalu Ray... dan Rey..? kau akan meninggalkan mereka? kau tega meninggalkan anak sekecil itu, mereka membutuhkan mu?" mereka tidak bisa hidup tanpa ibu nya!!" ucap gadis itu..


"Leo akan menjaga mereka!!" jawab Dhira..


"Abang ku akan sangat kehilangan mu!! dia bisa menjadi gila bila kau pergi begitu saja,!! dia tidak akan bisa mengurus anak-anak dengan benar!!!" ucap gadis itu..


Dhira menatap nya, "Tapi Leo sudah meninggalkan ku lebih dulu, dia sudah menghianati ku.. dia tidak akan segila itu bila kehilangan ku, wanita itu ada di sisi nya!! dia mencintai nya!!" jawab Dhira..


"Abang ku tidak pernah mencintai wanita itu, dia hanya ingin balas dendam.. dan kini abang ku sudah menerima hukuman nya, dia sangat mencintai mu!! dia membutuhkan mu, kau ibu dari anak-anak nya!!" ucap nya..


"Dia mencintai mu dan kau masih mencintai nya, kalian saling mencintai, bertahan lah sebentar lagi, aku akan membalas kan semua perbuatan wanita itu untuk mu dan melindungi Abang ku!!" jelas nya..


"Jika aku tidak bisa membalas nya, silahkan tinggalkan dunia ini.." ucapnya lagi.. Dhira terlihat bingung, "Kembali lah.. anak-anak membutuhkan mu!!" ucap Angel.. Dhira melepaskan genggaman tangan Angel dan mengikuti gadis yg tidak dia kenal itu..


......................


Alat pacu jantung sudah berapa kali di pasangkan kan di tubuh Dhira, kini Sandy berupaya untuk memompa jantung nya, suasana di ruang operasi menjadi sangat panik.. Sandy terus berusaha untuk menyelamatkan nya..


TIIIIIITTT...... suara alat itu berhenti.. Sandy melepaskan tangan nya, dia tertunduk lemas, Tidak terasa air mata nya menetes "Tidak mungkin Ra..." batin nya.. jantung nya tidak lagi berdetak, Sandy berdiri untuk mencoba lagi usaha nya, Tiiit.. tiit.. tiiit... mesin pacu jantung itu kembali berbunyi..


"Dok detakan nya kembali tapi masih sangat lemah.."Ucap suster yg membantu sandy, "Koma.. dia koma." ucap sandy..


"untuk kedua kali nya Ra.." batin nya,


"Dok ada darah yg keluar dari hidung dan telinga..!!" ucap Dokter lain, Sandy segera bangkit untuk mengecek semua nya, "Lakukan ct acan!! periksa apa yg terjadi..." ucap nya.. semua orang yg ada di sana langsung membawa Dhira keluar meja operasi untuk melakukan Ct scan..


Sandy dan beberapa orang lain nya berlari ke luar, terlihat leo yg masih menunggu di luar, "San.. Dhira!!" menghentikan ucapan nya, Sandy menepuk bahu leo tidak memberitahukan keadaan Dhira..


Leo berjalan gontai, dia tidak tau harus bicara apa pada anak-anak nya, fikiran nya sangat kacau.. "Ayah... Rey tidak bisa menghubungi bunda...! sudah malam kenapa bunda belum menjemput kami!!" Tanya Rey yg tiba-tiba saja sudah ada di hadapan leo...


Leo memeluk putra nya, "Nanti pasti bunda datang, tunggu saja, jika bunda tidak sempat, kalian menginap di rumah ayah yah..!!" ucap leo menenanang kan.. dia tidak bisa memberitahu Rey yg terjadi..


"Di mana Rayna!!" tanya nya, "Dia ke toilet bersama tante Tasya.." jawab nya... Leo terdiam.. dia menggendong Rey.. dan membawa nya kembali ke ruangan nya..


Leo menatap tasya, lalu mengangguk.. "Ray... Rey... bunda kalian sedang sakit, ayah dan om sandy juga dokter yang lain lagi berusaha untuk membuat bunda kalian sembuh! kalian untuk sementara tinggal bersama Ayah dulu, ayah janji , ayah akan mengobati bunda, sampai sembuh.." jelas nya,


Ray terus menangis,, tapi rey tidak berkata apa-apa.. dia melepaskan pelukan Leo.. dan berlari meninggalkan leo..


"Rey... Rey ..!!" kejar tasya.. dan meraih tangan nya..


"Rey...!!" ucap nya sambil memeluk.. "Bunda... bunda tidak akan meninggal kan tante? seharus nya tadi kami ke rumah tante saja, tidak usah menemui ayah, jika kami menuruti bunda, bunda tidak akan Sakit..." ucap nya sambil menangis..


Tasya ikut menangis.. "Tidak sayang ini bukan salah kalian .. bunda kalian pasti akan sembuh, jangan menyalahkan diri kalian sendiri.." ucap tasya sambil memeluk.. Rey terus menangis..


......................


"Dok Tumor di kepala ibu Dhira pecah, dan terjadi gumpalan,"ucap dokter lain, Huuufft... "Pasti akibat benturan kecelakaan tadi.." batin Sandy berusaha untuk tenang..


"kita harus membersih kan darah akibat pecah tumor itu dan mengangkat sisa nya" ucap sandy... Dokter lain menatap sandy, "Tidak bisa untuk saat ini, dia koma san.. keadaan nya lemah, dia tidak bisa melakukan dua operasi sekaligus" ucap Farhan..


Sandy terdiam di fikiran nya saat ini dia harus menyelamatkan Dhira... "Kita bisa mengoperasi nya jika keadaan nya membaik.. untuk pasien koma, kami tidak bisa ambil resiko, ini sangat membahayakan nyawa nya" ucap yg lain..


Sandy tidak bisa berfikir.. " bawa dia ke ruang isolasi, jangan ada yg mendekati nya, kecuali para dokter" ucap farhan ketika melihat Sandy sudah tidak bisa di ajak bicara, para perawat yg lain menuruti perkataan Farhan..


"Kita harus menunggu keadaan nya membaik, dan stabil dulu san, tenangkan emosi mu, sekarang bukan siapa pun dia pasien kita, kita dokter harus menyelamatkan nya..." ucap farhan pada sandy, "Istirahlah dulu.. beritahu leo.semua nya dia menunggu jawaban" ucap farhan.. sandy terdiam...


Sementara si kembar, di bawa pulang oleh tasya mereka berdua tidak berhenti menangis hingga kelelahan tertidur di pangkuan Tasya, "Kak.. tolong jaga anak-anak ku, aku akan di sini menunggu Nadhira" ucap Leo.. Tasya mengangguk..


Leo berjalan menyusuri lorong, dia teringat semua kesalahan yg dia lakukan pada Dhira, terdiam lalu menangis sejadi nya...


"Maafkan aku Ra... tolong jangan tinggalkan aku dan anak-anak kita" ucap nya sendiri..


Sandy menghampiri nya "Dia koma...!! dan tumor di kepala nya pecah akibat benturan,, Dhira tidak bisa melaku kan dua operasi bersamaan" jelas sandy...


membuat Leo semakin memburuk, "kuatlah bila terjadi sesuatu pada Dhira, kau harus kuat demi anak-anak" ucap Sandy...


"Cari tau tentang kecelakaan Dhira!! tidak mungkin dia bisa kecelakaan, aku curiga ada yg sengaja, mencelakai nya" ucap Sandy.. Leo terdiam...


** bersambung**