NADHIRA

NADHIRA
bab 344: jangan sentuh anak ku..



Dika berjalan gontai, langka nya terasa berat, apa yg dulu aku lakukan, aku mengikuti ke inginan momy.. sehingga aku kehilangan istri dan anak ku.. andai aku tidak menuruti keingina momy, mungkin, Aku dan Mai msih bersama hingga saat ini, aku tidak kan kehilangan anak ku..!! aku bahkan tidak pernah menggendong nya dulu.. aku tidak pernah memandang nya, aku terlalu sbuk menguusi orang Lain, sekarang aku seorang diri..!! istri dan anak ku, pergi meninggal kan aku.." ucap nya sendir, Dika mulai menyesali semua perbuatan nya..


"Aku menghancurkan hidup adik ku, hidup anak-anak nya, sekarang mereka juga meninggalkan aku, tidak menganggap ku ada, aku berfikir,dunia akan berpihak pada ku, tapi yg ku rasa kan, sekarang hanya kesepian..!! aku tidak butuh harta.. aku hanya ingin hidup ku kembali seperti dulu..!" batin nya,


Dika menatap hampa pada sekumpulan anak-anak yg bermain di hadapan nya, "Ini sekolahan Valen.. kemarin aku meliihat Mai menjemput nya di sini..!! mungkin kah, aku bisa bertemu dengan nya, walau pun anak ku, tidak kenal aku, tapi aku hanya ngin memeluk nya sekali saja.." batin nya, Ia memperhatikan semua anak yg ada di hadapan nya..


terlihat dua anak yg baru saja keluar dari kelas nya, mereka berpegagan tangan.. "Seperti na Bunda telat jemput lagi." ucap Sherin.. Valen mengangguk.. "Kita tunggu di sana saja kak.." ucap nya, Sherin melihat kursi yg di tunjuk oleh Valen, Mereka berdua pergi ke sana..


Dika meliha nya dari seberang jalan di sana, "Itu anak ku..!! aku harus menghampiri nya.. setidak nya sekali saja, aku hanya ingain memeluk nya, mencium bau tubuh nya.." ucap nya sendiri..


Ia segera menyebrang jalan itu, dan menghampiri Valen.. Dika melihat nya dari dekat.. "Valen..!!" panggil nya.. Valen melirik nya, Dika sudah berada di depan nya.. "Om siapa.?" tanyaa nya.. Dika terdiam, dia bingung, harus menjelaskan apa pada anak itu... dia belum mengerti apa yg terjadi.


"Aku, teman Bunda mu..!! Valen kau sehat Nak,.. Boleh om memeluk mu.. om sudah lama tidak bertemu dengan mu, jadi om rindu pada mu.." ucap nya, terbata menahan tangis..


Valen terdiam.. "tapi sebentar saja yah, Vaalen takut Bunda marah ssama Valen.. jika Bunda tahu, Valen bicara dengan orang asing.." jawab nya.. Dika mengangguk..


Dika langsung saja memeluk Valen.. "Papah...!!" ucap Valen tiba-tiba.. Dika terkejut mendengar ucapan Valen, "Apa kata mu tadi..!! papah..!!" ucap nya, Valen terdiam, dia seperti mengingat sesuatu..


Valen membuka topi yg di pakai Dika,.."Papah...!!! Om, apakah kau papah ku..? Valen pernah melihat foto Bund danOm, yg ada di rumah ku dulu..!!!" ucap nya, Dika tidak bis bicara apa-apa lagi.. dia memeluk erat putri nya..


"Maaf kan, papah Valen..!! maafkan paapa meninggalkan mu dan Bunda..!!" ucap nya terbata.. Valen terdiam.dia merasa nyaman berada di pellukan Dika..


Tiba-tiba saja Mai datang, Ia tidak membawa Mobil nya, Ia datang nnaik taks untuk menjemput anak-anak nya, Dia terkejut melihat Valen di peluk oleh seorang Pria.. Mai berlari menghampiri mereka..


Mai mendorong Dika, hingga Dika sedikit terhempas ke tengah jalan.. "LEPASKAN ANAK KU..." ucap nya, Dka terdiam, dia masih sngat ingin memeluk Vaen,. Tapi Valen terlihat Bingung, melihat Bunda nya semarah itu pada Dika..


"Aku hanya ingin memeluk nya, aku ingin mencium nya, aku baru saja mendengar dia memanggil ku papah..!! ku mohon Mai, sekali lagi,.. aku ingin memeluk nya tidak lebih.." ucap Dika..


Mai tidak bergeming, Dika berusaha mendekati lagi Valen, tapi Mai lagi-lagi mendorong nya,.. berusaha untuk menjauhkan mereka.. "Kau tidak pantas meeluk nya, jauhkan tangan kotor mu dari nya, Valen tidak punya papah seperti mu..!! teriak mai..


Dika terdiam.. "Haru bagaimana Mai,, membuat mu percaya.. tolong lah, izin kan aku sebentar saja.. aku tidak akan menganggu dan Valen lagi mai, ku mohon.. ucap nya,..


lagi-lagi Dika berusaha mendekati mereka..


Tubuh nya terpental jauh dri Mainaka... "AAAAAGHHHHH MAS DIKAAAA....." teriak Mai, saat melihat nya terpetal jauh.. Mai berlari menghampiri Dika, Dia membawa Valen di gendongan nya, dan uga Sherin yg menangis histeris..


uhkhuuuk..... Dika mengeluarkn darah.. Semma orang yg melihat itu segera belari menolon Dika, dan Mai yg terlihat sangat Shok dengan kejadian itu.. dia menangis tersedu-sedu..


"Maaf kan aku,.. maaf kan aku..!!'' cap nya, Ia memegangi tangan Dika, Dika hnya menatap nya.. Ia mengulur kan tangan nya, menyentuh pipi Valen yg menangis.. "Ma-maaf kan papah,.. papah menyayangi mu Valen..." ucap nya,


Tiba-tiba, pandngan nya menjadi gelap.. Tangan nya melemah, dan terjatuh, ke tanah.. Dika tidak sadarkan diri nya.."Tidak.. tidak... mas Dika Bangun.. maaf ka aku..!! Tanis Mai pecah.. orang-orang yg ada di sana, membantu menghubungi rumah sakit, Tidak lama Ambulance datang, dan membawa Dika ke rumah sakit..


Mai mash sangat histeri dengan kejadian itu, Ia menghubungi Marcel, untuk membantu nya, Mai takut jika anak-anak akan ketakutan.. ambulance itu, membawa DDiika ke rumah ssaki bina Bangsa


Rey berjalan santai,.. Ia baru saja kembali dari makan siang nya,.. tiba-tiba saja, sebuah Ambulance berhenti di depan nya,.. Ia melihat para perawat mengeluarkan brangkar.. REey melihat Mai yg menangis histeris, dengan dua anak kecil di samping nya,


Rey berlari menghampiri.. "tante Mai,.. ada apa..?' ucap nya.. Rey melihat ke arah Dika.. "Om.. om Dika." ucap ny terkejut.. Rey langsung memeriks nya,.. "Bawa ke ruang operasi cepat.. kita harus segera menolong nya.." ucap nya,..


"Baik Dokter.."jawab para perawat itu.. Rey terlihat menenang kan Mai.. dan juga menghubungi Mawar dan juga Leo, agar ada yg membantu Mainaka, yg terlhat sanfat shok..


"Tante.. tunggulah di sini, sebentar lagi ayah dan istri ku datang untuk menemani tante.!!! aku haru menolongom dika.." ucap nya..


"Reyka...!!! tolong dia..!! tolong selamat kan Dika.. tolong selamat kan papa Valen..!! tolong dia.." ucap nya terbata.. Rey menatap iba pada Mainaka.. "aku akan berusaha tante,.. tante doakan yg terbaik untuk om Dika.." jawab nya,


REyka berlari, menuju ruang operasi.. dia bersiap untuk menolong paman yg sudah lama di cari ayah nya itu.. tidak lama kemudian, Marcel datang, lebih dulu dari Leo.. Da melihat kondisi Mai.. ia berlari, dan langsung memeluk Mai... berusaha untuk menenang kan nya...


sementara Anak-anak, di titipkan ke ruang anak, dan di jaga oleh para perawat yg ada di sana...


nb; YUK BACA JUGA NOVEL TERBARU AUTHOR,, LOVE RAIN... MOHON DUKUNGAN NYA,, DENGAN VOTE, LIKE DN KOMEN,.. TERIMA KASIH...



**bersambung**