NADHIRA

NADHIRA
bab 287: aku mau putus.. [bag2]



Mawar terbangun dari tidur nya, terpaksa Rey memberi nya obat tidur pada nya malam itu, agar mawar bisa tidur dan menenangkan fikran nya, "aku di mana...? ini bukan kamar ku..!!" ucap nya sendiri,


Mawar hendak keluar, dia melihat Rey yg tertidur di lantai, menjaga nya semalaman,.. "reyka..!!" lirih nya, rey terbangun mendengar suara mawar yg memanggil nya, "kau sudah bangun..?" tanya Reykadengan suara serak nya,


Mawar hanya terdiam.. Rey menatap nya, dia memeluk mawar, "syukurlah kau sudah lebih tenang,..!!" ucap Reyka,


"aku mau putus..!!" ucap mawar, Rey terkejut mendengar ucapan mawar, "putus..? kenapa..!!" jawab rey tenang,. Dia sudah menduga mawar akan mengatakan itu,..


"aku tidak pantas untuk mu, aku tidak suci lagi, apa yg akan dan harus banggakan pada mu,.. aku wanita tidak berharga untuk mu,..!!" jawab nya, mawar menangis, menutupi wajah nya,


Rey menatap sendu "aku tau itu, aku tau semua nya, mawar, itu bukan salah mu, aku tdak peduli kau itu bagaimana,.. aku akan membalas orang yg menyakiti mu, aku dan ayah akan menangkap mereka kembali, kau jangan pernah melakukan hal aneh yg akan melukai diri mu sendiri,.. aku tidak peduli kau itu bagaimana, aku tidak pernah peduli, kau tetap wanita yg baik yg ada di hidup ku, kau wanita pertama dan terakhir untuk ku, mau bagimana pun keadaan mu.. jangan pernah berfikir untuk meninggalkan aku,.." ucap Rey.


"aku tau kau di jebak, aku tidak menyalah kan mu, kau tidak sadar melakukan itu, aku akan membuktikan itu, aku tidak peduli keadaan nya, aku akan menjebloskan mereka ke dalam penjara lagi," ucap Rey, dia memeluk mawar,


mawar menangi di pelukan Rey, "tinggalah di sini, jangan pulang ke rumah mu, aku dan ayah akan membereskan masalah ini..!! kau akan aman di sini, Andreas tidak tau tempat ini,.." ucap Rey,..


Leo masuk ke dalam kamar itu, dia langsung memeluk mawar, "keapa kau tidak memghubungi ku, sudah aku katakan jika terjadi sesuatu cepat hubungi kami,.. jangan memendam nnya sendiri, kau tidak sendirian, kami di sini..!!" ucap Leo,


"Ayo sekarang turunlah, dan makanlah sesuatu, kau pasti tidak memakan apa pun berhari-hari.. setelah itu, kau harus menceritakan semua nya pada kami,.. agar kami bisa membantu mu,..!!" ucap Leo,..


Mawar mengangguk.. rey menuntun nya turun dan mereka makan bersama,.. "aku harus menghajar laki-laki brengsek itu.." ucap Rey,.. Leo menggelengkan kepala nya, "sudah ayah katakan, kau jaga mawar saja, jangan main fisik jika kau tidak ingin celaka,.. orang seperti itu harus kita tangani dengan mmakai otak, bukan emosi.." jawab Leo,.,


"ayah peringatkan sekali lagi, jangan mengambil tindakan apa pun tanpa memberi tau ayah,.." ucap Leo tegas.. Rey terdiam..


"temani mawar, pastikan dia aman,.." ucap Leo sebelum dia berangkat ke kantor,.. Rey mengangguk..


sesampai nya di kantor, "cari tau orang yg bernama ANDREAS ROBERTO,.. DAN AYAH NYA GILBERT ROBERTO, SEMUA TENTANG KELUARGA PERUSAHAAN DAN KEHIDUPAN MEREKA, SEMUA NYA HARUS KAU LAPORKAN PADA KU..'' ucap Leo, pada sekertaris nya Alivia, "baik pak.." jawab nya,


"satu lagi, jangan sampai ada yg tau saya menyuruh mu ini,..!!" ucap nya,, Alivia mengangguk,, dan pergi meninggalkan Ruangan Leo..


"Aku harus mendapatkan informasi dulu tentang mereka, agar aku tahu kelemahan mereka,.." batin nya, "bagimana pun aku harus mendapatkan keadilan untuk mawar.." fikir nya,


Leo menghela nafas panjang, "nad, anak mu itu, sudah sama seperti mu, sifat pemarah nya turun dari mu,..!" batin Leo ketika melihat foto nadhira yg terpajang di meja kerja nya,.


"Selamat datang kembali ayah ibu, di rumah,..!!" ucap Andre pada Gilbert dan Ferolin.. mereka tertawa puas,.. "akhir nya kami bebas dari penjara busuk itu,.. hahaha...!!!" ucap Gilbert puas,


"kau hebat, tidak perlu waktu lama kau membebaskan kami,,"


ucap Ferolin.. Andreas tertawa bersama-sama,.. "aku sudah membalaskan dendam kalian ayah...!!" jawab nya, tapi ada sesuatu g mengganjal perasaan nya,.


"tapi kenapa kita di sini..? kenapa kita tidak kembali ke rumah milik Gracia,.. seharus nya kau mengusir nya ke jalanan,.." ucap Ferolin.. Gilbert tediam.. "sudah lah bu, biarkan dia menimati harta orang tua nya, rumah itu memang milik nya, kita sudah mmbuat hancur hidup nya, sudah cukup... dia akan mati sendirian di rumah itu, Bi tia juga sudah kembali untuk melayani kita,.. biarkan dia meratapi diri nya hingga dia meninggal..!!" ucap Gilbert.. farolind terdiam...


Andreas terdiam.. "ada apa dengan ku, persaan ku aneh sejak kemarin, orang tua ku sudah bebas, tapi perasaan ini tidak hilang, apa aku terlalu kejam pada Gracia,..? dia sebenar nya tidakmelakukan kesalahan,..!!" batin Andre,


Feroli memerhatikan nya, "ada apa..? kenapa kau melamun Dre,,..? jangan bilang kau menyesal melakukan itu,...!!!" ucap Ferolin.. andre mengeleng,.. "tidak bu, aku hanya lelah, itu saja.. mana mungkin aku menyesal, Gracia pantas mendapatkan itu, dia sudah memenjara kan kalian.." jawab nya,.. memungkiri perasaan nya,.


Andre pamit untuk beristirahat di kamar nya, sis termenung sendiri.. "apa yg ku lakukan itu benar,..? bagaimana keadaan nya sekarang,..!!" batin nya, dia memikir kan mawar..


"aku terlalu jahat pada nya, seharus nya aku tidak melakukan itu, bukan begitu caranya untuk membalas dendam..!!" batin nya.. Andreas termenung sendiri,.. "dia tidak bersalah,.. tapi ayah dan ibu ku.. aku tidak bisa membantah mereka..!! bagaimana jika terjadi sesuatu pada nya,.. !!" batin nya..


Andre memukul-mukul kepala nya, "sudah lupakan dia Dre, yg kau lakukan itu sudah benar, Gracia pantas mendapat kan itu, dia sudah memenjarakan ayah dan ibu mu.." ucap nya sendiri..


"GILBERT ROBINSON, beliau dulu pernah kalah tender saat melawan pak Dika dulu, hingga saat ini perusahaan yg di pimpin nya mengalami kemunduran pak, bisa di katakan bangkrut,.." ucap Alivia,


"sementara anak nya ANDREAS ROBINSON,.. dia masih kuliah semester akhir, beberapa waktu lalu.. pak gilbret dan istri nya di tahan, karena memalsukan urat wasiat dan tunduhan pembunuhan, tapi baru-baru ini mereka di bebaskan,.. karena korban tiba-tiba saja mencabut tuntutan nya..!!" jelas Alivia..


"aku tau, Andreas melakukan nya untuk membebaskan mereka..!! aku tau langkah apa yg harus aku lakukan untuk mereka..!!" batin Leo..


"Baiklah, hubungi pak Gilbert.. katakan pada nya jika CEO dari MAHESA GROUP ingin bertemu dengan nya,.. buat janji dengan dia, secepat nya,." ucap Leo, Alivia mengangguk..


"mereka tidak akan mengenal aku, aku akan mengambil jalan yg yg mereka yidak pernah duga, sebelum nya.." ucap Leo sendiri,


**BERSAMUNG**