
Mainaka sibuk menyiap kan makan malam di dapur nya, dia tidak mengetahui jika Valen dan Marcel baru saja datang, dan berada di belakang nya, Sementara Sherin asik bermain bersma pengasuh nya
Marcel mmemeluk nya dari belakang.. "hari ini kita makan apa Mai..?" tanya nya, Mai tersenyum.. "aku akan membuatkan makanan kesukaan anak-anak... dan dirimu mas..!!" jawab nya, Marcel tersenyum.. "Baiklah, lanjut kan pekerjan mu, aku akan melihat Sherina..!! aa di mana Dia..?" tanya nya..
"Sherin tadi marah,karena kau tinggal kan..!! sekarang dia di ruang keluarga bersama pengasuh nya..!! setelah aku tenang kan karena dia menangis tadi.." jawab Mai.. "Hmm baiklah, aku akan menghibur nya.." jawabb Marcel, diaa segera menghampiri Sherin..
Marcel pergi menuju ruang keluarga itu.. Tapi dia tidak menemukan Sherin dan juga pengasuh nya,.. "Di mana Sherin..? Sherin.. Sherinaaa...!!!" panggil nya, Ia terus mencari nya, hingga ke kamar tidur Sherin, tapi ia tidak menemukan nya di mana pun..
Marcel berlari, menghampiri Mai,.. "Mai di mana Sherina..? dia tidak ada di mana pun.." tanya nya panik.. "Ti-tidak ada bagaimana..? tadi aku baru saja melihat nya di ruang keluarga, sebelum kkau datang..!! lalu pengasuh nya..!! di mana mbak irma.. apa dia juga tidak ada..?" tanya Mai mulai panik..
Ia berlari mencari Sherina.. k seluruh ruangan yg ada di rumah itu.. "Sherin... sherin...!!" terik nya, Mai berlari mencari keluar rumah itu,.. sementara Marcel mencoba mengecek rekaman CCTV yg ada di rumah itu..
Marcel melihat sebuah mobil yg tiba-tiba saja berhenti di depan gerbang rumah nya, sesaat sebelum, dia dan Valen pulang, terlihat seorang wanita keluar dari mobil itu.. "Cl.. Clara...!! Sherin di bawa Clara.." batin nya..
Marcel ergegas berlari mengambil kunci mobil nya berniat mengejar Sherin dan mencari nya ke Apartemen Clara.. "Apa yg dia lakukan..!! diam-diam membawa Sherina...!!!" teriak nya..
Mai melihat Marcel keluar dan bertanya.. "Mas kau mau kemana..? apa Sherin di temukan..?" tanya Mai semakin panik.. "Sherin di bawa oleh Clara,.. kau tunggu saja di sini.." jawab nya.. Marcel segera pergi menyusul Clara..
Ia bergegas masuk, walau pun lngkah nya terasa berat, tapi ia memaksa kan diri nya untuk menjemput Sherina di sana..
Marcel naik menuju unit yg dia tuju, hingga ia berdiri di depan sebuah pintu, yg bernomor 671 itu.. Dengan ceat Dia menekan Bel pintu itu..
Tidak lama kemudian, sseseorang membuka pintu nya.. "Akhir nya kau datang juga..!! aku sudah lama menunggu kedatangan mu.." ucap Clara tersenyum puas... "Di mana Sherin..? di mana dia..!!!" teriak Marcel..
Ia segera masuk ke dalam, mencari Sherina.. "Tidak usah berteriak, dia sedang tertidur, karenaa kelelaan bermain bersama ku..!! dia cerita Ayah nya lebih menyayangi Adik tiri nya, dari psda da, buktinya kau lebih mengajak anak itu pergi, dan tidak mengajak Sherin..!!" ucap Clara tersenyum puas..
"Cel.. kau harus lebih memperhaikan puttri kandung mu..!! bukan anak orang lain.. jika tidak ingin Sherin, jatuh hak wali nya pada ku...!!" ucap Clara..
"kau itu bicara apa..? aku tidak mengerti dengan ucapan mu.. dengar Clara.. kau yg tidak menyayangi Sherin.. kau yg meninggal kan dia.. kau lebih memilih karir mu, bukan anak mu.. sekarang, kenapa kau ingin mengambil Sherin dari ku.. kau tidak ingat. di depan gedung ini, kau memberikan Sherin pada ku..? kau membuang nya... sekarang apa yg kau lakukan.. mengambil hak asuh nya..? langkahi dulu mayat ku..!! jika au ingin mengambil nya..!!" ucap Marcel
Ia bergegas membawa Sherin, dan menggendong nya,.. dia menatap pada irma.. "kau di peca" ucap nya.. pergi berlalu meninggal kan mereka di sana..
BERSAMBUNG