NADHIRA

NADHIRA
bab 166: Pulanglah Bunda (season 3)



Leo keluar dari mobil nya dan berlari.. tangan nya menjambak Rambut nya sendiri.. melihat rumah itu terbakar habis, Semua yg ada di sana, tidak mengira ini akan terjadi.. "Nad.... Nadhira...!!!" panggil Ryan...


Sandy berlari ingin mendekat dan masuk kedalam kobaran Api, tapi Rizal menahan nya, "Jangan masuk San, berbahaya...!!!" ucap Rizal.. Dika tidak percaya semua ini terjadi begitu cepat


Dhira kehilangan kesadaran nya, Dada nya terasa terbakar, "Sakut..!!" rintih nya.. "Kak aku akan menolong mu, bagaimana pun cara nya" ucap Velia berusaha menguasai tubuh Dhira membuat diri nya tidak kehilangan kesadaran,..


Velia membawa tubuh Dhira berjalan terhuyung -huyung..


Dia melihat Leo di depan nya.. Velia tersenyum.. "Aku bisa menolong kak Dhira" ucap nya.. Velia berjalan perlahan tapi tubuh Dhira tidak kuat untuk menahan nya, dia tidak bisa mendekati leo..


"ABANG.... ABANG LEO...!!" panggil nya, Leo mendengar suara rintihan di belakang nya, dan menoleh... "Nad...!!! NADHIRAAA!!!" teriak nya semua orang terkejut mebdengar jeritan leo..


Uhhuk... dia memuntahkan darah segar.. Lalu tersenyum pada Leo... Dhira ambruk di depan Leo.. "Dok-Dokter Leo.. aku sudah selesaai, orang-orang jahat itu sudah mati..!!" ucap nya ketika Leo memeluk tubuh nya.. Dhira menutup mata nya..


Leo menangis sejadi nya, "Tidak jangan pergi... jangan tinggalkan aku.." ucap nya, Sandy berlari menghampiri Leo..


"Tenangkan Diri mu Le..!! Le sadarlah...!!!" ucap sandy..


Sandy memeriksa tubuh Dhira.. "Dia masih hidup...!! Dhira masih hidup, nadinya lemah..," ucap sandy berupaya menyelamatkan Dhira..


Dika dan Ryan memeriksa mobil yg di pakai Andin.. mereka menemukan bekas suntikan di sana, Dika membawa nya sebagai barang bukti.. "Kita harus membawa nya ke rumah sakit Le!!" teriak sandy panik..


Leo langsung menggendong Dhira. membawa nya ke mobil dan segera meninggalkan tempat itu, sementara Ryan dan Rizal memeriksa tempat yg terbakar itu dan menemukan mayat yg terbakar.. "Andin dan Fadly sudah tewas terbakar.." ucap Dika yg melihat mayat mereka.. "semua nya sudah selesai" batin nya..


"Bundaaa..!!" teriak Ray.. senang melihat bunda nya datang.. Dhira menangis, melihat putrinya yg dia rindukan,


"Ray...!!"Lirih nya memeluk anak itu.. Ray tersenyum..


"Bunda, bunda tidak boleh ada di sini.. bunda harus pulang..!! Rey menunggu bunda!!" ucap Ray.. Dhira menangis.. "Bunda ingin bersama mu Ray.. Rayna ga kangen bunda? bunda kangen Rayna!!" ucap Dhira..


"Ray kangen bunda , Tapi Rey lebih butuh bunda.. bunda harus pulang , belum waktu nya bunda ada di sini... kalau bunda tidak pulang Rey akan sedih.." ucap nya, "Bunda... Ray sudah bahagia di sini... , Ray ingin bunda juga bahagia, bunda ga boleh menangis lagi ya bun..!! bunda ,ayah dan Rey harus bahagia, kalian harus bersama selama nya, Ray akan selalu ada di hati bunda" ucap nya.


"Bunda tidak boleh sedih lagi ya bun, mulai sekarang bunda harus selalu bahagia..!!" ucap nya, sebelum Ray menghilang..


"Ray... Ray..." ucap Dhira.. dia mengigau.. Leo ada di samping nya..


"Buka matamu Ra..." ucap leo, dia menggegam tangan Dhira..


"Tenang le... Dia sudah melewati masa kritis nya, untung saja Racun nya tidak menyebar, kita masih bisa menyelamatkan nya" ucap Sandy..


"Beruntung Dika menemukan botol racun itu di mobil Fadly, jadi kami langsung memberinya penawar, semua nya sudah berakhir Le.. Fadly dan Andin sudah mati, mereka ada di dalam rumah yg terbakar itu.." ucap Sandy..


"Kau bisa tenang sekarang" ucap nya lagi... Leo mengangguk...


**Bersambung**