
Dokter memeriksa keadaan Andin.. Dokter itu terkejut, karena Andin membuka mata nya kembali setelah hampir satu tahun koma, "Dia mengalami kelumpuhan tapi hanya untuk sementara, akibat Koma jadi saraf-saraf nya butuh waktu untuk pulih kembali" jelas nya..
"Lalu pita suara nya, mengalami kerusakan parah karena pada saat kebakaran itu terjadi, dia terlalu banyak menghirup asap, terlaaku lama, dan merusak pita suara serta saluran pernafasan.. kami tim dokter sangat terkejut, karena pasien berhasil bangun setelah koma satu tahun.." ucap nya,
"Kami akan berusaha untuk membuat dia sembuh" ucap nya
"Gue lumpuh.. gue bisu.. dan wajah gue rusak..!! kenapa ga mati aja gue!! kenapa jadi begini..!! Lalu Dhira? apa dia hidup? Fadly? bagaimana dia?" ucap nya dalam hati.. air mata nya membasahi pipi..
"Hidup ku berantakan karena Leo! karena Dhira!!! lihat saja nanti aku akan membalas nya, jika aku sudah benar-benar sembuh!!" batin nya.. Andin menjerit dalam Diam..
"Bawa saja dia ke luar negeri lakukan pengobatan pada nya, hingga dia sembuh, bi sari dampingi Andin sampai sembuh, lakukan operasi plastik bila perlu, Saya ingin putri ku kembali sembuh dan dia bisa membayar orang-orang yg membuat nya celaka mendapat balasan nya" ucap ibu Andin.. "Baik nya.. saya akan membawa Non Andin ke luar negri" jawab nya..
Malam itu juga Andin di berangkatkan untuk melakukan pengobatan, dan mengoprasi wajah nya yg rusak, "Aku ingin mengganti identitas ku dengan wajah ku yg baru nanti" batin nya...
......................
"Kau yakin, kau akan kembali pada Leo? kau sudah yakin pada nya?" tanya Ryan.. Dhira mengangguk .. "Aku yakin.. aku ingin menepati janji ku pada putri ku, dan aku ingin membuat Rey bahagia!! aku yakin aku akan memberinya kesempatan ke dua!!" ucap Dhira..
"Hanya sekaki saja Ra.. jika Leo melakukan hal yg sama, kesalahan yg sama lagi kau berpaling lah pada ku!!" ucap Ryan.. "Aku tidak bisa menghalangi mu, entah kenapa aku bisa memiliki perasaan pada mu Dhira.. tapi aku tahu kau. masih mencintai Leo.." ucap nya
"Kak Ryan jangan berharap apa pun pada ku, kau lelaki yg baik, pasti banyak yg menyukai mu di luar sana" batin Dhira..
"Aku mengerti Ra... aku tidak akan merebut mu, aku akan menjaga mu dan menjadi bayang-bayang mu.." ucap Ryan..
Rizal mendengar pembicaraan mereka, "Aku yakin nanti akan ada wanita yg bisa merebut lagi hati mu Ry, biarkan Dhira bahagia!!" batin nya.. "Aku salah mempertemukan mereka" ucap nya sendiri..
"Om tidak salah, waktu yg salah, Ryan hadir di saat Tante Dhira terluka, Kal yakin.. Sebenar nya tante Dhira juga memiliki perasaan yg sama, hanya saja dia tidak bisa membalas perasaan Om Ryan..". jawab Kalila, yg tiba-tiba saja ada di belakang nya,
Rizal menoleh, "Sejak kapan kau di sini?" tanya nya "Dari tadi aku di sini!! memperhatikan mereka!!" jawab nya.. "Om Rizal jangan suka bicara sendiri!!" ucap nya sambil berlalu..
"Heh bocah.. kau tidak sopan!!" ucap Rizal..
Kalila mendelik.. "om jangan panggil aku bocah, sekarang aku sudah kuliah.. aku sudah 19 tahun.. ayolah om..!!" ucap nya kesal.. Rizal hanya tertawa... "Kau sama seperti fany" batin nya. "Awas ya om.. jangan sampai jatuh cinta pada ku!!" teriak Lila..
Rizal berbalik... "Jatuh cinta!! pada bocah seperti mu? tidak akan.. aku seharus nya jadi Ayah mu, bagaimana bisa aku nanti jatuh cinta? kau yg awas jatuh cinta!!" teriak Rizal meninggalkan Kalila.. "Ish.. awas kau om!!" teriak nya..
**Bersambung**