NADHIRA

NADHIRA
Bab 186: Tidak mas Leo.. (Season3)



"Jatuhkan pisau mu An..!! jangan dekati Dhira!!!" ucap Leo.. "Cepat masuklah Ra... jaga Rey..!!" bisik Ryan..


Dhira berlari masuk ke kamar nya, dia mengunci kamar itu,


Andin mengejar Dhira..


Leo ikut mengejar nya, "Sudah..!! Cukup hentikan An.. apa yg kau ingin kan dari kami?" tanya leo menghentikan Andin...


"Dia tidak bersalah... aku di sini yg bersalah, aku yg menyakiti mu bukan Dhira!! kenapa kau mengejar nya terus? jika kau ingin kan kematian, bunuh lah aku!! jangan dia, cukup biarkan dia hidup!!" ucap Leo


Andin tertawa "Sebesar ini cinta kalian..? kau mau mengorbankan nyawa mu untuk nya? sungguh? baiklah aku akan mengabulkan nya!!" ucap Andin.. Leo berdiri menghalangi nya..


Andin masih mengayun-ayun kan pisaunya.. "Apa yg harus aku lakukan untuk membunuh mu, menusuk mu di Sini? atau di sini?" tanya nya, Rizal dan Ryan ikut mengejar nya..


"Berhenti di situ!! Atau Leo yg aku bunuh lebih dulu....!!" teriak Andin..


Ryan menatap pada Rizal, dia menganguk.. Andin tidak melakukan apa pun pada Leo... "Ikuti aku..!!" ucap nya, dia menarik tangan Leo.. menempelkan pisau itu di pinggang Leo,


"Kalian juga ikut aku?!" ucap nya, dengan terpaksa mereka mengikuti Andin..


"Duduk!!"Teriak nya, Andin mencari tali dan mengikat mereka


"Kalian Saja yg aku ikat, kau Leo ikut denganku!!" ucap Andin..


Leo menatap Rizal, Rizal memberi kode pada nya agar dia mengikuti Andin..


"Katakan pada Dhira untuk keluar cepat?" ucap Andin..


"Aku tidak mau, aku tidak akan menyuruh istriku keluar!!" jawab Leo.. Andin mendekatkan pisau nya, "Cepat atau ku tusuk kau?!!" ancam nya..


Dhira mendengar semua ucapan Andin pada Leo, Dia membuka pintu nya.. menatap Sinis pada Andin.. "Di mana Rey? di mana anak itu?!" teriak nya, "Kau tidak membutuhkan dia!! yg kau butuhkan itu aku bukan Anak ku" jawab Dhira


"Pergilah Rey.. selamatkan dirimu!!" batin Dhira


Andin menancapkan pisau nya di leher Dhira.. "Aku benci tatapan mu , aku ingin membunuh mu, seperti kau membunuh Adik ku dulu..!!" ucap nya, "Lepaskan dia!!" teriak Leo..


Leo menepis tangan Andin.. namun dengan cepat Andin menikam nya..


srukk... dia menusuk pinggang Leo.. "Itu untuk Fadly.. " ucap nya, "Maass...!!" teriak Dhira.. "Diam atau akan ku cabut pisau yg menancap di tubuh Leo. hingga dia mati kehabisan Darah..


Dhira menangis sejadi nya,


Leo ambruk di depan Dhira, "Kau ingin aku mati kan..? tapi setelah aku mati lepaskan mereka!! Lepaskan Dhira.." ucap nya terbata menahan sakit.. Leo dengan sengaja mencabut pisau yg masih tertancap di pinggang nya..


"aghh.." rintih nya..


"Kau benar-benar ingin mati rupanya..!! tapi aku tidak ingin melepaskan Dhira.." ucap Andin tersenyum Licik.. Leo berjalan mendekati andin lalu memeluk nya, "Aku ingin mati bersama mu..!!" bisik nya..


Tapi tangan nya belum juga melepaskan Dhira.. "Dengan ku..?


Rizal mengangguk.. dia pergi keluar dan mencari ponsel nya yg dia tinggal di mobil.. lalu menelepon polisi.. Ryan berdiri di belakang Dhira.. Leo melihat nya lalu mengangguk...


Ryan menarik tangan Dhira.. hingga genggaman Andin terlepas..


"Lari Ra..lari.." teriak Ryan... Dhira berlari.. "Tapi Leo? batin nya dia berhenti dan berbalik.. Andin akan mengejar Dhira.. Leo menahan nya"Lari saja, selamatkan Dirimu ikuti Ryan..!!" ucap Leo terbata..


Ryan menarik tangan Dhira... "Ayo Nad..!! Ayo..!" teriak Ryan.. dia membawa Dhira keluar.. Andin berupaya keluar melepaskan Leo... menusuk nya berkali-kali.. tapi leo masih bisa menahan nya


Leo mengambil pisau yg selalu dia bawa, menahan Andin sekuat tenaga yg dia punya, dan menahan sakit nya, mengejar Andin menahan nya agar tidak bisa mengejar Dhira..


"Sudah aku bilang, kita Akan mati bersama.." ucap nya..


Leo menusuk Andin dengan pisau yg dia bawa,, berkali-kali hingga Andin benar-benar Mati di depan nya.. "Sudah berakhir..;! sekarang.,!!" ucap nya menatap mayat Andin di depan nya..


Uhhuk... Leo memuntahkan Darah... "Akhirnya ayah menyusul mu Ray.. dan adik kecil, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti Dhira, tolong jaga Rey Ra... aku. akan menjaga nya dari dunia yg berbeda" batin nya, menatap foto pernikahan nya


Rizal berlari menyusul Leo, setelah memastikan Dhira di bawa pergi oleh Ryan.. "Leo...!! Leo..!!" panggil Rizal, dia menemukan tubuh leo yg sudah bersimbah darah.. dan Andin yg sudah meninggal..


"Tidak Leo bertahanlah!!'" ucap Rizal.. Dia segera menghubungi Ambulance... untuk segera menolong Leo...


Polisi dan ambulance datang bersamaan.. ketika para perawat itu segera membawa leo ke rumah sakit, dan Andin yg benar-benar sudah Mati..


......................


"Lepaskan aku kak.. Aku harus menolong suami ku... aku harus melihat nya..!!" teriak Dhira dari dalam mobil..


"tenanglah Nad, di sana ada kak Rizal, dia pasti sudah menolong suami mu, sekarang kita harus mencari Rey.. Ra kau punya Rey, kau harus melindungi nya..


Tiba-tiba mobil Ryan berhenti.. "Ra itu Rey!! astaga Ra..!!" teriak Ryan.. ryan segera memakirkan mobil nya, keluar lalu menghampiri Rey, yg berada di pinggir jalan..


Rey...?!!" panggil nya,, Dhira ikut keluar berlari ikut memeluk Rey.. "Rey ayo masuk..!!" ucap Ryan.. mereka menuruti Ryan.. Dhira terdiam menahan tangis nya, menatap Rey.. memeluk nya, menenangkan Rey..


Rey yg bingung dengan semua.yg terjadi, dia hanya melamun dan menangis.. "Ayah bun..!! dimana ayah?" ucap nya tiba-tiba


dengan air mata yg tidak berhenti.. "Ayah...!! Ayah..!!" jawab Dhira yg tidak bisa melanjutkan kata - kata nya, dia juga tidak tau apa yg terjadi pada Leo..


"Rey tenangkan Dirimu...!!" ucap Ryan yg terus mengemudi.. tanpa di sadari dia juga terluka , perut nya terkena sabetan pisau yg andin ayunkan tadi, untuk mencegah Dhira di bawa oleh nya..


"Om Ryan berdarah..!!" ucap nya.. Dhira melihat darah yg terus keluar membasahi baju Ryan.. "Om ga apa-apa Rey.." ucap nya, yg sebenar nya menahan sakit .. "Hentikan mobil nya!! biar aku yg bawa" ucap Dhira..


"Tidak Ra..!! kau diam saja" jawab nya, "Hentikan kak, aku saja kau berdarah kak Ryan..", tangis nya pecah.. Ryan menuruti keinginan Dhira, dia bertukar posisi sekarang Dhira yg mengemudi..


"Rey jaga kak Ryan yah, bunda akan membawa nya ke rumah sakit.." ucap Dhira Rey mengangguk,. Dhira membawa mobil nya memutar arah.. tiba-tiba di tengah perjalan Ryan kehilangan kesadaran nya dia pingsan...


**Bersambung**