
"Mai.. kau tidak bisa seperti ini, kau mau kemana?" tanya Dika.. "Mas, sekarang apa yg harus aku lakukan di sini? Aku mendengar semua ucapan Momy tempo hari ..!! iya aku ini kotor, aku hina mas kenapa kau mau menikahi wanita hina seperti ku?! aku tidak pantas untuk mu!!" ucap nya sambil menangis...
"Mas, aku bertahan di sini karena aku mencintai mu..tapi momy membenci aku!! aku sudah berusaha untuk menerima keadaan ini. tapi pandangan momy pada ku, dia tidak suka pada ku!! aku harus bagaimana? aku kecewa" ucap mai
Dika tidak bisa apa pun.. "Mai mencintai mu itu pilihan ku, seharus nya aku malu padamu, aku yg tidak normal, aku yg bersalah bukan kau , jangan pergi ku mohon" ucap dika..
"tapi momy.. aku tahu dia membenci ku, sorot mata nya itu seakan dia menyuruhku untuk pergi, jika aku tidak bisa membahagiakan mu .!! aku yg akan mundur.." ucap nya
"Aku yg pergi ." ucap nya lagi menahan tangis .
"Aku mohon Mai jangan tinggalkan aku!! aku akan bicara pada Momy , aku tidak bisa hidup tanpa kau. aku mencintai mu!!" ucap nya, Mai tidak bergeming... dia tetap pada pendirian nya pergi dari rumah itu..
Mai menyeret koper nya keluar, terlihat Grace yg dengan santai meminum Teh nya, Dia hanya menatap sinis pada Mai tidak bicara apa-apa .. sementara Dika mengejar Mainaka..
"Tunggu mai, jangan pergi..!!" cegah nya..
"Hmm .. biarkan dia pergi Dika. dia sudah tau di mana tempat nya, segera urus surat cerai kalian, momy tidak butuh menantu yg tidak bisa memberikan momy cucu.
dan malah menyalahkan anak ku yg tidak subur!!" ucap nya..
Mai menangis, "Baiklah.. aku akan pergi.. aku tidak akan kembali dan muncul lagi di depan anak momy.." ucap nya "Aku menunggu surat cerai mu Dik..!!" ucap nya menatap penuh amarah pada Dika..
!!" batin nya, dia memandang sendu pada Rumah yg selama ini dia tinggali bersama Dika, "Kau bahkan tidak membela ku.. aku kecewa" batin nya. sambil menangis..
"Sudahlah cari saja wanita lain.. cepat ceraikan dia, momy yakin dia itu yg mandul bukan kau, momy akan mencari wanita yg baik dan sepadan dengan keluarga kita" ucap Grace,
"Kau lagi-lagi membuatku muak Mom.. dulu kau pandang rendah Fariza, sekarang Mai..? apa aku harus meninggalkan mu lagi? kau selalu memandang wanita selalu dari sudut pandang mu, bagiku Mainaka wanita yg baik.. aku mencintai nta, Apakah mom mengerti perasaan ku? Mom terlalu mencampuri rumah tangga ku, aku tidak akan menceraikan Mai, aku mencintai nya, Mom tidak bisa terus mengatur anak-anak mu..!! Kami punya kehidupan sendiri.." ucap Dika..
Dia berlari mengejar Mai, yg masih belum jauh dari sana..
Dika memeluk Mai, "Maafkan aku.. ku mohon jangan pergi .. jika kau pergi aku ikut dengan mu.." ucap nya.. Mai menangis di pelukan Dika.. "Ayo kita pergi dari sini, kita bisa kembali ke apart kita, tenang saja apart itu milik ku, kita tidak akan menggunakan harta dari keluarga MAHESA lagi.." ucap nya
"Aku tidak peduli jika aku tidak punya anak, yg penting aku bersama mu.. aku tidak akan menceraikan mu.. kita akan terus bersama" ucap nya lalu mencium kening mainaka ..
Mainaka membenam kan kepala nya di dada bidang Dika, menarik nafas panjang, untuk menenangkan emosinya...
"Aku akan menjaga mu dan melindungi mu dari Momy.. tidak akan ada yg bisa memisahkan kita sekali pun itu momy " batin nya.
**Bersambung**