
Marcel berlari memeluk Mai, terlihat Mai yg masih menangis.. Ia memeluk nya erat.. "Ada apa..? apa yg terjdi Mai..?" tanyanya perlahan, ketika melihat Mai sudah sedikit tenang..
"Mas... Dika celaa gara-gara aku... seharus nya tadi..!! tadi aku...!!" ucapan nya terhenti.. Mai kembali menangis..
Marcel mengelus rambut Mai,.. "Sudah, tidak usah di katakan jika kau masih belum tenang.." ucap nya, Mai menangis di pelukan Marcel.. "Sebenar nya apa yg terjadi Mai..?" batin nya..
"Ayo kita temui dulu Anak-anak.. mereka melihat kejadian tadi..?" tanya Marcel..
Mai mengangguk.. "Iya, terutama Valen.. dia terlihat terkejut dengan semua ini.." jawab Mai.. "hmm... ya sudah, Ayo sekarang kita temui dulu mereka, biar pengasuh mereka membawa anak-anak pulang.. kau dan aku tetap di sini.." ujar Marcel,. "Baiklah mas..!! Maaf kan aku..!!" ucap Mai, Marcel terdiam.. mereka mencar Sherin dan Valen ke ruang Anak..
Dari kejauhan, Marcel memperhatikan Valen yg hanya terdiam.. berbeda dengan Sherin, Dia terlihat asik bermain.. Marcel dan Mai menghampiri mereka.. "Valen..!!" panggil Mai, tapi Valen diam, dia tidak menjawab, atau pun menoleh ke arah Mai..
"Valentina..?" panggil nya lagi, Mai berusaha menahan air mata nya.. dia berusaha untuk mendekat pada Valen.. Mai memeluk nya, dia tau putri nya terkejut, dengan apa yg dia lihat.. "AGHHHHHHH....." Valen tiba-tiba saja menjerit ketakutan, ia menangis dan berlari menjauh dari Mai..
"Va... Valen...!!! kau kenapa nak..?" ucap Mai terkejut, ia mengejar Valen yg bersembunyi di balik pintu.. "Bunda jahat... kenapa Bunda, mendorong papa.? itu pap Valen Bunda.." teriak nya.. Mai menangis mendengar nya..
"Valen.. maafin Bunda... maafin Bunda," ucap Mai terbata.. tapi Valen berlari keluar.. Marcel melihat nya, "Sherin.. tunggu di sini, Ayah harus mengejar Valen,..!!" ucap nya, Shrin menganguk.. ia mendekat pada Mai yg menangis..
Valen berlari di lorong rumah sakit.. "Bund jahat... Bunda jahat...!!!" ucap nya sendiri.. Dari ujung lorong sana, terlihat Leo dan Mawar yg baru saja datang.. mereka pun mencari keberadaan Mainaka..
Buuk.... Valen menabrak kaki Leo.. ia terjatuh di hadapn Leo.. Leo menghaampiri nya,.. Va-valentina..!!" ucap ny terbata.. Ia langsung menggendong Valen.."Ini siapa yah..?" tanya Mawar.. "Keponakan ayah..!! dia anak dari Adik nya Bunda nya Reyka.." jelas nya..
"Valen.. di mana bunda..?" tnya Leo, sambil menggendong, Valen,.. Valen hanya menunjuk jalan yg tadi di lalui nya.. "seperti nya Mai di ruang Anak.. Mawar kau tunggu di sini, ayah harus mencari nya dulu.." ucap nya, Mawar hanya mengangguk..
Leo menggendong Valen mereka juga mencari Mai, setiba nya di sana Valen menunjuk pada tempat Mai dan Sherina.. terlihat Marcel yg baru juga masuk, lewat pintu yg lain nya, Leo menghampiri mereka..
"Aku tidak menemukan nya..!!" ucap Marcel, Mai terlihat bingung dengan semua nya,.. "Mainaka...!!!" panggil Leo yg datang menggendong Valen.. Mai menoleh ke asal suara itu.. "Va.. Valen..." ucap nya tangis nya pecah, saat melihat Valen di gendong Leo..
Ia segera mengambil dan menggendong nya.. Marcel menatap pada Leo.. "pak Leonardo Mahesa..?" ucap nya,.. Leo menoleh, ia terlihat mengingat sesuatu.. "hm.. Marcel cadra dinata.." jawab nya.. Marcel mengangguk... mereka lalu berjabat tangan... sambil tersenyum...
**BERSAMBU**