
Dhira Di ikat di sebuah kursi dan tangan nya di ikat... mulut nya tertutup lakban.. "Lihat dia, dia yg menantang dia yg kalah" ucap Andin tersenyum licik.. "Aku akan menghabIsi mu sekarang Nadhira!! kau kan menyusul anak mu tersayang.." ucap nya..
Dhira hanya menatap kasar pada Andin.. "Jika aku harus mati.. maka kau juga harus mati ikut dengan ku batin nya" Dhira memutar malas.. Dhira menekan sesuatu pada jam yg dia gunakan.. "Aku harap ini berfungsi" batin nya..
"Rey.. bicaralah.. bila sesuatu yg buruk terjadi pada bunda, jam yg ada di tangan mu ini akan berbunyi... berikan ini pada siapa pun yg ada di dekat mu nanti..!! kau mengerti sayang..?!" ucap Dhira sebelum dia pergi ke toilet, Dhira sudah mempersiapkan ini semua, Rey mengangguk..
Andin menatap nya tajam.. "Kau benar-benar ingin mati Dhira.. kau menantangku!! jika kau memang ingin mati, aku akan mengabul kan nya" ucap nya.. Andin membuka penutup mulut Dhira...
Dhira tersenyum puas, "Apa yang kau dapat kan jika aku mati? Cinta? cinta siapa? Leo? Hahaha.. kau tidak akan dapatkan Cinta Leo.. kalau pun aku mati, dia akan tetap mencintai ku, kau tidak akan dapatkan cinta nya, kau hanya sesaat, kau hanya pemuas nafsu nya, bukan cinta!! kau tidak akan pernah dapat kan apa yg kau ingin kan," ucap Dhira dengan mata penuh dendam..
"Sekarang aku tanya pada mu!! Aku sudah menceraikan Leo? apa kau dapat cinta nya? apa kau di pandang nya? tidak kan? leo tetap mengejar ku!! hati nya tetap milik ku..!! hahaha.. aku kasian pada mu, dapat apa kau merebut suami ku? cinta yg hanya sesaat?" Dhira tidak berhenti memprovokasi Andin...
"malang benar kau Andin.. Leo tidak pernah mencintai mu, tidak akan pernah, kau ingin membunuh ku? bunuh saja, aku tidak takut mati, aku bersedia mati demi cinta ku pada leo" ucap nya, "kau tidak akan dapat apa-apa!!!" ucap nya lagi..
Andin meremas gelas yg dia pegang, emosi nya meledak -ledak, mendengar yg di katakan Dhira.. dia melemparkan Gelas itu pada Dhira.. Praaankkk.. gelas itu pecah mengenai kepala Dhira, seketika dia mengingat ingatan yg dulu sudah dia lupakan, kekejaman ayah tiri nya dan ketika dia menjadi Arwah.. Mata nya gelap seketika.. selama bertahun-tahun dia melupakan itu, tapi kejadian tadi membuat nya ingat..
"Dokter Leo .." lirih nya..
......................
TIIT TIIT TIIT.. Jam tangan yg di gunakan Rey berbunyi.. Mai melihat dan mendengar nya, dia mengambil itu, dan memeriksa nya, "Ini.. sebuah lokasi...!!" batin Mai..
"Rey,, dari mana kau dapat ini?" tanya Mai..
"Bunda..! bunda yg kasih..!!" jawab nya
Rey menepati janji nya, dia mau bicara.. "Kak Dhira mengirim lokasi nya, "Mas... cepat hubungi kak Leo.. Kak Dhira mengirim sebuah lokasi pada jam tangan Rey.." teriak nya..
Dhika langsung melihat lokasi itu, menghubungi leo sandy dan Ryan . juga Rizal. Dia sengaja meminta bantuan semua orang agar bisa menolong Dhira..
"A-apa di culik..!! bagaimana bisa.. kenapa baru memberitahu ku sekarang?" ucap Sandy ketika mendapat telepon dari Ryan.. "Ya udah sekarang kita berkumpul di rumah Dika, gue dan bang Rizal udah di sini.." ucap nya..
Mereka berkumpul di rumah DIKA, "Sepertinya Dhira memang sengaja menjebak Andin dan Fadly dengan mempertaruhkan nyawa nya sendiri.." ucap Dika, "Dia tidak bicara apa pun pada kami.. dia tidak ingin mencelakai yg lain nya" tambah Ryan..
"Dia tidak berfikir, dia bisa saja Mati!!" ucap Ryan.. semua orang memandang nya.. "Apa? gue salah lagi..!!" tanya nya..
"Sudah diam saja lu..!!" ucap Sandy.. Ryan terkekeh...
"ini bukan waktu nya tertawa Ryan.." ucap Rizal..
"Tidak akan ada yg terjadi, Dhira di jaga oleh seseorang, mungkin Andin lah yg mungkin akan celaka" ucap Ryan...
"Kau bercanda...!! Dhira sendirian di sana!! siapa yg melindungi nya.." ucap Leo..
"Kak Rizal kau Leo dan lu Bro.. masih tidak sadar kah..!! Di dalam Tubuh Dhira ada jiwa yg lain.. seperti dulu, saat Angel merasuki nya..." ucap Ryan.. "Aku melihat nya.." ucap nya lagi...
"Velia...!!" ucap Dika tiba-tiba..
"Bingo... Velia... gadis itu ada di dalam tubuh Dhira.." ucap Ryan.. "Maksud abang gimana? kenapa Velia..?" tanya Leo..
"Waktu itu Dhira memang bicara aneh pada ku, dan bersikap lebih aneh lagi, Velia sering melakukan itu semasa hidup nya, dan aku berfikir Velia mengikuti Dhira untuk membalas dendam nya pada Andin .." jawab nya..
Rizal termenung, memang ada benarnya yg di katakan Ryan, akhir-akhir ini Dhira memang suka bersikap aneh.. "Sudah siapa pun yg ada di tubuh Dhira, kita sekarang harus mencari nya, dan menolong nya" ucap Rizal..
Semua nya sepakat untuk mencari keberadaan Dhira dan membawa jam tangan Rey.. sebagai petunjuk... "Semoga aku bisa dengan cepat menolong mu , tidak akan terjadi apa pun pada mu Ra, tunggu Aku.." batin leo..
Andin memukuli Dhira tanpa henti.. wajah Dhira sudah penuh dengan Darah.. dia tergeletak, di lantai bersimbah darah..
"Sudah Din..!! Cukup!!" ucap Fadly, kita harus membawa nya , jangan menghabisi nya sekarang..!!" ucap Fadly, Dia membuka ikatan Dhira..
Dhira bergerak sedikit demi sedikit tubuh nya terasa sakit semua.. "Izinkan aku memakai tubuh mu kak..!!" ucap Velia.. Tiba-tiba Dhira berdiri di belakang Andin dan Fadly..
Dia memegang sebilah balok.. dan memukul kepala Andin dan Fadly..
Mereka ambruk di lantai menahan sakit di kepala nya, Dhira menumpahkan minyak yg dia lihat tadi di celah pintu..
"Jika aku bakar ini.. kalian akan mati...!!" ucap Dhira..
Andin tertawa... "Bakar saja, jika kau bakar itu, kau juga akan Mati .. semua pintu sudah kami kunci," ucap nya..
Dhira tertawa "Aku tidak takut mati... aku akan dengan senang menyusul putri ku.." ucap nya.. "Gadis bodoh.. lakukan jika kau berani.." ucap fadly.. Dhira menyalakan korek nya. menjatuhkan nya ke lantai.. api itu dengan cepat membakar ruangan itu.. "Kau gila" teriak Andin..
Dhira tertawa puas.. "Tidak ada yg segila seorang ibu yg kehilangan anak nya," ucap Dhira... Dia keluar meningggal kan Andin dan Fadly.. mencari jalan keluar..
"Tenang kak aku tahu ada jendela di sini.." ucap velia, Dhira terhuyung -huyung berlari.. dan berhasl menemukan jendela yg Velia maksud kan.. "Kita harus lompat kak.." ucap velia yg tentu di dalam tubuh Dhira..
Mereja melompat dan berhasil keluar dari tempat itu.. sebelum kobaran api nya membesar..
Dhira sudah tidak kuat menahan berat tubuh nya, Dia pingsan tidak jauh dari rumah itu.. "kau juga akan mati Ra.. aku sudah menyuntikan Racun pada tubuh mu..." ucap fadly sebelum ajal menjemput nya, "Kita semua akan mati..." batin Andin menutup mata nya..
Dhira memuntahkan Darah dari mulut nya, "Apa yg tadi mereka berikan pada ku.." rintih nya, lalu pingsan di sana..
Leo menemukan Tempat yg Dhira kirim.. "Tidak mungkin... Nadhira" teriak nya, keyika melihat tempat itu terbakar...
**Bersambung**