
"Dimana Ray.. di mana dia? aku ingin bertemu dengan nya Kak.. Ray dan Rey tidak pernah berjauhan, kenapa Ray tidak ada di sini!!" ucap Dhira terisak .. "Apa yg terjadi pada anak ku!!" tanya nya lagi ..
"Tenang lah Ra.!! Ray ada kok, dia sedang beristirahat..!" ucap tasya menenanang kan.. tapi Dhira tidak percaya begitu saja .. "Tenang lah, kau baru saja sadar... tenangkan hati mu! Rayna tidak apa-apa" ucap Sandy...
"Aku tidak percaya pada kalian,!! kalian menyembunyikan sesuatu dari ku!!" ucap nya, "Ra kau masih sangat lemah, jangan lah bergerak dulu Ra..." ucap leo..
Tiba-tiba saja, seorang suster datang menghampiri Leo dan berbisik pada nya..
"Apa maksud mu? kau yakin...!!" tanya nya Suster itu dengan Ragu mengangguk.. semua yg ada di ruangan itu diam.. mereka saling memandang.. "Ada apa? .. ADA APA MAS..!!! JAWAB AKU!!" tanya Dhira..
Leo tidak menjawab apa pun.. dia berlari mengikuti Suster itu.."Maas... !!!!" jerit dhira, walau pun suara nya masih sangat pelan.. Tasya mencoba menenangkan Dhira..
"Tidak mungkin anak ku!! tidak Ray.. kau tidak boleh pergi, Ray...bunda mu sudah bangun.. dia mencari mu Ray..." isakan Leo menyayat hati.. "Maafkan ayah Ray.. !! Rayna bangun nak.. putri ayah yg cantik.. jangan tinggalkan ayah..." ucap leo memeluk tubuh kecil putri nya yg terbaring kaku..
Sandy dan Dhika menyusul Leo, mereka tidak percaya melihat Rayna meninggal, nyawa nya tidak bisa terselamatkan.. "Anak ku..!!" ucap Leo.. tangis nya pecah memeluk Rayna... Sandy terdiam.. begitu pun Dhika mereka kehilangan Rayna...
"Apa yang terjadi.. hati ku sakit sekali..!"ucap Dhira memegangi dada nya, air mata nya terjatuh dengan Sendiri nya.. "Ada apa ini kak..!! perasaan ku tidak enak, Rayna kemana kak! kenapa hanya rey yg ada di sini...!! aku mau putriku!!" ucap nya..
Sandy berjalan gontai, dia bingung harus berkata apa, ikatan antara ibu dan anak memang lebih kuat dari apa pun... Leo tidak bisa di ajak bicara, terpaksa Sandy yg harus memberi tahu Dhira, kejadian sebenar nya, walau pun itu akan membuat Dhira sama terguncang..
"Aku harus memberitahu mu sesuatu.. Ra. !! Sebenarnya Rayna.. Rayna tertembak oleh seseorang siang tadi..!" ucap sandy terbata.. "Tertembak? kak Sandy bercanda? bagaimana bisa ? gadis kecil ku tertembak!!" tanya Dhira tidak percaya,
"Lalu ..!! Lalu di mana dia sekarang, bagaimana keadaan nya.. bagaimana anak ku!! di mana dia?!" tanya Dhira terbata..
"Rayna.. Rayna meninggal saat di operasi kami berusaha mengeluarkan peluru nya, tapi kami tidak bisa menyelamatkan nyawa nya!!" ucap Sandy tertunduk lesu..
"Ti- tidak mungkin..!! Kak sandy bohong kan!! tidak mungkin Anak ku! Tidaak... kak tidakk... Rayna...!!!" isak tangis nya pecah... aku mau melihat nya, di mana anak ku!!" teriak nya..Dhira memaksa untuk bangun.. "tenanglah Ra.. kau tidak boleh begini," ucap Tasya sambil menangis..
Dhira tertatih berjalan menyusuri lorong.. hati nya benar-benar terluka, dia tidak percaya dengan yg di ucapkan Sandy, Dhira melihat Leo menangis memeluk putri nya, Sandy mengikuti Dhira di belakang nya..
"Anak ku!! Rayna putri ku!! bunda di sini nak.." tangis nya pecah.. melihat tubuh kaku putri kecil nya, "Rayna... bangun nak.." tangis nya pecah..
"Minggir... minggir kau menjauh lah dari anak ku!!" ucap Dhira mendorong Leo... Dhira menangis memeluk Rayna.. tiba-tiba pandangan nya menjadi gelap... dia pingsan.. Leo segera menangkap Dhira... "Maafkan aku Ra.. maafkan ayah Ray..." ucap nya menangis.. memeluk Dhira dan Rayna...
**bersambung**