
Ryan membuka mata nya.. "Di mana aku?" batin nya, Selang infus terpasang di tangan nya, Tubuh nya terasa sangat Lemas, dia tidak bisa bergerak... kepala nya masih terasa sakit,
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Rizal.. "Lebih baik kak... tapi siapa yg membawa ku ke sini, di mana Dhira?" tanya nya..
"Aku tidak tau, aku di hubungin. rumah sakit, dan di minta datang ke sini, tapi aku tidak menemukan Dhira!!" jawab Rizal..
Ryan terdiam.. "Kaka sudah mencoba menghubungi nya,?" tanya nya, Rizal mengangguk.. "Aku sudah menelepon nya berkali-kali tapi hp nya tidak aktif.." jawab Rizal.
"Dia masih marah padaku!"Jawab nya..
"Kenapa, kalian bertengkar?" tanya nya.. Rizal tidak mengetahui yg terjadi.. Ryan hanya terdiam tidak menjawab..
"Mungkin nanti dia akan datang, kau tunggu saja" ucap Rizal..
"Ada apa ceritakan pada ku, tidak mungkin Dhira meninggalkan mu!!" tanya Rizal,
Ryan bingung harus menceritakan nya dari mana, "Aku khilaf, aku hampir saja menghianati nya, dan tergoda oleh wanita lain.. dia melihat ku berciuman dengan wanita itu, aku hampir gila, karena memikirkan perasaan nya yg tidak pernah bisa menerima aku, sejak kehadiran Leo, Dhira berubah, itu yg kurasa kan, dan aku mencari pelarian.. tapi tidak ku sangka, akan menjadi seperti ini jadi nya.." jelas nya..
"kau tidak usah mempertanyakan lagi, perasaan nya pada mu, sekalipun leo kembali, dia tidak akan bisa kembali pada Nya, Dhira telah percaya pada mu!! dia mulai membuka hati nya untuk mu .. tapi kau menghancurkan nya sepihak, pemikiran mu salah, lihat sekarang dia terluka lagi.. dan mungkin dia sudah tidak memperdulikan mu" ucap Rizal.. Ryan terdiam...
"Aku ingin pulang kak, bisakah aku pulang!! aku ingin bicara pada nya?" ucap Ryan.. "tidak bisa Ry..kau terlalu lemah, tunggu saja sampai keadaan mu membaik, Dhira, nanti aku coba bicara pada nya, dokter bilang kau harus di rawat setidak nya satu saja malam di sini" jawab nya..
Dhira pergi tanpa tau tujuan nya, tidak membawa pakaian atau barang-barang lain nya, Dia hanya ingin ketenangan, agar fikiran nya bisa kembali normal, agar dia tidak melakukan hal yg gila seperti semalam..
"Aku harus kemana?" batin nya.. Dhira mengikuti langkah kaki nya membawa nya pergi.. tiba-tiba dia teringat Mai, dia tau jika Mai tidak lagi bersama Dika, "mungkin, Aku akan menyusul Mai, semoga dia ada di. apart nya di Bandung, Lagi pula, Mas Ryan dan semua orang tidak ada yg tau Apartemen Mainaka, mereka tidak mungkin berfikir aku ke sana" batin nya..
Dhira pergi menaiki bus, untuk menemui Mai, berharap mai ada di sana, dia ingin tinggal untuk beberapa waktu di sana agar hati dan fikiran nya bisa lebih tenang, dan bisa mengambil keputusan untuk diri nya..
Rizal berulang kali mengetuk pintu Rumah Ryan, tapi tidak ada yg membuka nya.. "Dia tidak ada di sini" batin nya..
"Apa yg harus aku katakan pada Ryan nanti, jika Dhira tidak ada di rumah.." batin nya..
**Bersambung**