NADHIRA

NADHIRA
Bab 121: Harus nya aku..( Nadhira season 2)



Mainaka menangis sejadi nya.. dia tidak menyangka pertemuan semalam adalah pertemuan terakhirnya, dengan Dika.. "Pantas saja, semalam kau bertingkah aneh..!! kau berjanji akan kembali..!!" ucap Mai sendiri..


Saat ini dia berada di rumah Dhira, semua orang sedang menunggu kedatangan Leo yg pergi ke Bandara untuk memastikan Dika ada di dalam pesawat itu atau tidak..


Leo tidak mengijin kan Mainaka ikut ke sana, dia khawatir jika Mainaka akan tambah terluka, jika benar Dika ada di pesawat yg terjatuh itu.. Leo dan Dhira sampai di rumah itu..


"Kak.. bagaimana..?!" tanya Mai cemas.. Dhira menatap Leo cemas.. Dia tidak tau apa yg harus di katakan pada adik nya itu.. Dhira menarik nafas panjang.. dia berusaha menyiapkan diri untuk memberi tahu Mainaka..


"Dika.. ada di dalam pesawat yg terjatuh itu..!! Pesawat masih belum sampai di Belanda.. dan akan melakukan pendaratan darurat.. tapi sayang nya, pesawat itu kehilangan kontak dengan staf yg lain nya.. di Pastikan terjatuh di perairan Singapura.." jelas Dhira..


"Lalu Di-Dika..!!" ucap mai terbata.. Dhira menggeleng.. "Kami belum tau kabar nya Mai.. Tim sar baru saja berangkat untuk mencari seluruh korban.. doakan saja, SEMOGA Dika selamat.. walaupun sangat kecil kemungkinannya...!! kita harus banyak berdoa.." ucap. Dhira memeluk adik Nya..


Mai nenangis tersedu.. "Tidak mungkin.. seharusnya aku melarang nya pergi.. aku harus nya. mencegah dia kak... hiks.. hiks.." ucap mai sambil menangis.. "Jika aku melarang nya, dia masih ada di sini sekarang.. Dikaaa.. Hiks.. hiks.. maafkan aku..!!!" ucapnya sambil menangis..


Mai terus menangis.. Leo bahkan harus memberikan dia obat penenang.. agar Mainaka bisa lebih bisa mengontrol dirinya sendiri.. setidaknya dia harus tenang.. agar dia bisa terus menjalani hidup nya


...----------------...


mereka belum mengetahui kondisi Dika, Apakah Dika masih hidup atau sudah meninggal sama seperti yg lain nya.. Dalam hati Mai dia berharap Dika hidup dan selamat dari kecelakaan itu..


Walaupun sangat kecil kemungkinannya untuk hidup.. Karena mereka jatuh ke dasar lautan.. Leo berfikir jika Dika hidup dia berharap di mabapun abang Nya berada, dia bisa cepat kembali.. bahkan jika Dika Dika meninggal pun.. dia berharap jasad nya bisa di temukan, hingga bisa di lakukan pemakaman yg layak untuk Dika..


Sementara Mai tinggal bersama Dhira.. karena Leo masih harus mengurus segala tentang Dika.. terlebih momy Leo jatuh sakit, karena tidak bisa menerima kabar tentang Kecelakaan Yang Dika alami..


Momy Leo sangat terpukul mengetahui anak nya masih belum di temukan.. hingga membuat nya harus di rawat di rumah sakit di Belanda.. Leo yg kini menjadi putra satu-satunya harus rela meninggalkan anak dan istri nya, untuk merawat momy..


"Kak.. bagaimana. jika Dika tidak ketemu.. dia akan kedinginan kak di laut sana..!!" ucap Mai..


"Kita harus mendoakan nya Mai, kaka berharap Dika bisa cepat di ketemukan.. hidup atau pun tidak.. agar kami semua di sini bisa tenang.." ucap Dhira mencoba untuk menenangkan adik nya..


"Dik.. kamu berjanji akan kembali bukan pasaku..?!! aku menunggu kedatangan mu Dika.." batin Mai tidak terasa air mata nya menetes.. jika dia mengingat ucapan dan pelukan terakhir dari dika untuk nya.


**Bersambung**