
Gracia baru saja membuka ponsel nya, dia belum sama sekali membaca pesan yg Andre kirim kan pada nya,.. Reyka menghampiri nya,.. "kenapa kau tidak menghubungi ku tadi,..? aku mengetahui mu dari orang lain,.. War,.. sekarang apa yg akan kau lakukan.." tanya Rey,..
Gaciaa terdiam,.. "aku tidak tau, rencana ku sudah berhasil, aku sudah menghukum Andre, setidak nya dia akan malu seumur hidup nya,.. paman dan bibi ku juga, tidak akan mengganggu ku lagi,..!! maaf kan aku, aku tadi nya tidak ingin membuat mu terlibat, tapi kau malah mengetahui nya,..!!" ucap Gracia,..
"akan aneh rasa nya bila aku tidak tau apa-apa..!! apa bibi mu tadi melukai mu?" tanya Rey,.. Gracia menggeleng,.. "tidak ada, tidak terjadi apa-apa..!!" jawab nya. Rey mengelus kepala nya,.. "istirahat lah,..!!" ucap nya, Gracia mengangguk,...
tiba-tiba ponsel Rey berdering,.. "Ada apa Bar..?" tanya nya mengangkat telepo itu,.. "bisa bantu aku, kami kekurangan orang, untuk mengevakuasi korban bunuh diri,..? tolong Rey datang kesini..!!" jawab nya,.
"Agh.. baiklah kirimi aku lokasi nya,..?" jawab Rey, langsung memutus telepon nya,.. "ada apa?" tanya Gracia,.. "aku harus pergi,.. teman ku membutuhkan bantuan, aku baru saja bergabung menjadi relawan, dan kata nya adaa korban bunuh diri,.. aku harus kesana..!!" jawab nya,.
Gracia mengangguk.. "pergilah, jangan membuat mereka menunggu..!!" jawab nya,. Rey mengangguk lalu pergi dari sana, dia bergegas.. "sudah selesai sekarang,..!!" batin Gracia lalu tertidur kelelahan,..
...----------------...
ke'esokan pagii nya Reyka mencoba menghubungi Gracia berulang kai, tapi dia tidak menjawab nya.. sesaat kkemudian.. Gracia baru mengangkat nya,..
"Ada apa Rey..? kenapa menghubungi ku pagi sekali,.." ucap mawar dengan suara khas bagun tidur nya,.. Reyka terdiam, dia tidak tau harus meberitahu nya dari mana,..
"ANDREAS MENINGGAL WAR....!!!" ucap Rey tertahan,..
mawar menutup telepon nya,. dia masih tidak percaya dengan ucapan Rey,.. mawar tidak ingin kematian, dia ingin Andre bertanggung jawab, bukan dengan cara bunuh diri seperti ini,.. fikir nya,.
Dia berulang kali menghubungi nomor ponsel nya, tapi nomor itu sudah tidak bisa tersambung,.. mawar baru membuka dan membaca pesan yg di kirim kan Andre sebelum dia mengakhiri hidup nya,..
"yaa tuhan ANDREAS.. bukan seperti ini yg ku mau, kau nekat mengakhiri nya dengan kematian mu.. aku tidak ingin itu..!!" batin nya,.. air mata nya menetes dia tidak percaya jika Andre bisa senekat itu,.
kematiian Andre membuat kepulangan Gilbert lebih cepat, dia harus melihat putra nya, untuk kali terakhir, "bodoh kau nak, kenapa kau bisa melakukan itu,..? kau bisa menghubungi ayah, bila terjadi sesuatu, bukan begini caranya..!!" uca nya menangis memeluk jasad Andreeas,..
Ferolind, sudah tidak bisa menangis, dia hanya menatap dengan tatapan kosong pada putra nya, jasad andre sudah di makam kan,.. tapi Ferolind tidak bergerak dari sana, dia memeluk nisan yg tertulis nama putra nya iyu,..
"maaafkan ibu nak, tidak seharusnya ibu melibatkan mu dengan semua ini.." ucap nya tertahan,..
sementara mawar dan dion, hanya bisa menatap nya dari kejauhan,.. mereka tidak menghairi pemakaman Andreas...
**BERSAMBUNG**