
Ryan kembali ke rumah nya, dia melihat mobil nya sudah kembali "Wanita itu membawa mobil ku dari kantor leo..!!" batin nya, dia masuk kedalam.. Renata menatap tajam pada nya, "dari mana saja tuan muda.. kau baru pulang setelah dua hari mengghilang...?" ucap Renata.
Ryan menatap sinis pada nya, "apa yg kau lakkukan pada dhira,? kenapa kau melukai nya?" tanya Ryan geram..
"aku hanya sedikit memberi nya pelajaran, agar dia tidak menganggu calon suami orang lain, dia hanya wanita lemah, yg mudah terluka, tapi dia tidak MATI kan? masih untung aku tidak mrmbunuh nya,..!!" ucap Renata,
Ryan terlihat marah, "kau fikir dengan membunuh nya kau akan menang, dan semua nya selesai,? mau mu apa REN kau telah memiliki akuu, sebentar lagi kita juga akan menikah, lalu kenapa kau melakukan nya? aku sudah menyerahkan hidup ku untuk mu,aku rela kehilangan dia demi diri mu, tapi kenapa kau menganggu nya ?" ucap Ryan penuh amarah,
Renata menatap nya, "karena aku bisa melakukan apa yg aku mau, sekali pun aku harus membunuh orang, aku tidak akan membiarkan wanita itu menganggu mu, merusak pernikahan impian ku, dengan mu, aku sudahvv melakukan ssegala cara agar kau menjadi milik ku, bila ada yg menghalangi nya tidak akan aku biarkan, kau pun tau, aku selalu mendapatkan apa yg aku mau, jadi, mulai sekarang kau harus berhati-hati dengan langkah mu, dan jangan coba-coba menghilang seperti kemarin jika tidak ingin aku mencelakai nya lagi.." ucap Renata..
"kau gila, kau benar-benar gila.." ucap Ryan mengepal kan tangan nya, dia berlalu ke kamar nya membanting pintu di depan renata, "istirahatlah sayang.. kau harus segar bugar, sebentar lagi kita menikah,.." teriak nya, tertawa puas.. meminum wine yg di pegang nya.
"wanita gila, kenapa aku bisa mengenal wanita seperti dia, aku tidak bisa menikah dengan perempuan seperti dia" batin Ryan
"tapi jika aku tidak menikahi nya Dhira juga yg akan celaka!! lagi pula aku tidak bisa kembali pada nya" batin nya, Ryan merebahkan tubuh nya, "rasa nya aku lelah dengan semua
nya..!!" batin nya dia memejam kan mata nya.
"kau tidak bisa lepas dari ku, apa un yg terjadi, aku tidak akan pernah kehiilangan diri mu walau pun itu harus menyakiti mu..!! ucap Renata tersenyum licik.
"aku tidak percaya jika Ryan bisa melakukan itu, dia membohongi diri nya sendiri, aku melihat nya dari sorot mata itu, Ryan menyimpan luka yg dalam, dia bukan hanya merelakan tapi dia juga mengorbankan diri nya sendiri dia ingin membuat Dhira membenci dirinya, sehingga dhira bisa dengan mudah melupakan dia, dia menjerumuskan dirinya sendiri'' batin Leo
Leo menatap hampa pada Dhira yg tertidur setelah kelelahan menangis, "apa aku harus menghilang lagi, agar kau bisa bahagia, tapi aku tidak ingin meninggalkan mu dengan keadaan mu yg seperti ini," ucap nya.
"Jangan pergi lagi mas, keadaan ku dan hidup ku sudah memang harus seperti ini, takdir ku memang sudah buruk dari aku di lahirkan di dunia ini, ini bukan salah mu, jalan ku yg memang sudah seharus nya begini, dia pergi atas keinginan nya, bukan karena kehadiran mas leo.." ucap Dhira yg ternyata mendengar yg Leo ucapkan.
"Tapi sejak kehdiran ku, hidup mu berantakan Ra, aku yg membuat hidup mu hancur.. lagi-lagi karena aku.." ucap Leo menyalahkan diri nya, Dhira menatap nya, "mas sudah ku bilang berhenti menyalahkan diri mu sendiri ini semua bukan salah mu," ucap nya..
"berhentilah bicara mas, kita tidak akan tau takdir apa yg akan kita jalani kedepan nya.." ucap Dhira yg kembali memejam kan matanya. Leo terdiam "maafkan aku nad," batin nya,
...----------------...
"dimana ruangan tante Dhira Rey,?" tanya mawar.. mereka bergandengan tangan, ''sebentar lagi kita sampai," jawab nya
Sandy melihat kedatang Reyka bersama Mawar, "dengan siapa anak itu, mereka bergenggaman tangan pula," batin nya, yg melihat Rey dari belakang, sementara rey tidak tau jika Sandy ada di belakang nya ,
Sandy nenghampiri nya, dan melepas kan genggaman mereka, dengan berjalan di tengah-tengah mereka, "hei ini rumah sakit bro.. tidak boleh berpacaran.." ucap nya sambil tersenyum usil.
Rey memicingkan mata ya, "om Sandy jangan mencampuri urusan ku, kaklila saja juga berpacaran di kampus, ak sering melihat nya..!!!" jawab REy usil..
Sandy terdiam.. da berhenti mengikuti Rey, "yg benar saja, putri ku sudah punya pacar, dan aku tidak tau..!! akan aku tanyakan pada kalila nanti.." batin nya.
Rey tersenyum usil.. "makanya jangan menganggu ku, om sandy tidak tau saja, jika anak nya pun punya acar di kampus..!!" batin nya. mereka sampai di depan ruagan Dhira, terlihat Kalila yg baru saja keluar dari ruangan itu, membawa nampan obat-obatan untuk Dhira.
"kak Lila bagaimana bunda, dia sudah sadar..?" tanya rey
Lila tersenyum "Tante Dhira sudah sadar, keadaan nya juga sudah mulai membaik...!! ada Om Leo di dalam yg menemani nya!!" ucap nya, Rey tersenyum.. "masuk lah ke dalam..." ucap Lila.. rey mengangguk. "terima kasih kak..." jawab nya.
"siapa dia,? dia sangat cantik... seperti nya kau dekat dengan nya..?" tanya mawar menyelidik.. Rey tertawa.. "itu kak Lila, anak om sandy...!!" jawab nya "om sandy..? siapa?" tanya mawar.. "dokter yg tadi bertemu dengan kita di koridor tadi..!! kami bersaudara, om sandy adalah suami dari kakak bunda.." jawab Rey,
"kenapa kau cemburu?'' tanya nya, mawar terdiam.. "tidak, hanya saja dia sangat cantik..!!" ucap nya.. rey tertawa,,, "sayang, tidak ada wanita yg bisa mengalahkan kecantikan mu, bagi ku kau wanita tercantik di hidup ku..!!" jawab Rey.
mereka tidak menyadari jika mereka sudah berada di dalam kamar Dhira...
Leo dan Dhira mendengar semua perakapan mereka, menatap aeh pada mawar dan REy, "Hei.. kalian kesini mau berpaaran atau mau menjenguk bunda..?" uccap Dhira kesal,
"ka itu belajar dari mana , kau merayu wanita di hadapan ayah dan bunda mu,? apa kau tidak malu?" ucap Dhira kesal, "Lihat mas, dia mirip dengan mu, gombalan nya saja sama dengan mu, kau mengajarkan nya atau bagaimana?" gerutu Dhira..
Leo tertawa.. "aku tidak mengajari nya, hei Rey berhenti merayu mawar, kau ingin bunda mu semakin marah,," ucap nya, Rey terdiam dia menunduk malu.. mawar menyenggol lengan nya, "aku tidak sadar jika kita sudah berada di dalam" ucap nya terkekeh...
**BERSAMBUNG**