NADHIRA

NADHIRA
Bab 159: Kembali atau tidak (season 3)



"Nad..adik ku sudah berada di indonesia.. dia yang akan menjalan kan kantor cabang di sana.. kau ingat dulu aku menyuruh mu untuk bekerja dengan nya" ucap Rizal..


Dhira mengangguk..


"Iya kak, maaf karena kecelakaan ku, semua nya jadi berantakan.. jadi sekarang bagaimana kak? apa aku harus kembali ke Indonesia?"Tanya nya, "Aku tidak akan menyuruh mu lagi ke sana, aku akan mengirim orang lain saja" jawab Rizal..


"Tapi jika dia tetap mengingin kan aku, untuk bekerja di sana aku tidak keberatan.. tapi izin kan Rey tetap di sini kak..


rey masih membutuhkan perawatan!! bagaimana pun aku harus bekerja untuk membiayayai nya, aku juga ingin Rey tetap aman bila bersamamu!!" ucap nya..


"Aku takut kejadian dulu terulang, aku tidak ingin kehilangan Rey, seperti aku kehilangan Ray kak..!!" ucap nya, Rizal terlihat berfikir, "Aku Akan memikirkan nya, dan kau juga Nad, fikirkan lagi, jangan mengambil keputusan salah.." ucap nya.. Dhira mengangguk..


"Apa kau tidak mengenal Adik ku? kau dulu mengenal nya?" tanya Rizal.. Dhira menggeleng.. "Tidak aku tidak mengenal Adik mu, aku bahkan belum pernah bertemu dengan nya" jawab nya..


"Iya tentu, dia tidak mengenal nya, Dhira tidak ingat jika dia pernah menjadi Arwah dulu, jadi benar kata cenayang itu, jika dia sudah kembali, dia tidak akan ingat apa pun.. lagi pula itu sudah bertahun-tahun yg lalu.." batin nya.


Dhira memikirkan apa yg Rizal katakan.. jika saja kejadian itu tidak terjadi, mungkin saat ini dia sudah mulai bekerja di indonesia, hati kecil nya tidak ingin dia kembali, tapi tanggung jawab dia juga harus dia pikirkan..


"Bagaimana ya, aku kembali atau tidak, aku membutuhkan uang untuk mengobati Rey, dia harus sembuh dari trauma nya, aku harus mengembalikan lagi keceriaan nya.. tapi aku juga tidak bisa meninggalkan dia sendirian di sini... jika aku membawa nya , aku takut akan ada yg menyakiti nya lagi.." ucap nya sendiri.. "Aku bingung.." batin nya.


Ke'esokan hari nya.. "Bagaimana Nad, sudah ambil keputusan?" tanya Rizal... Dhira mengangguk.. "Sudah kak, lagi pula aku juga meneken kontrak bersama Adik nya Kak Rizal, dan bagaimana pun keadaan nya aku harus ke sana, karena sudah tanggung jawab ku pada pekerjaan ku.. tapi kak ku mohon untuk tidak memberi tahu siapa pun jika aku ada di sana.. aku tidak ingin timbul lagi masalah, karena aku, aku juga tidak akan membawa Rey nanti aku yg akan ke sini menjenguk nya, aku tidak bisa mencelakakan putraku.." jawab Dhira.. Rizal terlihat berfikir...


"Baiklah, pergilah ke indonesia besok pagi, berpamitan dulu lah pada Rey, nanti aku yg akan memberitahu Ryan jika kau bersedia menjadi asisten nya, dan meminta nya untuk merahasia kan nya dari Sandy dan juga Leo.." jawab nya..


"Memang nya kak Ryan itu mengenal kak Sandy dan Leo?" tanya nya.. "Tentu Ryan , sandy , aku dan Fany berteman baik.. kami berempat selalu bersama, Ah tidak lebih tepat nya mereka bertiga, karena aku baru mengenal Ryan dan mengetahui jika dia adik ku setelah mereka saling mengenal.." jelas nya..


"pasti pertemanan kalian sangat indah kak.." ucap Dhira..


Rizal termenung, "Memang indah, tapi juga menyakitkan apalagi jika dia mengingat Fany dan masalalu nya.. yg terlalu Rumit, untuk di jelaskan" batin nya..


"Entah Ryan akan mengingat itu atau tidak, apa luka nya sudah membaik atau belum, dia tidak mengetahui isi hati nya, aku berharap dia tidak akan menyakiti Dhira, aku akan meminta nya untuk menjaga Dhira" batin nya...


Dhira kembali ke indonesia menepati janji nya, untuk menjadi asisten dan bekerja sama dengan Ryan Alfara.. di kantor cabang jakarta..


"Sela-mat datang..." ucap Ryan menyambut nadhira.. dia sedikit terkejut karena orang yg Rizal kirim.adalah Dhira..


"Kau Adik nya Angel..? yg dulu koma dan di rawat Sandy?" tanya nya..


Dhira mengangguk.. "Iya pak , kau mengenal ku?" tanya nya, Ryan mengangguk.. dia ingat jika Dhira pernah berkeliaran sebagai Roh, "dulu dia hampir mati karena kebodohan gue.." batin nya, "Seperti nya dia tidak ingat apa-apa tentang itu.." batin nya...


"Baiklah, mulai sekarang kita akan bekerja sama, untuk menyukses kan perusahaan ini, sesuai janji ku pada Angel dan Ka Rizal, aku juga akan menjaga mu..." ucap nya..


"Satu lagi, jangan panggil aku pak, panggil saja Ryan.. atau kak Ryan..!!" ucap nya..


Dhira mengangguk.. "Baiklah Kak.. aku akan bekerja dengan baik..." jawab nya.. Ryan mengangguk.. "Kau sudah makan? bagaimana kalau kita makan siang bersama? tanya nya..


"Kau bercerai dengan Leo? kenapa?!" tanya Ryan setelah sampai di sebuah restoran.. Dhira terdiam.. "Ah, maaf bukan maksud ku, aku tidak akan bertanya lagi!!" ucap Ryan cepat..


"Ah tidak apa-apa kak.. kami bercerai karena ketidak cocokan saja" jawab Dhira menutupi..


"Oh...ketidak cocokan!! padahal kau dulu sangat serasi bersama Leo!!" ucap Ryan sambil terus memakan makanan nya, "Memang nya kak Ryan mengetahui hubungan kami?" tanya Dhira..


"Jelas tau, kau berpacaran dengan leo sejak kau masih menjadi Toh..!!" jawab nya Asal.. "Roh..? maksud ka Ryan..?" tanya Dhira tidak mengerti.. "Astaga gue kelepasan!!" batin nya..


"Tidak Ra, maksud ku saat kau baru mulai berpacaran kau sangat serasi bersama leo!!" ucap nya meyakinkan..


"Tapi tadi kakak bilang Roh?" tanya nya..


"Kau salah dengar.. sudah ayo makan saja, tidak usah di fikirkan!!" ucap Ryan... Dhira terdiam..


beberapa saat kemudian mereka selesai makan.. "Kak aku permisi ke toilet dulu?" ucap Dhira.. Ryan mengangguk.. "Baiklah aku tunggu kau di. mobil ya Ra" ucap nya, "Baiklah kak..," jawab nya..


Ryan berlalu ke mobil nya sementara Dhira ke toilet..


Ryan melihat seorang anak kecil yg dari tadi memperhatikan mereka makan.. Ryan sengaja membelikan nya makanan untuk anak itu..


"Hai nak, sedang apa kau disini? kau lihat apa?" tanya nya ..


"Anak perempuan kecil itu, tidak menjawab.. dia hanya menatap hampa pada Ryan.. tiba-tiba saja gadis kecil itu tersenyum melihat Dhira...


"Bundaa..." ucap nya "hah bunda..!!" batin Ryan setelah melihat Dhira.. Ryan menatap Dhira ... "Bunda !! dia ibu mu?!" tanya nya pada anak itu, tapi tiba-tiba saja anak itu menghilang sesaat setelah Dhira mendekat..


"Bunda!! jadi yg tadi itu hantu? gue fikir dia manusia!! tapi kenapa memanggil Dhira bunda?" batin nya..


"Kak Ryan sedang apa Di sini!!" tanya Dhira..


"Tidak Ra, aku hanya menggoda dan memberi makanan padaa seorang anak tadi..!!" jawab nya..


"Anak..?! tidak ada siapa pun di sini tadi?" batin nya..


"Sudahlah ayo masuk.. kita harus mempersiapkan materi untuk rapat besok." ujar Ryan.. Dhira mengangguk.. dan mereka kembali ke kantor.. "Bunda...!! apa Dhira punya anak yg sudah meninggal?" batin nya..


"Mungkin nanti akan aku tanyakan pada kak Rizal, tidak mungkin aku bertanya pada Nadhira, itu hanya akan membuat nya sedih" batin nya..


"Anak itu terlihat sedih tadi.. gue harus tau apa yg terjadi sebenar nya, kenapa dengan anak itu dan kenapa Dhira merahasiakan dia ada di sini dari orang-orang" fikir nya..


**Bersambung**