NADHIRA

NADHIRA
Bab 120: Tidak mungkin!! (Nadhira season 2)



Dika melangkah kan kaki nya menuju bandara.. sebentar lagi dia terbang ke Belanda.. setelah sampai di loket keberangkatan.. Dika berbalik dan menatap hampa pada sekeliling nya..


Tidak nampak siapa pun yg mengantarkan kepergian nya.. Bahkan Leo pun tidak datang.. Dika tau Leo sibuk dengan pekerjaan nya, belum lagi dia harus menggantikan posisi nya di perusahaan selama Dika pergi..


"Kau sudah berangkat.. titipkan salam ku, untuk momy dan papi.." isi pesan Leo yg hanya di baca oleh Dika..


"tentu.. jika aku bertemu dengan mereka.." fikir Dika.. entah kenapa perasaan nya tidak enak, namun Dika tetap melanjutkan perjalanan nya ke Belanda..


awal perjalanan tidak ada kendala sama sekali.. perjalanan yg menghabiskan waktu kurang lebih 15jam itu, membuat Dika lelah.. dia tertidur di kursi nya..


Beberapa jam kemudian, suasa di dalam pesawat menjadi riuh.. semua penumpang menjerit-jerit dan menangis ketakutan.. Dika yg baru saja terbangun dari tidur nya, merasakan guncangan yg sangat jeras pada pesawat itu..


"Ada apa ini..!!" ucap nya.. dia berusaha untuk menenangkan hati dan fikiran nya, melihat situasi di sana, Dika yakin ada yg tidak beres di pesawat tersebut.. "Ya Tuhan.. lindungi aku.." batin nya..


Guncangan demi guncangan terus terjadi, semua penumpang sudah di beri alat bantu pernafasan yg otomatis keluar saat situasi darurat terjadi..


DOOAR.. terdengar suara ledakan dari kabin pesawat.


pesawat mulai tidak bisa di kendalikan... pesawat itu jatuh ke dalam lautan di sana.. tidak di ketahui Dika selamat atau tidak di dalam pesawat itu..


......................


Mai teringat akan ucapan Dika semalam.. "Pasti dia sudah pergi sekarang..!!" fikir Mai yg baru saja bangun dan mulai untuk sarapan nya.. tidak lupa dia menyalakan tv, Mai sangat bersantai karena dia madih dalam masa cuti..


Dia sibuk di dapur nya, tiba-tiba saja ponsel nya berdering.. dia melihat siapa yg menelpon nya.. "Kak Dhira" ucap Mai.. "Ada apa!!" fikirnya..


"Hallo kak Dhira...!!" sapa Mai..


"Mai, liat tv sekarang..!! Dika... Dika...!!'' ucap Dhira menahan tangis.. dia tidak sanggup memberitahu Mai tentang Dika..


"Ada apa sama Dika kak..!!" tanya Mai heran..


"Cepatlah kau lihat saja berita di tv.., sekarang kakak dan kek Leo akan ke Bandara.. jika kau mau ikut, menyusul saja.." ucap Dhura tergesa-gesa.. lalu menutup telefon nya, tanpa menunggu jawaban Mainaka..


Mainaka, segera menonton tv.. dan memindahkan chanel yg dhira maksud.. "Ada apa sih kak Dhira.." ucap Mai.. dia segera menonton berita yg ada di tv itu..


Lutut nya melemas, mai tidak bisa menahan berat tubuh nya.. "TIDAK MUNGKIN.... DIKAA...!!" lirih Mai menahan tangis..


Dia tidak bisa berkata-kata lagi.. yg di katakan Dika benar, pertemuan mereka semalam menjadi yg terakhir.. Mai sudah merasakan firasat yg tidak enak semalam.. namun dia hanya bisa memendam nya..


Mai menangis sejadi nya, dia tidak percaya yg terjadi.. dia ingin meyakini bahwa Dhika masih hidup dan selamat dari kecelakaan pesawat itu.. tapi berita di tv, mengatakan seluruh korban yg ada di dalamnya tewas akibat kecelakaan itu..


Ucapan dan pelukan Dika menjadi yg terakhir untuk Mai malam itu.. andai saja waktu bisa di ulang, Mainaka akan menghalanginya pergi.. satu ucap yg dika katakan adalah.. "Aku mencintai mu.. dan tunggulah aku pasti kembali.."


Namun kini, Dika tidak mungkin pernah kembali


**bersambung**