
Marcel menatap malu pada Mai, "ya tuhan cell. kenapa bisa begini, apa kau tidaa lihat tadi warna sepatu apa..?" batin nya"pantas saja semua orang melihat aneh pada ku tadi..!!"batin nya dia menutup wajah nya,..
Mai menahan tawa nya, "ehm... pak marcel, saya perlu mendiskusi kan masalah lain, bisa kta ke ruangan bapak..!!" ucap nya, untuk menghilang kan rasa malu marcel,.. dia mengangguk.. "baik lah ayo..!!" jawab nya, gmereka berdua bergegas ke kantor marcel,
"kalian jika ingin tertawa, tertawa saja, tapi setelah saya pergi dari sini,.!" ucap nya,, yg lai nya hanya terdiam,..
marcel sedikit berlari, menuju kantor ya, setelah sampai di sana dia menutup pintu nya keras,.. sehingga mai terkejut,..
marcel memicing kan mata nya, "jika kau ingin twertawa, tertawwa saja,..? aku sudah terlanjur malu, pada seluruh karyawan ku,.." ucap nya,.. mai terdiam,.. "lagi pula kenapa bisa salah si cel..? cepat ganti sepatu mu, sebentar lagi kita ada rapat,..!!" ucap mai,..
Marcel segera mengganti sepatu nya, wwajah nya benar-bwenar terlihat sangat merah,.. "kau kenapa cell? kau sakit?" tanya Mai,. marcel tetap tidak menjawab, wajah nya semakin memerah,..
Mai menghampiri nya, dia menyentuh dahi marcel, "kau demam..!! apa sebaik nya kita pending dulu rapat nya, sebaik nya kau istirahat.. apa kau begitu malu perkara sepatu,hingga kau demam begini..?" ucap Mai,..
Marcel tetap diam,.. "aku memang tidak enak badan saja, kau saja yg rapat mewakili aku, aku akan istirahat di sini saja..!!" ucap nya, Mai mengangguk,. "baiklah cell.. aku pergi sekarang, nanti aku suruh ob untuk mengantar kan obat untuk mu,..!!" ucap nya,.. Marcel mengangguk,.. mai pun pergi dari ruangan itu,..
"kau memalukan marcel, gara-gara sepatu kau sampai demam.. lagi pula kenapa aku bisa salah pakai sih,.. aku tadi memikir kan apa hingga aku salah mengambil seperti ini,..!!" batin nya, "aku tidak akan ceroboh lagi seperti ini...!!" ucap nya sendiri,..
Mai sudah selesai rapat, dia kembali ke ksntor membawa kan obat untuk marcel, dan juga makanan,.. dia yakin marcel belum makan siang, "aku yakin, dia terlalu malu, untuk keluar,.." batin mai bergegas masuk ke dalam..
Mai tertawa,.. "ayo lah pak marcel, kau masih memikirkan itu,? lupa kan lah pak, itu ketidak sengajaan,..!! lagi pula karyawan lain juga mungkin sudah melupakan..!! tapi kenapa pak marcel bisa lupa memakai sepatu..?" tanya nya
"saat bersiap tadi aku berbincang dengan Sherina, dia berkat ingin kau menjadi ibu nya,.. aku tidak fokus dan tidak melihat, jika aku salah pakai..!!" jawab nya, Mai terkejut, mendengar nya, "dia itu bicara seperti itu apa tidak di fikir dulu..?" batin nya..
"Sherina ingin kau menjadi ibu untuk ya? kau mau..?" tanya marcel,.. mai terdiam,.. "heh, kau bertanya seperti itu apa tidak salah, kau meminta seorang wanita untuk menjadi ibu anak mu, semudah itu.?" ucap mai,..
"kenapa? aku serius mengatakan itu?" jawab nya, mai terlihat kesal, "jika aku menjadi ibu Sherina, berarti aku harus menikah dengan mu..? begitu..?" tanya nya,.. "iya udah, tinggal menikah,.. wel you merry me?" tanya marcel,
mai memutar mata malas, "ya tuhan, aku kesal sekali,..
aku tidak mau menikah dengan mu, aku tidak mencintai mu..?" ucap nya. marcel mendekati nya wajah mereka twerlalu dekat.. "kalau begitu cintai aku,.. setelah itu kita menikah...!!" bisik nya,.. mai menatap mata nya, "AKU TIDAK MAU PAK MARCEL...!!!" ucap nya semakin kesal...
Mai meninggal kan ruangan marcel, "semudah itu dia meminta ku menikah, seperti membeli sebuah sepatu, dia suka lalu bayar dan dia memiliki nya,.. mungkin otak nya sudah terganggu gara-gara di salah pakai sepatu.. tadi pagi.." ucap mai geram
**bersambung**