
Ryan berjalan gontai, hati nya bimbang, dia ragu dengan keputusan nya, dia tau Renata hanya menjebak nya, dia juga tau perasaan nya pada Dhira tidak akan berubah, dan tidak akan tergantikan,
Leo bergegas mencari Ryan, "kemana dia, dhira mencari nya," batin nya, dengan langkah cepat dia menyusul Ryan ke parkiran berharap dia masih ada di sana, "itu dia.. Ryan... tunggu.." teriak Leo dia menyusul nya, "tunggu dulu, kau mau kemana,? ayo temui dia, dia terus memanggil nama mu, ikut lah dengan ku..!!" ucap nya,
Ryan hanya memandang nya, "ayo.. ikut aku..!!" ucap Leo, menyeret Ryan, dan membawa nya ke dalam.. "kau masih sangat mencintai nya, lalu kenapa berpisah.. Ry, jangan mengorba kan perasaan mu untuk orang lain, terutama untuk ku, anku kembali ke sini, bukan untuk kembali pada nya, aku sudah mengikhlas kan kalian, jika Nadhira pada akhir nya mencintai mi, aku iklas melepas nya, walaupun aku tiddak pernah bisa melupakan nya, kau menyiksa diri mu sendiri, jangan buat aku merasakan bersalah pada kalian karena kehadiran ku hubungan kalian hancur seperti ini..!!" ucap leo saat mereka di dalam Lift.. Ryan hanya terdiam..
sampai lah mereka di ruang perawatan Dhira, "temani dia, tunggu dia hingga dia sadar, dari tadi dia mengigau kan nama mu terus.. leo keluar meninggalkan mereka, dia mencoba menenangkan diri nya, menunggu di ruang tunggu, menunduk memikirkan semua yg terjadi,
"ada apa? dan kapan kau kembali? seperti nya hanya aku yang tidak tau apa-apa di sini..? dhira bercerai, dan kau yg tiba-tiba muncul di hadapan ku setelah bertahun-tahun menghilang...!!" ucap sandy, ketika melihat leo tertunduk lesu..
Leo hanya terdiam.. "apa aku harus kembali menghilang..? agar semua nya yg ada disini kembali normal,!! apa semua yg terjadi salah ku, aku seolah-olah menjadi penghalang untuk semua orang..!!" jawab nya.. tanpa memandang Sandy,
huufftt... "ya kau kakak ipar nya, dan aku mengerti kau pasti berfikir mereka bercerai karena kehadiran ku, apa aku salah jika aku masih menyimpan perasaan ku pada adik mu, dia ibu dari anak ku, aku masih sangat mencintai nya, ucapan mu seolah-olah menyudutkan aku, semua orang pun tahu , jika aku berpisah dari nya dulu bukan keinginan ku," ucap nya, Leo berdiri dan meninggalkan Sandy,
Sandy hanya menatap nya, "aku tahu perasaan mu, tapi kenapa kau begitu marah..!! aku hanya bertanya..!! batin nya,
Kalila menghampiri nya, "pertanyaan ayah membuat Leo tersinggung, biarkan dia, ayah tidak usah banyak bicara, om Leo masih terkejut dengan kejadian ini," ucap kalila, lalu pergi meninggal kan Sandy, "anak itu, semakin lama semakin mirip dengan Angelica.. selalu membantah ku..!! batin nya.
"Rey, kau tidak apa-apa?" tanya Leo dia sengaja mencari putra nya dia tau rey pasti masih terkejut melihat bunda nya seperti itu, "aku tidak apa-apa yah..! bagaimana bunda?" tanya nya,
"bunda masih belum sadarkan diri nya, om farhan bilang, kita harus menunggu sampai dia saar dulu, mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu yg buruk pada bunda," ucap leo mencoba menenangkan rey,
"Kau sebaiknya pulang dulu, beri tahu mawar untuk membawa kan pakaian ganti untuk bunda mu, adyah g akan menunggu nya di sini, kau istirahat dulu.. nanti kau kembali ke sini bersama mawar.." ucap leo, Rey mengangguk.. "baiklah yah.. aku akan mengambil baju ganti untuk bunda dan ayah, nanti aku akan kembali lagi kesini, beri tahu aku bila terjadi sesuatu pada bunda" ucap Rey.. leo mengangguk.. "hati-hati di jalan rey..!" ucap nya, rey menngangguk, lalu pergi menuruti perintah leo.
Dhira membuka mata nya, dia sadar setelah satu malam keadaan nya kritis.. dia melihat Ryan yg tertidur di samping nya, "mas Ryan..!!" lirih nya, "kenapa aku di sini..?" batin nya mncoba mengingat yg terjadi.. dia mencoba untuk duduk.. "agh..." rintih nya memegangi kepala nya.. Ryan terbangun dan melihat Dhira sudah siuman..
"kau sudah bangun ra..? bagaimana keadaan mu..?" tanya nya, menatap sendu pada wanita di depan nya, Dhira terdam.. "untuk apa kau di sini...? pergilah aku tidak apa-apa.. mas kau harus menyiapkan perikahan mu, untuk apa kau dii sini, nanti renata akan terus mencari mu.." ucap Dhira ketus..
"Renata..? kau bertemu dengan nya? apa yg membuat mu seperti ini adaalah renata?" tanya nya.. Dhira memutar mata malas, "Iya dia memukul ku dari belakang dia fikir aku sedang bersama mu, mas kau benar-benarr akan menikahi nya" tanya Dhira tidak percaya,
Ryan terdiam, "iya jika itu yg di katakan nya, aku akan menikahi nya minggu depan, maafkan aku, maaf karena membuat mu celaka begini, maafkan semua kesalahan ku, aku menyakiti mu lagi-lagi dan lagi.. aku akan pastikan Renata tidak lagi menganggu mu, aku harap kau bahagia dengan kehidupan baru mu, dan aku berharap kau memaafkan aku,.." ucap nya,
"mas,...!! lirih nya menggegam tangan Ryan, "kenapa kau melakukan ini pada ku? aku tahu, ini bukan karena kehadiran mas Leo, bukan karena perasaan ku pada nya, kau juga tau tetang perasaan ku, kau tau itu, walaupun aku belum bisa mencintai mu seperti dia, aku tau kau masih mencintai ku, aku tahu mas..!! kenapa kau lakukan ini pada ku?" ucap nya menangis..
Ryan menghela nafas panjang.. "aku tidak pernah mencintai mu, kau hanya pelarian ku, kau juga tau kau mirip dengan Angel, kakak mu, aku menjalani hhidup ku dengan mu, karena di mata ku kau itu ANGELICA, wanita yg selalu ada di hatiku, aku tidak pernah mencintai mu, bagi ku kau hanya bayang- bayang Angelica, sementara Renata.. aku mencintai nya, aku tulus pada nya, renata wanita yg bisa membuat ku bisa melupakan sosok Angel di hati ku, aku menikahi nya karena memang benar-benar mencintai nya, kembali saja pada cinta mu.. aku pun akan kembali pada cinta ku, kita.. kau dan aku tidak akan bisa bersama karena ada nama orang lain di hati kita di hati mu, bukan aku yg ada di sana, dan aku pun, tidak ada sedikit pun nama mu di hati ku...!!! perpisahan adalah jalan terbaik untuk kita.. untuk apa bertahan jika akan terus saling menyakiti..!!" ucap Ryan berbohong..
dia pergi begitu saja tanpa menunggu Dhira menjawab nya.
Leo mendengar semua nya, "aku tahu kau membohongi perasaan mu dan juga dhira,," batin nya, Leo masuk kedalam kamar Dhira, dia tau Dhira benar-benar terluka.. dia memeluk Dhira yg menangis setelah mendengar kata-kata Ryan..
"maafkan aku ra.. benci lah aku, lalu lupakan aku, kembali lah pada Leo.. dia mencintai mu tulua.. aku akan pergi dan tidak akan kembali lagi ke sini, biarkan aku hidup dengan rasa bersalah ini selama nya" batin nya meninggal kan Rumah sakit itu...
**BERSAMBUNG**