
Dhira membawa mobil nya ke rumah sakit.. dia benar-benar panik melihat Ryan yg nampak tidak sadarkan diri.. "Bagaimana mas leo? bagaimana suamiku" batin nya fikiran nya tidak tenang..
Dia meninggalkan Leo dengan keadaan terluka, "aku harus bagaimana? "kak Ryan bangun ku mohon..!!" teriak nya..
"ada apa dengan hidup ku.. kenapa semua orang yg menyayangi ku jadi seperti ini!!" batin nya airmata nya tidak henti menetes.
Mereka sampai di rumah sakit.. Dhira meminta bantuan para. perawat untuk membawa Ryan ke dalam.. Dhira berusaha untuk menenangkan perasaan juga fikiran nya. tiba-tiba saja dua Ambulance datang... dan Rizal berlari membantu perawat lain membawa Leo ke dalam.
Semua orang yg ada di sana terlihat sibuk menangani Leo dan Ryaan.. Dhira tampak lemas, dia duduk berdampingan bersama Rey, semua terjadi begitu cepat. dia tidak mengerti yg terjadi, dua orang yg menyayangi nya terluka karena berusaha untuk menyelamatkan nya.
"Bun itu om Rizal..!!" ucap Rey sambil menunjuk..
Dhira terkejut melihat Rizal..Dia berlari mengejar nya, "Rey tunggu di sini1 , bunda harus menemui om Rizal," ucap nya , Rey mengangguk..
"Kak... kak Rizal..!!" panggil nya. Rizal menoleh, "Nad, syukurlah kau selamat!! tapi kenapa kau di sini.. mana rey dan Ryan..?!" tanya Rizal.. "Kak Ryan terluka kak aku membawa nya ke sini Rey dan aku selamat, bagaimana Leo? bagaimana Suami ku?!" tanya nya menahan air mata nya..
Rizal terdiam dia bingung dia harus berkata apa, Dia tidak bisa menjelaskan keadaan Leo yg sebenarnya.. "Kak.. jawab aku? bagaimana dia?" tanya nya panik.. tangis nya pecah..
"tenang dulu Ra, aku masih belum tau keadaan nya , leo masih di tangani Dokter" jawab Rizal menenangkan.. "Kita berdoa semoga Leo tidak apa-apa dan bisa di selamat kan!!" ucap nya..
"Tidak apa-apa bagaimana kak, aku melihat nya terluka. dia melindungi aku!! dia rela terluka demi aku!!" ucap nya terbata,
sambil menangis.. Rizal berusaha untuk menenangkan nya, dia memeluk Dhira.. "Tenang Ra... tenang ..!!" ucap nya..
Dokter yg menangani Leo keluar dari ruang perawatan.. menghampiri Rizal dan Dhira.. dia tertunduk sedih..
"Bagaimana Dok? bagaimana keadaan suami ku?!" tanya Dhira
"Maaf kami sudah melakukan yg terbaik.. tapi kami tidak bisa menyelamatkan nyawa nya..."ucap Dokter itu...
Dhira terdiam.. dia tidak percaya jika suami nya meninggal, "tidak mas,. kau tidak boleh pergi..!!! bagaimana Dengan Rey.. bagaimana Aku menjelaskan pada nya!! tidak mas. .!!!" teriak nya.. "Aku tidak bisa hidup tanpa mu Mas Leo...!!!" tangis nya pecah..
Tiba-tiba Rey mendekat memeluk Dhira.. "Bunda... ayah ku? ada apa dengan nya? ayah tidak meninggal kan bun!! Apa yg aku dengar salah kan bun..!!! ayah..!!" ucap nya terbata, menahan tangis..
Dhira tidak bisa menjawab nya dia menangis sejadi nya memeluk putra nya, "Maaf kan bunda Rey.. maafkan bunda..!" ucap nya terbata.. "Mas Leo .!!" isak nya pecah saat para suster lain membawa jasad Leo...
"Kau tidak bisa meninggal mas, jangan tinggalkan aku!! Rey bagaimana mas ...!!" bangun mas...!! aku mohon bangun lah..!!" isak nya memeluk tubuh leo.. "Mas kau dingin.. kau kedinginan mas..!!" ucap nya memeluk leo..
"Ayah..!! ayah..!!" isak nya pecah..
......................
Ryan tersadar, setelah tiga hari pingsan.. "Dhiraa..." ucap nya..
dia membuka mata nya dan melihat sekeliling.. terlihat Sandy yg baru saja datang, "Bro lu udah sadar!" ucap nya..
"Di mana gue? Dhira bagaimana?" ucap nya.
"Dhira selamat dia ada di luar,. tapi dia benar-benar terpukul." jawab Sandy, "Ada Apa? bagaimana Leo!!" tanya nya..
"Leo meninggal, gue harus mengantarkan sahabat-sahabat gue untuk ke dua kali nya ke pemakaman" jawab sandy tertunduk..
Ryan terdiam.. "Leo sudah melakukan yg terbaik.. dia melindungi Dhira hingga akhir" ucap Ryan.. "Lalu Andin?" tanya nya, "Dia meninggal di tempat" jawab sandy..
"Leo kau benar-benar mengakhiri nya" batin Ryan..
"Om Ryan sudah bangun.!!" ucap Rey saat dia masuk ke dalam kamar Ryan.. "Rey.." jawab nya, Rey mendekat lalu memeluk Ryan... "Om Ryan tolong bunda ku!! bunda tidak mau makan sama sekali, bunda terus saja menangis" ucap Rey..
"Iya nanti om Ryan yg bicara pada bunda..!!" jawab nya menenangkan Rey.. "Aku bermimpi tentang ayah semalam.. dan ayah bilang, om Ryan harus menjaga bunda... mencintai bunda, Ayah tahu om mempunyai perasaan untuk bunda, ayah sekarang sudah bersama dengan Ray.." ucap nya..
Ryan terdiam... dia memeluk Rey.. "Om akan menjaga mu dan bunda,." ucap nya.. Rey mengangguk..
Flasback on..
Pemakaman Leo tiga hari yg lalu..
Dhira termenung menatap Nisan Leo .. air mata nya seakan sudah mengering.. "Aku tidak tahu, bagaimana aku bisa hidup tanpa mu.. aku tidak bisa, jika kau tidak ada mas di sisi ku, aku mencintai mu, jika waktu bisa di putar, aku tidak akan kembali menjadi istri mu, asalkan kau tetap hidup dan aku masih bisa melihat mu.. melihat senyum mu, mendengar suara mu.. aku tidak keberatan jika harus berpisah dengan mu, tapi tidak dengan keadaan kita yg sekarang mas, kau meninggalkan ku, jauh sangat jauh.. aku tidak bisa menggapai mu, kau meninggalkan dunia ku, aku tidak bisa menyusul ku mas, Rey masih membutuhkan aku... Benar mas, momy mengatakan pada ku, jika aku ini pembawa sial .. ya aku memang sial mas, hidup ku membawa kesialan untuk mu, aku menyesal, kenapa aku kembali, mungkin jika aku tidak kembali pada mu, kau masih hidup hingga sekarang.. dan aku tidak kehilangan mu, rey tidak kehilangan ayah nya" ucap nya sambil menangis..
"Mas kau sudah bertemu dengan Ray di sana? titipkan salam ku untuk nya, aku sangat merindukan nya, ternyata Ray lebih membutuhkan mu dari pada Aku ... dia lebih dulu menjemput ayah nya dari pada aku bunda nya, mas jagalah Ray.. aku titipkan dia pada mu.. temani dia,aku yakin. Ray tidak lagi kesepian karena ayah nya kini bersama nya, Ray tunggu bunda, kini ada Ayah yg Akan menemani mu di sana, tunggu bunda pasti bunda akan menyusul kalian..." ucap nya lagi..
"Aku di sini tidak akan melupakan kalian, aku akan berusaha bertahan demi Rey, aku akan menemui kalian lagi nanti.. mas aku sudah memaafkan mu.. pergilah dengan tenang.. dan maafkan aku... aku mencintai mu..." ucap nya
**Bersambung**