
Mai dan marcel sudah sampai di rumah mereka, Mai langsung mengurus dii nya, dan mencoba menenang kan perasaan nya sendiri, Sherin dan juga Valen, terlihat sudh tertidur di kamar mereka di temani oleh pengasuh mereka..
Marcel menghampiri Mai yg sedavng menyisir rambut nya, "Kau belum menjelaskan tentang kejadian hari ini.." ucap Marcel.. Mainaka terdiam.. dia bingung arus menjelas kan nya dari mana..
"Tadi saat aku mau menjemut anak-anak, mobil ku mogok di jalan, sehingga aku telat menjemput mereka, saat aku baru sampai di sekolah itu, aku sudah melihat Dika di sana.. dia sedang memeluk Valen, aku terkejut, dan berusha untuk melepas kan mereka, lalu terjadilah pertengkaran di antara kami, aku bertengkar dengan nya, dan aku tidak sengaja mendorong nya, hingga ia tertabrak mobil itu mas.." jelas nya..
Marcel terdiam.. "Seharus nya, kau bisa bicara baik-baik pada nya, jika kau sedikit saja membiarkan mereka, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi.. lalu pak Leo..? apa hubungan nya dengan mu dan Dika..?" tanya nya..
Mai menghela nafas panjang.. "Dika itu kakak nya Kak Leo, dan Leo, itu suami dari kakak ku, kak Dhira..!! aku bersalah pada mereka.. aku yg menyebab kan mereka berpisah dulu...aku di suruh Dika untuk menyuruh kak Dhira mendatangani surat cerai..!!! ah mas, aku tidak mau lagi menjelas kan nya, itu semua sudah ku tutup.. aku merasa bersalah pada kak Dhira... pada Rey, dan kak Leo..!! aku tidak ingin mengingat lagi kesaahan itu.. aaapa lagi, setelah kakak ku meninggal, rasa bersalah ini semakin besar, aku sengaja menjauh dari mereka,.. biar aku tanggung sendiri perasaan bersalah ini.." jawab nya..
"Mas, masa lalu ku terlalu rumit, aku belum siap menceritakan semua nya, maaf kan ku, untuk semua kejadian hari ini, aku akan lebih berhati-hati.." ucap nya lagi.. Marcel terdiam..
"Lalu.. apakah jika Dika sudah siuman, kau akan menjenguk nya..??'' tanya Maarcel..
Mai menggeleng,.. "Tidak akan mas,.. Dika sudah di dampingin keluarga nya,..!! lagi pula, pasti nanti tante Grace, pasti akan ada di sana, jika dia tau aku yg menyebabb kan kecelakaan itu, aku yakin akan jadi masalah besar.." ucap nya..
"Iya sudah, yg terpenting, kau udah menolong nya nanti biar aku saja yg menjenguk nya,.. tapi kenapa Valen bisa tau, jika Dika adalah ayah nya..? apa kau pernah mengatakan pada nya. .?" tanya Marcel..
"Iya sudah, sekarang kita istirahat saja dulu..!! besok baru kita tayakan pada Valen.." ucap nya.. Mai mengagguk..
## Rumah sakit..
Dika membuka mata nya, iia melihat sekeliling nya.. "Di mana aku..?" batin nya.. "Apa yg teradi..?" ucap nya terbata,.. tapi di ruangann itu tidak ada siapa-siapa dia seorang diri..
CEklek... pintunya terbuka.. terlihat REy yg baru saja masuk..
"Oh, om Dika sudah sudah siuman.? apa yg om rasa kan..? bagaimana perasaan mu..?" taya nya sambil memeriksa keadaan nya..
Dika tidak menjawab.. "Di mna Valen..?" tanya nya,.. "Valen..? dia sudah pulang.. bersama tante mai dan suami nya.." jawab REy.. Dika terdiam...
**BERSAMBUNG**