NADHIRA

NADHIRA
bab 278: Hanya aku yg tidak tau..!!!



Leo membawa Dhira ke rumah sakit harapan.. dimana tempat sandy bekerja .. sesampai nya di sana, dia segera, membawa Dhira.. "Le ada apa..? apa yg terjadi..? kenapa Dhira..?" tanya Sandy ketika melihat leo membawa Dhira dan berlari panik,


"Tolong dia san,.. tolong selamat kan dia..!!" ucap leo terbata, Sandy melihat ada yg tidak beres yg di sembunyikan oleh Dhira dan Leo.. "cepat bawa dia ke ruang UGD... tangani dia .." teriak Sandy, para perawat pun berhamburan segera menangani Dhira..


"Ada apa..? ceritakan pada ku,? dia kenapa?" ucap Sandy, "bagaimana aku bisa menangani nya, jika aku tiddak tau riwayat penyakit nya...? Leo katakan Nadhira kenapa?" teriak Sandy


Leo terdiam.. "Menginitis.. Dhira terkena mennginitis, akibat luka di kepala nya, dan cedera nya yg dulu.. seharus nya dia di rawat oleh Farhan tapi dia tidak mau, dia lebih memilih tinggal sendiri di sini, dan merahasiakan penyakit nya pada semua orang, aku menngetahui nya baru-baru ini.." jelas Leo..


Saandy terkejut, "menginitis, bukan penyakit yg bisa di abaikan, jika dia ingin sembuh, dia harus mau di rawat intensif di sini, jika darah terus keluar dari hidung dan telinga seperti itu, tanda nya virus nya telah menyebar ke pembuluh darah bagian dalam.." ucap Sandy,


Leo terdiam.. "aku mengerti San, tolong selamat kan dia, atau biarkan aku ikut merawat nya di sini, aku ingin terus ada di dekat nya, bisakah aku menjadi Doktter pribadi unntuk nya.. aku mohon San,,!!" ucap Leo..


"aku akan bicarakan dulu dengan direktur utabma rumah sakit ini, karena kau pernah bekerja dan memng seorang dokter aku rasa kau akan di izin kan." jawab nya, "aku akan masuk ke dddalam untuk mengobati Dhira.. Le.. kembali lah pada nya, kita tidak akan tau, sampai kapan dia akan bertahan.." ucap Sandy, Leo terdiam dia sudah tidak kuat lagi menahan berat tubuh nya,


Leo tersungkur di lantai, memeganngci kepala nya, dia sudah tidak bisa lagi berdiri tegar, "takdir kenapa begitu kejam pada kami, andai saja aku mati dulu, mungkkin aku tidak akan merasakan rasa sakit karena kehilangan nya, aku tidak akan merasakan kehampaan bila dia tiddak ada lagi di sisi ku, jika takdir inngin merebut nya dari ku, kenapa harus aku yg terus merasakan nya, kehilangan orang-orang yg aku cintai, dan berarti di hidup ku sekali saja, tolong buat kami bbahagia, kami suda h berusaha untuk mengubah jalan takdir kami masing-masing... sekian kali nya, tapi takdir juga yg mempertemukan kami, tapi kenapa takdir juga yg memisahkan kami..?" batin nya,Leo menangis dalam diam..


"Tuhan tolong, jangan ambil dia.. aku memohon pada mu,..!!" bain nya,


Leo tetap pada posisi semula, dia masih menunggu Sandy keluar untuk memastikan kondisi Dhira, "kenapa lama sekali..? apa yg terjadi di dalam.." batin nya, tenaga nya seolah sudah habis dia hanya menatap hampa pada pintu ruang UGD..


"Ayah..!!" panggil seorang anak kecil yg tiba-tiba saja ad di sebelah nya ikut duduk bersila di samping nya, Leo menoleh pada nya, "Rayna...!!!" jawab nya.. Rayna tersenyum..


"bangun ayah, jangan duduk di lantai,..!!" ucap nya lalu membantu Leo berdiri dan duduk di bangku ruang tunggu di sana,


"Ayah, apa bunda, boleh ikut dengan Ray..? apa Ray boleh mengajak bunda..?" ucap nya, leo hanya menatap nya, "jika kau membawa bunda, ayah tidak bisa hidup, ayah belum siap bila bunda pergi bersama Ray, ayah masih membutuhkan bunda, ayah belum membahagia kan nya, lalu bagaimana dengan Reyka, dia juga masih membutuhkan bunda nya, Ray tiddak bisakan kau tidak mengajak nya, sembuhkan bunda mu Ray, ayah tidak bisa melepas nya,,..!!" jawab leo menangis..


"ayah tidak bisa Ray, maaafkan ayah, ayah tidak bisa melepaskan bundda, ayah tiddak bisa hidup tanpa bunda, biarkan bunda di sini bersama ayah dan dan reyka.. kami masih membutuhkan nya ray,, kami tidak bisa bila dia tidak ada..!! tolong jangan bawa dia..!!"ucap leo terbata..


"Jangan menangis ayah .. Ray tidak mau melihat ayah menangis, rayna tidak mau lihat ayah dan reyka menangis, Rayna akan mengalah.. rayna tidak akan membawa dan mengajak bunda sekarang ayah, tapi Ray pasti akan sendirian lagi.. biarlah ayah, Ray tidak ingin melihat ayah dan Reyka sedih.." ucap nya,


Leo menatap sendu pada Rayna, dia memeluk putri nya itu, "maafkan ayah, karena ayah membuat mu kesepian tapi ayah benar-benar tidak bisa melepaskan bunda... maafkan ayah Ray.. karena ayah kau harus begini..!!" lirih nya,


Rayna tersenyum.."Ray tidak menyalahkan siapa pun ayah, ray bahagia di sana, ayah bahagiakan bunda dan jangan meninggalkan nya lagi ya ayah.. jika sudah waktu nya tiba Ray akan menjemput bunda , tapi tidak sekarang.. Ray akan meminta pada Tuhan, agar bunda, bisa kembali padaa ayah.." ucap nya sebelum mennghiang..


Leo tersadar dari lamunan nya,.."Le.. Leo..." panggil sandy, dia menepuk-neepuk bahu nya, sandy sudah berada di samping nya dengan khawatir dia memandang Leo, "kau tidak apa-apa..?" tanya nya..


Leo menatap nanar pada sandy, dia mencoba menguasai diri nya, "Bagaimana Dhira..? bagaimana keadaan nya?" tanya Leo ketika sudah sepenuh nya Sadar,. Sandy menatap nya aneh.. Leo seperti tidak Sadar dengan apa yg dia lakukan..


"Dhira sudah melewati masa kritis nya, tapi dia harus di rawat di ruang ICU ,mulai besok dia harus terapi radiasi dan antibiotik untuk membunuh virus nya, syukurlah Dhira bertahan dalam keadaan nya yg kritis tadi, ddan diektur utama sudah mengizinkan kau yg akan merawat nya hingga dia sembuh..!!" ucap sandy,


"jika terjadi sesuatu yg seperti ini lagi, tolong beri tahu aku, bagaimana pun aku ini kakak ipar nya, hanya aku yg tidak tau apa-apa di sini.." ucap sandy, Leo mengangguk.. "maafkan aku.." ucap nya,


"kami masih harus memantau keadaan nya, karena takut pendarahan nya terjadi lagi, tapi jika sampai besok pagi Dhira sudah tidak mengalami pendarahan, baru bisa di katakan keadaan nya sudah baik-baik saja, dan bisa melanjutkan ke terapi radiasi.. mulai hari ini dia harus di rawat intensif di sini.." ucap sandy tegas.. leo hanya mengangguk..


"terima kasih sudah bertahan Ra, dan ray terima kasih tidak membawa bunda mu pergi ikut dengan mu.." batin Leo


**BERSAMBUNG**