
Dika masih sangat tidak percaya dengan semua nya, "Benar Mai kau hamil ..!! kata mu aku!!" Dika tidak melanjutkan lagi kata-kata nya, "Mas tidak usah berfikir yg aneh-aneh, Anak itu Rezki... berarti Tuhan sudah memberi kita Rezki.. dan mempercayai kita untuk jadi orang tua..! aku tidak pernah menganggap mu Mandul atau apa lah, aku hanya berpikir, jika Tuhan memang belum mempercayai kita dan meniupkan bayi mungil di Rahim ku!!" jawab Mai..
"Aku bahagia karena sekarang kita telah menjadi calon orang tua.. berhentilah mencubit diri mu sendiri..!! apa tidak sakit mas? ini bukan mimpi mas, yg saat kau bangun semua itu akan hilang, ini kenyataan.. untuk sembilan bulan yg akan Datang kau dan aku akan menjadi ibu dan ayah..." ucap Mai ..
Dika tersenyum lebar sekali, hati nya bahagia, dia tidak menyangka, di dalam kepahitan yg dia alami, Dika menikmati manis yg baru di rasakan nya..
"Apa kita harus memberitahu momy mas?!" tanya Mai..
Dika berfikir sejenak, "Nanti saja Mai, aku masih belum bisa melupakan perkataan momy pada kita tempo hari .." jawab nya.. Mai hanya mengangguk.. Dika hanya takut, jika momy bicara aneh lagi tentang Mai, dia tahu apa yg ada di fikiran Grace,
"Aku akan menjaga kau dan calon anak kita dengan Baik aku tidak akan membiarkan orang lain menyakiti kalian, terima kasih mai, kau sudah membuat hidup ku sempurna, ketika aku kehilangan harap, kau berikan yg terindah..." ucap Dika mencium kening Mai, "Kau harus lebih berhati-hati ya jangan terlalu lelah Ya mai..!!" ucap Dika, "baiklah Ayah...!!" jawab Mai
......................
"Bu Dhira minum lah ini dulu?! ini teh hangat yg aku bikin, semoga bisa meredakan Rasa mual bu Dhira!! kenapa ibu ga istirahat saja di rumah ..!!" ucap Lisa.. dia terus memperhatikan Dhira meminum Teh nya..
"Teh mu enak Sa..,!! terima kasih ya!! mual ku berkurang" ucap nya, dia terus saja meminum teh yg di buatkan Lisa, tanpa menaruh curiga apa-apa..
Lisa tersenyum.. "Kalau bu Dhira suka, aku akan membuatkan nya setiap pagi, selama bu Dhira masih bekerja di sini.." jawab nya, Dhira tersenyum... "Tentu enak, itu juga akan membuat janin mu keluar dengan sendiri nya, secara perlahan-lahan .. kau tidak akan menyadarinya, karena ketika anak itu gugur, kau sudah tidak bekerja lagi di sini.." batin nya.. Lisa tersenyum menyeringai..
"Aku akan membalas perlakuan Leo pada ku, dulu saat aku kesakitan dan mencoba mempertahankan anak yg ku kandung sendirian, dia malah pergi meninggalkan ku, hingga aku melahirkan anak yg ternyata sudah meninggal dalam kandungan ku pun dia masih tidak peduli, sekarang aku yg akan membalas istri mu, biar dia merasakan sakit yg aku alami kehilangan anak yg aku kandung dan ku jaga selama ini.." batin nya.. sambil menatap Dhira yg menghabiskan Teh nya.
"Kau juga akan merasakan nya Dhira, hidup ini untuk di balas, dan membalas, kau telah menyakiti aku, dan kini aku akan menbalas mu dengan cara yg lebih kejam.. kau tidak akan pernah melupakan nya di hidup dan mati mu... rasa sakit yg kau akan alami..." batin nya..
"Aku sudah mencampur teh itu dengan obat penggugur kandungan, tiga hari saja, tunggu sampai saat itu tiba" batin nya "itu baru permulaan, aku baru saja mulai.. Dan aku tidak akan mengakhiri nya sebelum kau mati Dhira" ucap nya..
**Bersambung**