
Leo bergegas mendatangi rumah sakit di mana tempat Grace di rawat.. dia sedikit berlari, karena kondisi Grace yg tiba-tiba menurun.. Dokter di sana sudah terlihat menyerah, untuk mengobati Grace, karena semakin ari kondisi kesehatan nya tidak pernah membaik..
Cancer stadium empat, memakan habis, seluruh tubuh nya, yg kini tinggal bersisa tulang berbalut kulit saja.. Leo mmenatap ragu pada pintu yg tertutup di depan nya.. dengan perlahan ia membuka nya..
Dika menatsp sedih pada tubuh kerus itu, Dokter sudah mencabut seluruh alat bantu kehidupan yg terpasang di tubuh nya.. dia menghampiri Leo yg baru saja datang.. "momy sudah pergi..!! dia sudah di panggil Tuhan..!!" ucap nya..
Leo terdiam.. semua perasaan bercampur menjadi satu.. seuruh kenangan manis dan pahit, semua terbersit di fikiran nya.. ia tidak bisa membendung lagi air mata nya,.. semua yg sudah dia lalui bersama Grace, sudah dia lupakan..
Leo menghampiri tubuh kaku, di depan nya.. menggegam tangan nya, mengelus rambut nya, yg mlai terlihat botak, karena efek dari radiasi dan kemo terapi.. mereka sudah berusaha untuk menyelamat kan nya, tapi Tuhan lebih memilh mengajak nya pulang..
"Mom.. maaf kan aku.. aku datang terlambat.. maaf kn kesalahan ku,.. terima kasih telah memberiku kasih sayang yg tulus.. cinta yg tulus pada ku, terima kasih telah berjuang hingga detik ini.. kau wanita hebat mom.. walau pun kau pernah melakukan kesalahan.. aku sudah memaaf kan nya, aku yakin, Nadhira pun sudah memaaf kan nya.. mom pergilah dengan tenang.. kau tiak akan merasakan kesaakitan lagi di sana.. aku menyayangi mu mom.." ucap Leo mencium kening Grace yg sudah terasa sangat dingin..
Dika pun mendekat pada Leo, berdiri di samping Leo.. dia tidak bisa berkata-kata lagi.. Dika hanya terdiam menatap nanar pada tubuh kaku itu.. "Aku sudah memaafkan semua nya, aku sudah melupakan yg terjadi.. kebohongan mu untuk diriku.. aku sudah memaaf kan nya, pergilah dengan tenang.. dan carilah kedamaian di sisi Nya.." Batin Dika..
Antonio menghampiri mereka dari belakang.. "Leo.... Dika... bukalah hati kalian untuk memaafkan momy.. semoga denga pintu maf yg kalian buka, bisa meringan kan jalan momy kalian ke ssurga..!! lupakan semua kesalahan nya pada kalian.. hingga akhir hidup nya, dia selalu meanggil kalian berdua.." ucap nya..
Leo dan Dika menatap Antonio.. "kami sudah memaaf kan nya, jauh sebelum kami tahu tentang penyakit nya.. kami sudah menerima semuua yg terjadi.. itu semua sudah menjadi takdir untuk hidup kami.. papi.. sekarang, hanya papi yg kami punya.. papi harus menjaga kesehatan papi..." ucap Dika..
Leo mengangguk.. "yg di katakan Abang, memang benar.. papi, harus menjaga kesehatan papi.. kita semua keluarga bukan..! papi memiliki kami.. dan kami juga memiliki papi.." jawab Leo..
Antonio mengangguk.. ia memeluk ke dua putra nya.. "Bagaimana Rey.. dia sudah sembuh..?" tanya nya.. Leo mengangguk.. "dia dalam masa pemulihan jadi dia tidak bisa ikut ke sini.." jawab Leo..
Antonio mengangguk.. "Leo Dika.. kalian harus menjagaa anak-anak kalian.. jangan sampai terjadi hal buruk pada mereka.." ucap nya.. kedua pun mengngguk.. "kalau begitu mai kita pulang.." ajak Antonio.. "Baik pih.. Ayo.." jaawab Leo..
**bersambung**