
Leo membawa Dhira pulang ke rumah nya, keadaan nya tidak baik-baik saja, dia menatap Dhira yg masih belum sadarkan diri di sebelah nya, "seharus nya kau kembali pada ku saja, dulu saat aku tau kita bercerai lagi, seharus nya aku masih bisa membatal nya ke pengadilan, tapi karena aku ingin melihay mu bahagia di samping orang yg aku percayai, membuatku mengurung kan niat ku, aku percayakan diri mu pada Ryan, berharap kau bahagia dengan nya, aku pergi karena memang aku berfikir jika aku tidak bisa membahagiakan mu, walau pun aku tau perasaan kita masih tetap sama, kau cinta pertama untuk ku, dan menjadi cinta terakhir yg aku miliki, aku tidak akan mengira jika Ryan akan melakukan ini pada mu, jika aku tahu, ku tidak akan melepaskan mu waktu itu, tapi mungkin Tuhan menakdirkan kita untuk bisa kembali bersama, dengan ada nya kejadian ini, tapi apakah hati mu masih tetap sama seperti dulu,," batin nya
Leo menggendong Dhira membawa nya ke kamar nya, "rey bawakan air hangat, untuk membersihkan badan nya, hubungi mawar, agar dia bisa membantu untuk membersihkan nya" ucap Leo, Rey mengangguk, dan segera menghubungi Mawar,
Leo menatap sedih pada Dhira,..
"Ayah akan menginfus nya, sepert nya bunda mu sudah berhari-hari tidak makan," ucap nya "memang nya ayah mempunyai peralatan nya,?" ucap Reyka,
"kau lupa, jika aku ini dulu juga seorang dokter, lisensi kedokteran ayah pun masih berlaku.. ayah selalu menyiapkan nya, entah itu obat-obatan botol infus dan semua nya, jika terjadi hl seperti ini kita tinggal menggunakan nya" jawab nya,
Tidak llama kemudian Mawar datang "ada apa..? kenapa kau memnta ku datang, dan terdengar sangat panik.?" tanya nya,"
"Tolong bunda ku, dia pngsan dan baju ya basah, bantu kami membersihan nya!!!"ucap Reyka..
"Tante Dhira kenapa?, dimana d ia sekarang?" tanya nya, "aku akan mengurus nya, tolong siapkan baju ganti dan air hangat Rey, jika tidak di ganti tante dhira akan kedingan" ucap nya, Rey mengangguk, dan menyiapkan semua yg di minta oleh mawar,
Mawar mengurus Dhira membersihkan badan nya dan mengganti pakaian nya dengan yg baru, sementara Leo mulai mengobati nya, dia sudah mula di infus, "tante, sadarlah, tante kenapa?" ucap mawar terlihat sedih,
"Ada apa Rey, apa yg terjadi pada nya,? kemana papih mu, kenapa tante Dhira bisa jadi begini,?" tanya Mawar, Rey menggeleng, "aku tidak tau yg terjadi, aku datang ke rumah nya karena merindukan nya, tapi bunda tidak ada di sana, om Ryan mengatakan mereka berpisah, dan aku tidak tau apa penyebab nya, sehingga ayah menemukan nya pingsan di samping makam Rayna.." jelas nya,
"mudah-mudahan Tante Dhira tidak apa-apa dan segera sadar" ucap mawar mencoba menenangkan Reyka, dan memeluk nya
Leo menunggu nya bangun, dia duduk di sebelah nya, "nad, dulu kita bahagia dikamar ini, di rumah ini kit menyambut kelahiran Rey dan Ray, rumah ini menjadi saksi kita pernah bahagia, aku mencintai mu, dari pertama kali aku melihat mu, saat aku pertama bertemu dengan mu, saat kau menjadi Roh, hingga kini, cinta ku tidak pernah pudar, aku mencintai mu, waktu yg membawa kita kembali lagi dan lagi, walau pun waktu juga yg memisahkan kita, tapi dengan waktu kita bisa bersama kembali, ini hanya soal waktu, waktu juga yg akan menyatukan kita...." batin nya. Leo memeluk Dhira menangis bersama nya, "aku mencintai mu, hingga akhir waktu ku..." bisik nya.
"Tuhan tolong yakin kan cinta kami, karena hanya dia yg pertama mebuat aku jatuh cinta, dia juga yg pertama menyembuhkan luka ku aku ingin berama nya selama nya, tolong jangan pisahkan kami lagi..." batin nya mencium kening Dhira,
Dhira membuka mata nya, saat mentari masuk ke sudut jendela itu, dia melihat kesekeliling nya, "aku di mana?" batin nya, dia melihat ke samping nya, "Mas leo..!!" batin nya, leo tidur di sebelah nya, memeluk nya erat.. "kenapa aku di sini,? aku tidak mau di sini" batin nya, berusaha untuk bangun tapi tubuh nya terlalu lemah, ia tidak bisa bergerak, "kepala ku sakit sekali" ucap nya mata nya berkunang-kunang..
"nad, aku sudah tau semua nya, tinggalah di sini, kau mau kemana? kau mau seperti kemarin, Reyka mencari mu,, dia menghawatirkan mu, aku juga sama , kami sangat menghawtirkan diri mu untuk kali ini jangan keras kepala," ucap leo menahan Dhira, dia hanya terdiam.
"jangan banyak bergerak duu nad, kau masih lemah, tidurlah, untuk sementara kau tidak akan bisa bangun nad, jadi jau akan di sini dan di rawat oleh mawar," ucap Leo. Dhira menatap nya, "memang nya aku kenapa? aku baik-baik saja" ucap nya,
"kau semalam mengalami hipotermia nad, kau menggigil keadaan mu lema, kau juga kekurangan asupan cairan, kau tidak memakan apa pun nad beberapa hari ini, jadi aku terpaksa menginfus mu!!!" jawab Leo.
"memang nya aku pingsan berapa lama?" tanya Dhira, "kau pingsan sudah tiga hari Nad, kau membuat kami khawatir, diam di sini, aku akan merawat mu,, dan berhenti keras kepala...!!!" ucap leo.
"aku akan membatkan makanan dulu untuk mu, tunggu aku, ingat jangan kabur..!!" ucap nya, Dhira memutar mata malas, "kabur..? bergerak pun aku tidak bisa,!!!" jawab nya pelan.. "dia masih sangat menyebalkan...!!" ucap nya.
Leo sibuk menyiapkan makanan, dia bingung apa yg harus Dhira makan, "bang, kau sedang apa?" tanya mawar..
"ak mau memasak, tapi aku bingung, apakah Dhira akan suka?" tanya nya,
Mawar terrkekeh, "Sudah biar aku yg memasak, kita harus membuat nya hangat, abang temani saja tante Dhira, aku yg akan menyiapkan nya" ucap Mawar.. Leo mengangguk..
"baiklah,tolong bantu aku kali ini saja,!!" ucap nya, mawar tersenyum, lalu mengangguk..
"bunda, bunda seharus nya datang ke sini, jika terjadi sesuatu pada mu, bagaimana dengan aku? aku akan memberi pelajaran pada om Ryan, sudah membuat bunda seperti ini,?" ucap Reyka..
Dhira tersenyum, "bunda engga apa-apa rey, biar kan om Ryan jangan menganggu nya, bunda sudah tidak memikirkan nya lagi, mungkin itu yg terbaik untuk bunda dan dia" ucap nya
menerawang
** BERSAMBUNG**