NADHIRA

NADHIRA
bab 282: kau harus bertahan.. untuk ku?



Leo masih saja memeluk Dhira, "Ra kau harus bertahan, untuk ku.. jangan meninggal kkan aku sendiri..!!" ucap nya, Dhira menatap nya, "mas, kita tidak tau, umur kita sampai kapan, cuma Tuhan yg tau, aku sudah berkali-kali lolos dari maut, terkadang bila sudah waktu ku tiba, kau harus merelakaan aku, jaga reyka, dengan baik, jaga juga diri mu,jangan menyiksa diri mu,.." ucap Leo..


"jangan bicara begitu, kau pasti sembuh, kau tidak akan kemana-mana, kau akan tetap dhi sini, beruur panjang dan hidup bahagia bersama ku,.. kau akan melihat Reyka menikah, kau juga akan melihat dia akan menjadi dokter yg hebat, seeperti ayah nya, kau akan menyaksikan itu..!!" jawab nya, Dhira tersenyum..


"Entah lah, aku rasa umur ku tidak akan lama lagi, aku merasakan aku akan pergi meeninggalkan mereka.. perasaan ini selalu ada di hati ku, mungkin Tuhan mengizin kan aku untuk berpamitan dengan mereka, dengan mas Leo dan Reyka.. anak ku.. bila waktu itu tiba, aku akan memastikan mereka tidak terlalu sedih bila aku tidak ada.." batin nya, "mas waktu ku sebentar lagi.. bila tiba saat nya kau harus kuat kau harus tegar.. jalani hidup mu dengan bahagia, jaga reyka, pastikan dia tidak kesepian.." batin nya,


"Ra jangan membuat ku takut, aku tidak akan bisa hidup tanpa mu, aku tidak bisa jangan meninggal kan aku,.. berjanji lah.." ucap Leo, Dhiraa hanya tersenyum.. tidak menjawab..


"mas sudah makan..? kenapa kau kurus sekali..?" tanya nya,


Leo terdiam... "mas makan lah dulu, biar kau tidak sakit seperti kemarin.." ucap nya, Leo mengangguk.. "baiklah, aku akan makan kau tunggu di sini, aku akan mencari mawar untuk menemani mu..!!" ucap nya, Dhira mengangguk..


Leo berjalan keluar, mencari mawar, "kemana mereka..!!" batin nya, leo terus berjalan menjauh dari kamar Dhira, untuk mencari mawar, tiba-tiba saja, Dhira merasaakan sakit di dadanya dan perut nya terasa mual, "Sandy berkata jika itu adalah efek samping dari terapi radiasi,..


dia memuntah kan darah dari mulut nya, tiba-tiba saja kepala nya terasa sakit, da menangis.. berusaha menekan tombol darurat untuk memanggil perawat tapi dia tidak bisa menggapai nya,


Leo tidak berhasil menemukan mawar dan Rey dia kembali ke kamar Dhira.. Leo terkejut melihate keadaan Dhira, "ra.. ra.. nadhira,..!!" panggi nya, dia bergegas menolong Dhira, dan memanggil dokter yg lain nya,


Dhira menatap hampa pada Leo.. nafas nya terasa berat.. "mas..." lirih nya,... Dhira kesulitan bernafas, Leo segera memasangkan alat pernafasan nya pada nya, Leo menangis, melihat keadaan Dhira yg tiba-tiba kritis..


reyka yg baru saja kembali ke rumah sakit, merasa aneh, kenapa para dokter lain berlrian.. dia berjalan santai bersama mawar, untuk menemui Dhira dan Leo.."aku yakin ayah akan menyukai makanan ini..?" ucap nya, mawar mengangguk..


Reyka terkejut melihat keramaian di dalam kammar Dhira, "bunda...!!!" teriak nya, dia berlari menghampiri para perawat yg berusaha untuk menolong Dhira.. "tidak... tidak... bunda..." ucap nya,


Dhira menatap hampa pada Leo dan Reyka.. dia sudah kesulitan bernafas.. Leo menyadari itu.. dia mendekati Dhira memeluk nya, menangis tidak terhenti, "baru saja aku katakan.. jangan pergi.. jangan meninggalkan aku, bertahan lah dengan ku untuk ku.. tapi kau sudah tidak bisa lagi menahan sakit mu." ucap leo.. dia menangis.. Reeyka mendekati Dhira... memeluk nya, "tidak bun.. bunda tidak bisa pergi.. aku bagaimana jika bunda tidak ada.? aku masih memutukan mu bun.. ? bertahan lah.. aku mohon..!!" ucap nya sambil menangis..


Dhira memegangi wajah reyka, menatap nya menghapus air mata nya, Leo terus menggegam tangan nya, fikiran nya sudah tidak bisa lagi dia kontrol.."Le.. lepaskan dia,.. iklas kan dia.." bisik sandy, Leo terdiam.. menaha tangis nya,


Leo menarik nafas panjang.. "pergilah Ra.. jika kau sudah tidak kuat lagi, kami mengiklas kan mu.. pergilah berama Rayna.. dia pasti senang jka bersama bunda nya, REyka akan aku jaga baik-baik.. tiddak perlu menghawatiran nya.. kami mengilskan kepergian mu..!!" ucap leo terbata..


Dhira semakin kesulitan bernafas... dia menutup mata nya, menariyk nafas nya untuk yg terakhir kalinya.. tiiiiit....... alat yg memacu jantung nya berbunyi kencang, nadhia erhenti bernafas... tangan nya teerjatuh dan sudah tidak bisa lagi menggegam tangan Leo dan REyka..


"bunda.. bunda.. tidak bun... bunda tidak boleh,, bunda.." ucap rey terbata, mawar memeluk nya, Leo menangis memeluk nya menggegam tangan nya, "maafkan aku tidak bisa mejadi yg terbaik untuk mu.. maafkan aku..!!" rintih nya Leo sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi..


dia memeluk Dhira.. "Ray kau benar-benar menjemput nya, dan membawa nya untuk menemani mu.. ayah titip kan bunda untuk mu Ray, tolong jaga dia, jaga bunda untuk ayah.. jika Rayna bahagia bersama bunda, ayah dan rey mengiklas kan nya... tolong jaga bunda mu, kau tidak akan lagi kesepian.. sekarang ada bunda yg meneman mu..!" atin leo, menatap hampa pada tubuh wanita yg masih di cintai nya, kini tidak lagi bergerak..


-----------------


"MENINGGAL..? NADHIRA..? tidak mungkin.." ucap Rizal, saat sandy memberi tahu kabar meninggal nya Dhira.. "kenapa...? apa yg terjadi..?" tanya Rizal, yg berada di singapura,


"menginitis.. zal, kami beok akan memakam kan nya di samping Rayna.. kau akan datang..?" tany sandy, "iya aku datang, aku akan memeritahu ryan, dia harus melihat Dhira untuk yg terakhir kali nya.." jawab Rizal, "iya baiklah.." ucap sandy lalu menutup telepon nya,


Rizal ergegas menemui Ryan.. ternyata selaa ini Ryan berada di syingapura, "dia harus tau.. Ryan haru bertemu dengan nya untuk yg terakhir..!!" batin nya, "tolong pesan kan tiket ke indonesia, untuk dua orang.." ucaip nya sebelum ergegas,, dan langsung di turuti oleh sekertariss nya,


sesampai nya di apart Ryan..


"Ry.. nadhira...!!!!" ucap nya terhenti, "nadhira..? kenapa kak.." jawab Ryan cuek.. terus memainkan laptop nya dan meminum kopi nya, "apa dia menikah lagi dengan Leo? bukan kah itu kabar baik, mereka saling mencintai.." jawab nya asal,


"NADHIRA MENINGGAL RY..!!!" ucap Rizal,


Ryan terkejut.. dia menjatuhkan gelas yg di pegang nya,..


"MENINGGAL..? APA MAKSUD KAK RIZAL..? TIDAK MUNGKIN.. AKU MELIHAT NYA BAIK-BAIK SAJA, DIA SUDAH SEHAT..?! KAU BOHONG KAK..!!" ucap nya tidak percaya,


"ayo ke indonesia, temui dia untuk kali terakhir nya,..!!" ucap Rizal, ryan terdiam.. dia tidak percaya sebelum melihat nya sendiri... "tidak mungkin nad,.." ucap nya dia berlari meninggal kan rizal..


**BERSAMBUNG**