
Dhira merintih kesakitan, di dalam mobil dia terus saja menangis... Darah yg keluar membasahi kaki nya semakin banyak, Dhira sudah tidak bisa lagi berkata-kata, fikiran nya sudah tidak bisa dia kendalikan lagi..
Leo menggendong Dhira sesampainya di rumah sakit, berteriak memanggil Dokter Prita, untuk segera menolong istri dan calon anak nya, para suster segera menolong Dhira secepat nya,
Dokter Prita dengan cepat memberi pertolongan pada nya, "Segera bawa dia ke meja operasi..!!" teriak nya.. menanda kan kondisi Dhira yg sangat berbahaya.. Leo hanya bisa menyesali apa yg dia lakukan, Darah yg ada di tangan nya semakin membuat nya terpuruk..
Dokter Prita berlari mencari Leo, membawa Berkas yg harus di tanda tangani Leo.. "Bagaimana istri ku? bagaimana bayinya..? " tanya leo panik setelah melihat Prita, Prita menghembuskan nafas panjang..
"Dengar kami harus melakukan tindakan, dan aku butuh izin mu, untuk menandatangi surat ini!!" ucap nya.. "Surat apa ini? istriku kenapa? anak ku?" tanya Leo.. "Bu Dhira keguguran.... kami harus lakukan operasi kuret agar bisa menyelamat kan nyawa nya!!!"jawab Prita..
"APA KEGUGURAN!!" tidak mungkin... tapi kenapa istriku sangat menjaga kehamilan nya!!!" jawab Leo..
"Dokter Leo.. kau harus mengendalikan diri mu, cepat tanda tangani dulu ini, nanti aku jelaskan setelah ini selesai, kita tidak punya waktu!!" jawab Dokter Prita..
Dengan terpaksa Leo menandatangi nya, Dia terduduk lemas di ruang tunggu operasi itu.. "Keguguran!! bagaimana bisa? Dhira sangat menginginkan anak itu,!!" batin nya, menatap Ruang operasi..
Satu jam berlalu, Prita keluar dari Ruang operasi, di ikuti para suster yg membawa Dhira yg akan di pindahkan ke ruang perawatan, "Ayo ikut aku,!! aku harus bicara pada mu?!" ucap Dokter prita.. Leo hanya mengikuti nya dari belakang..
"Bu Dhira keguguran, kami tidak bisa menyelamatkan bayi nya, tapi ada yg membuatku aneh dalam kasus bu Dhira!!" ucap Prita.. "Aneh? maksud mu apa?" tanya Leo ..
"Kandungan Bu Dhira sangat sehat, saat terakhir kali Dia cek up.. beberapa minggu yg lalu! tidak ada masalah dengan kandung nya, tapi seperti nya, bu Dhira meminum obat atau jamu untuk menggugurkan janin nya, Saya tidak pernah melihat kasus ini, seperti keguguran normal lain nya, kondisi janin di dalam Rahim nya hancur, dan aku simpul kan Jika bu Dhira meminum obat penggugur!!" jelas nya..
"Tidak mungkin Dok!! Dhira sangat menginginkan anak itu, dia bahagia saat tau dia hamil, tidak mungkin dia sengaja menggugurkan nya!!!" jawab Leo,. Prita mengangguk.. "Iya saya percaya itu, Dokter Leo bisa tanyakan langsung pada nya, nanti ketika dia sadar.. tapi kau harus pelan bertanya pada nya!! kondisi nya lemah.. dan dia pasti sedih mengetahui dia keguguran.." jelas Dokter Prita..
Leo tidak percaya dengan apa yg di ucapkan Dokter Prita, "Tidak mungkin Dhira sengaja membunuh anak kami...!! dia sangat bahagia saat dia tau dia hamil.. aku tidak mempercayai nya!!" batin Leo.. dia bergegas untuk menemui Dhira..
Di ruang perawatan.. Dhira ternyata Sudah siuman..ketika Leo masuk ke sana.. "Ra kau sudah bangun!! bagaimana perasaan mu!!!" tanya Leo setenang mungkin.. Dhira terdiam tidak menjawab..
Dia menangis sejadinya.. "Anak ku mas.. bayi ku,, kemana Dia? aku tidak merasakan apa-apa di perut ku.. apa yg terjadi mas? anak ku kemana?!" tanya nya sambil menangis..
Leo menggegam tangan Dhira, "Kau.. kau keguguran Ra.. Dokter tidak bisa menyelamatkan bayi kita" ucap nya dengan susah payah..
Dhira menangis sejadi-jadinya dia tidak percaya apa yg leo katakan.. tapi leo belum menjelaskan penyebab dia bisa keguguran, Leo tidak yakin jika Dhira sengaja membunuh bayinya..
Leo yakin ada yg mencelakai Dhira, dan dia harus mencaritahu nya, untuk saat ini, Dhira harus merasakan ketenangan dahulu, jika kondisi nya mulai membaik Leo baru akan memberitahu nya.. "Aku yakin Dhira tidak dengan sengaja membunuh anak yg di kandung nya, aku yakin ada orang lain yg menyakiti nya... tapi siapa?!" batin Leo..
......................
"Aku membawa Rey seolah di sini, untuk melindungi nya , aku takut jika Andin kembali dia akan mencelakai Rey untuk membalaskan Dendam nya" batin nya..
"Tapi Sandy tidak memberiku kabar apa pun , dia juga belum menemukan Andin.. sejauh ini.." batin nya Rizal terlihat berfikir.. "Aku harus memberitahu Leo... setidak nya dia harus waspada pada Andin.. aku takut dia kembali dan mencelakai mereka" batin nya..
"Om Rizal jadi ikut ke indonesia?" tanya Rey yg tiba-tiba saja sudah ada di depan nya.. Rizal mengangguk... "Iya om ikut dengan mu, kita berangkat besok pagi" jawab nya..
Rey mengangguk.. "Baiklah om.." jawab nya.
"Rey tunggu!!" ucap Rizal.. Rey berbalik.. "Kau masih bisa berkomunikasi dengan Velia?" tanya nya.... Rey tersenyum.. "Ya, om.. Kak Veli ada di sini... di sebelah ku" jawab nya..
"Jadi Rey masih bisa bicara pada Rindu.. dan dia selalu ada di dekat Rey.." batin nya..
"Velia.. kau masih mengingat Andin.. ikut lah dengan kami besok.. kau pasti tau andin yg sebenarnya, saya takut dia mendekati Leo dan Dhira dengan menyamar jadi orang lain" batin Rizal.. Velia mengangguk.. "Tidak akan aku biarkan dia menyakiti lagi kakak ku" ucap Velia yg hanya bisa di dengar Rizal..
Rey masih bisa berkomunikasi dengan arwah Velia, tapi Rey hanya bisa melihat Velia saja, dia tidak bisa melihat Arwah yg lain selain itu.. Rizal dan Ryan mengetahui itu, dan Ryan pun tau jika Andin masih hidup..
Ryan selalu menempel pada Dhira karena ingin melindungi nya , Takut jika Andin tiba-tiba datang dan mencelakai Dhira.. tanpa Dhira tau, Ryan selalu menjaga nya..
"Sudah saat nya Leo tau, jika Andin masih hidup , dan bisa saja dia sudah menyusun rencana untuk membalaskan dendam nya" batin ryan..
Satu minggu berlalu Dhira sudah pulih sepenuh nya, tapi dia masih sangat kehilangan.. hari ini dia pulang ke rumah, tanpa tau Rey sudah datang dan siap menyambut nya di sana..
memberi pesta kejutan untuk Bunda nya..
"Bunda...!!" teriak Rey ketika melihat Dhira turun dari mobil nya, dia memeluk Rey.. "Rey.. bunda kangen nak, anak bunda.." ucap nya berusaha untuk menahan air mata nya..
Terlihat Rizal Dan Ryan yg ikut menyusul Dhira keluar..
"Kau baik-baik saja?" tanya Rizal.. Dhira hanya menatapnya lalu mengangguk.. "Ayo masuk..Lisa sudah menyiapkan makanan untuk mu!! kau harus makan!!" ucap Ryan..
Dhira hanya berjalan masuk , menggandeng putra nya REYKA..
**BERSAMBUNG**