NADHIRA

NADHIRA
Bab 255:bisakah kau berjanji [bag 2]



Ndhira menatap hampa pada wajah Ryan "jadi ini keputusan mu, keputusan yg kau ambil kenapa? kau tidak pernah mengatakan apa pun pada ku, jika memang itu perasaan yg kau rasa kan, kita bisa bicara, kau tidak usah mencari pelampiasan, wanita itu, atau pun aku akan sama-sama terluka, mas, kau bukan anak kecil lagi, kau tidak bisa berbuat seuka mu," ucap nya


"sejak kapan wnita itu datang ke sini?" tanya nya Ryan terdiam,, "bau dua hari yg lalu, ketika aku baru saja keluar dari rumah sakit, dan kak rizal kembali ke apart nya, dia yg menghubungi aku dan dia merawat aku hingga aku lebih baik" jawab nya


hufft... dhira mengambil nafas panjang, dia tau hati nya terluka, "aku mengerti mas, kau tergoda oleh mnya karena dia memperhatikan mu? bisakah kau mengakhiri nya? aku masih istri mu, kau tidak bisa berbuat sesuka mu, bisakah kau berjanji pada ku, untuk meninggalkan nya,?"ucap nya,


"apa kau masih belum mengerti juga, aku mulai mencintai mu, kau tau aku kembali karena aku merindukan mu!! aku pergi bukan untuk meninggalkan mu, aku pergi untuk meyakinkan perasaan ku pada mu, memang nya cinta harus di ungkap setiap hari? teidak kah kau merasakan nya, hati ku!!!" ucap nya menangis..


"kau jahat mas, aku memang butuh waktu lama untuk menyadari itu, tapi kau dengan mudah nya, membawa wanita lain ke sini, dan dengan mudah nya kau memberikan hati mu? kau tega.. jadi apa mau mu sekarang?" ucap dhira.


Ryan menatap nya, "aku akan mencoba melepaskan nya aku ingin memperbaiki hubungan kita, aku tidak ingin kehilangan mu,aku akan mengakhiri nya, dengan renata, aku akan bicara pada nya,"ucap nya


tiba-tiba saja bel pintu itu berbunyi, Dhira hendak membuka nya, "mas Ryan kenapa kau berubah, apa wanita itu bisa merubah mu hanya dalam waktu sesingkat itu?" batin nya, dia berlalu untuk membuka pintu..


Dhira membuka pintu nya, dia terkejut melihat wanita yg berdiri di hadapan nya.. "sayang aku datang, aku membawakan yg kau minta!!" ucap nya, sibuk memperlihat nya barang bawaan nya,


"SAYANG KAU BILANG....? YANG KAU PANGGIL SAYANG ITU, SUAMI KU,!!!" ucap Dhira, wanita itu terkejut melihat Dhira yg berdiri di depan nya bukan Ryan.. Dhira menatap sinis pada nya, ingin rasa nya dia menjambak rambut wanita itu saat ini juga,


Ryan pun terkejut karena Renata yg tiba-tiba sajaa datang, "MASUK.. KITA BERTIGA MEMANG HARUS BICARA, BISAKAH KALIAN JUJURPADA KU!!!"ucap nya.. Renata, menatap padaa ryan, Ryan mengangguk.. mengizinkan dia masuk.


Nadhira menatap nya , "aku ingin kalian jujur pada ku? sejak kapan kalian berhubungan, apa kau mencintai suami ku?" ucap nya, masih bisa menahan kesabaran nya..


Renata menatap Ryan, mereka saling menatap..


"ayo jawab pertanyaan ku,?" ucap Dhira..


"aku dan dia sudah berhubungan lama, sejak kami masih di ITALIA.. aku dan dia bahkan sempat bertunangan"jawab nya menunjukan cincin nya pada Dhira,


"tapi tiba-tiba saja dia bilang , dia harus kembali ke Indonesia, dia pergi tanpa memberitahu ku, dan tanpa menyudahi hubungan kami, lalu aku baru-baru ini menyusul nya ke sini dan menemukan fakta bahwa dia sudah menikah dengan mu,.. aku mencari nya selama satu tahun aku di indoneia, aku mencari nya, dan kami tidak sengajabertemu di KLUB malam itu, saat aku mengantar nya pulang ke sini..." ucap nya


"Dan pada saat kau melihat ku mencium diri nya adalah pertemuan kedua kami. aku tidak menyangka bahwa kau akan datang ke sana, dan melihat semua nya" ucap nya tanpa rasa bersalah...


Ryan menunduk, dia bingung harusmejelaskan apa pada Dhira,


Ryan terdiam.. bingung,


"Ren, aku tidak bisa, aku tidak bisa melakukan itu, kau tau aku sudah menikah, aku tidak bisa meninggal kan nya" ucap Ryan,, Dhira hanya terdiam.. "kau mencintai nya?" tanya Dhira tiba-tiba


"aku sudah melihat isi surat mu, untuk Ryan, jika Ryan mau menunggu kau kembli dia akan menuggu, tapi jika di tidak mau menunggu bukankah kau meminta untuk menceraikan mu?" ucap Renata,


Dhira terdiam.. "ahh, jadi kau tidak mau menunggu ku? jadi kau berniat mencerai kan ku?" tanya Dhira..


"jadi kau lebih memilih nya?" tanya nya.. dia tertawa sinis,


"baiklah, jadi mas Ryan sudah mengambil keputusan itu, aku paham.. sudah bukan tempat ku di sini" ucap nya


Dhira berdiri, dia menunggujawaban ryan, tapi Ryan diam tidak memberi jawaban apa-apa.. "KAU HARUS MEMILIH, KAU PILIH DIA ATAU AKU?"ucap Renata, "pilih lah, biar istri mu tau, kau harus menjawab nya!!!"ucap nya lagi.


Dhira menatap nya, lalu dia tersenyum.. "tidak usah kau jawab, aku sudah tau jawaban nya, "bukan aku yg masih menyiman Leo di hati ku, tapi kau yg masih mwncntai perempuan ini, baiklah mas, huuuuft... aku pergi, aku menunggu surat cerai mu, buat mu pernikahan kita adalah permainan, tapi buat ku pernikahan ini segala nya, aku tidak akan lagi menganggu mu, dan untuk mu Renata, maaf karena aku mungkin yg telah merebut ryan dari mu, silahkan kembali pada nya" ucap Dhira


Dhir membereskan pakaian nya, dia menangis tersedu-sedu.."lagi-lagi aku gagal, semua orang yg aku cintai selalu menghianat aku, hidup ku memang penuh dengan kesialan,," batin nya.


Dhira berlalu membawa koper nya, Renata menggandeng tangan Ryan di depan nya, dhira menata nya, "cepat bereskan surat cerai untuk ku, dan menikah lah dengan nya" ucap Dhira, dia meninggalkan rumah itu, ryan tidak menghalangi nya,


Dhira berjalan hampa kaki nya lemas jika dia tidak menahan nya, mungkin saja dia tidak sanggup lagi berjalan, "kau tega, jadi wanita itu masalalu mu, kau lebih memilih nya, pantas saja kau tidak mencari ku, baiklah aku akan mengalah, aku tidak akan menghalangi mu, walaupun aku harus terluka" batin nya


Dhira menatap hampa menyesali yg seharus nya tidak dia sesali, dia berjalan maju kedepan tanpa melihat ke arah lain,,


memanggil taksi dan pergi dari sana, tanpa melihat lagi ke arah Ryan..


"Apa yg kau katakan, kau mengarang semua nya!!!" teriak Ryan pada Renata, Renata menatap sinis.. "bukan kah kau bilang ingin kembali pada ku? aku hanya membantu mu menyingkirkan dia, jika kau tidak kembali pada ku, kau yg akan menanggung semua nya.... jadi tinggalkan dia, dan nikahi aku!! kau tidak akan kehilangan perusahaan mu...." ucap nya


**BERSAMBUNG**