
"Mas.. mas.. bangun mas, kenapa kau masih tidur saja, lihat mas , Rayna sudah menunggu, bukan kah kau akan mengantar kami..!!" ucap Dhira membangun kan Leo, Leo membuka mata nya "mengantar kemana..? kau akan pergi..? kmana.?" ta nya leo heran, dia bingung sebenar nya dia kini berada di mana,
"mas kau lupa, hari ini kita akan pergi bertiga, kau akan mengantar kami ke tempat itu, aku mau kau yg meengantar kami jangan ajak Rey, kau saja..!!" ucap Dhira Leo terdiam, tidak mengerti, "ayo ikut aku, lihat Ray suda mmenunggu ku, di sana, cepat antar aku..!!" ucap Dhira,
Leo terlihat bingung, tapi Rayna sudah siap berdiri di ujung jalan dan menunggu kedatangan Dhira, Leo terlihat berfikir, "tidak kau tidak boleh kesana.. kau akan meninggalkan aku di sini..? kau juga akan mmeniggalkan reyka..?" ucap Leo,
Dhira berubah murung, "tapi Rayna sudah menunggu mas, aku sudah berjanji untuk menemani nya, dia merindukan aku, lagi pula reyk dia di sini bersama mu, aku tidahk akan khawatir pada nya, ada kau yg menjaga nya, kau tiddak lihat ray dia kesepian dia butuh aku ibu nya, ray ingin aku ada di samping nya,..!!" jawab Dhira,
"Tidak, aku tiddak akan mengantar mu ke sana, aku tidak akan membiarkan mu pergi, aku di sini juga membutuh kan mu, apa kau tidak memikirkan aku,? kami di shini masih sangat membutuhkan mu, kau tega pergi begitu saja," jawab Leo..
Dhira terlihat sedih.. dia berjalan sendiri menghampiri Rayna,
"Ray, maafkan bunda, bunda tidak bisa ikut dengan mu, ayah mu itu melarang nya, ray jangan sedih yah, nanti pasti bundda akan datang dan menemani Ray, seperti nya Reyka dan ayah mu akan sedih bila bunda meninggal kan mereka..!!"ucap nya,
Ratna menunduk, "terus kapan bunda akan menemani ray, ray ingin di peluk bunda, ray merindukan bunda,!!" ucap nya, Dhira menangis.. "maafkan bunda sayang, ayah dan rey belum mengizinkan bunda pergi.. bunda harus ada di sisi mereka..!! bunda juga tidak bisa melihat mereka sedih..!!" jawab Dhira.
"tapi bunda yg membuat ku sedih, dan sekarang Ray harus meunggu lebih lama lagi untuk bisa bersama bunda..!" jawb nya. Dhira menatap sedih pada rayna yg berjalan mundur lalu menghilang.. Dhira melihat ke arah Leo, lalu dia juga tersenyum dan mennghilang di hadapan nya..
"Ahh.. tdak.. tidak.. kau tidaak boleh pergi..!! Dhira, jangan pergi teriak nya, Dhira... Dhiraa...!!" teriak leo histeris mengaget kan Rey dan mawar yg menjaga nya,
"ayah.. ayah.. ayah..!!" panggil Rey memangun kanLeo, Leo terus saja mengigau memanggil Dhira, Mawar terlihat sangat sedih melihat leo yg seperti itu "Reey ku rasa ayah mu memimpikan tante Dhira..!!" ucap mawar, Reyka mengangguk,.. "iya, pasti ayah sangat mengkhawatirkan bunda, sudah dua hari ayah begini, aku juga mnghawatirkan nya..!!" ucap Rey, Mawar menggegam tangan REy, "kau harus kuat..!!" ucap nya, Reyka mengangguk..
Sandy terus melkukan terapi radiasi, dengan mengganti Antibiotik yg sebelum nya, dan di terima oleh tubuh Dhira dengan baik, "bagus Ra.. bertahan lah, kau pasti akan sembuh..!!" ucap Sandy..
"kita hanya menunggu hasil, sudah 30% bakteri dan virus nya higlang, kita hanya menunggu pasien adar.. kita doakan semoga ada keajaiban..!!" ucap Sandy pada Reyka, Reyka menangis memehlu Sandy, "terima kasih om.. tolong buat bunda kembali pada kami..!!" ucap nya terbata..
"Ayah mu bagaimana..?" tanya Sandy, "Ayah masih seperti itu, terkadang dia mengigau, tapi dia belum juga bangun, keadaan nya baik sampai saat ini.." ucap REy "dia hanya butuh waktu untuk beristirahat, biarkan dia, nanti akan ada saat nya dia bangun.." ucap Sandy, rey mengangguk..
...----------------...
Leo membuka mata nya, dia melihat sekeliling nya, "hmmm... apa yg terjadi padu,? di mana Reyka..?" batin nya,Leo meleipaskan jarum infus yg menusuk tangan nya, "sudah berapa lama aku tidur..? bagaimana Dhira..?" batin nya bertanya-tanya,
"ayah sudah tidak apa-apa..!!" jawab nya, "tidak ayah, ayah harus istirahat, setidak nya sehari saja lagi.. dan ini kenapa infusan nya di caut ayah..!!" ucap nya sedikit kesal, "vkau cerewet Rey,,!!" ucap Leo.. " sudah berapa lama ayah tidur..?" tanya Leo.
"aku ini sekarang Dokter yg merawat ayah,.. jadi wajar saja jika aku cerewet.. ayah sudah tidur selama lima hari.." jawab nya, sambil memberri Leo makanan, "ayah makan lah ini dulu.. biar ayah ada tenaga..!!" ucap nya, Leo memicingkan mata nya,
"kau bawel seperti bunda mu,..!!" ucap nya, Rey terkekeh..
"bagaimana bunda mu..?" tanya nya, Rey terdiam.. "bunda... bunda...!!" ucapan nya terhenti
"kenapa dia cepat katakan Rey..!! tiddak terjadi sesuatu kan pada nya..? REYKA KATAKAN...!!" ucap nya dengan nada tingggi..
"aku habis mengantar bunda..!! aku tidak bisa menunggu aysh.. terpaksa aku mengantar nya sendiri..!!!" jawab nya, "apa maksud mu,? bicara yg jelas.. !! mengantar nya kemana..? tidak mungkin... tidak...!!!" ucap nya, tiba-tiba.. L
eo berdiri dan berlari..
Dia berlari ke ruang ICU untuk mencaaari Dhira, tapi Dhira tidak adaa di sana,.. "tidak mungkin Ra..?" batin nya, Rey ikut mengejar Leo.. "tunggu yah, tunggu.. ayo kita menemui bunda, ayo aku akan mengantar ayah..!!" ucap nya, "tenang yah, Bundaa tidak apa-apa.. bunda sudah di pindahkn ke ruang perawatan yg lain, kenapa ayah langsung saja berlar.. padahal ayah belum endengar ku bicara sampai selesai..!!" ucap Reyka..
Reyka memawa Leo ke kamar yg beerbeda, dia membuka pintu nya secara peerlahan.. terlihat Dhira yg di temani oleh mawar, menoleh ke asal suara itu, "NADHIRA...!!!" ucapLeo terbata.. dia langsung memeluk Dhira.. Dhira tersenyum..
Rey membri kode pada mawar, agar mereka meninggal kan ayah dan bunda nya, "biar kan mereka melepas rindu nyaa dulu kau tau, tadi ayah langsung berlari mencari bunda.." bisik Rey, mawar terenyum.. "pasti bang leo, sangat menghawatirkan tante Dhira.." ucap nya... Rey mengangguk..
Leo memeluk Dhira.. "aku fikir kau meninggalkan ku Ra... aku tidak bisa hidup tanpa mu,..!" ucap nya terbata... memeluk Erat Dhira.. Dhira tersenyum..
"Aku tidak akan pergi mas,.. aku tidak akan kemana-mana, aku kan tetap ada si samping mu, ada apa dengan mu mas.. kau terlihat sangat kurus..?" ucap Dhira..
leo tidak menjawab Dhira, dia lega karena Dhira bertahan dan tidak meninggalkan nya,.. dia tidak melepaskan pelukan nya...
**BERSAMBUNG**