
Leo menahan amarah nya, terlihat Andin yang menanis tersedu-sedu.. Leo mendorong nya keras, sehingga dia terjatuh.. Andin merasakan sakit di perut nya, mencoba meminta pertolongan Leo tapi leo mengabaikan nya..
"Perut ku sakit.. hiks .. hiks... Le... tolong aku.. !!" rintih nya,
setelah pertengkaran hebat itu , leo tidak sama sekali memandang nya, Dia berdiri dan hendak meninggalkan Andin..
namun Andin mencegah nya,
"Le.. jangan pergi kau mau kemana? aku tidak mau kau tinggalkan, !!" ucap nya.. Leo berbalik dan melihat darah yg keluar dari celah kaki Andin.. "Aku harus mencari istri ku,, kau diam saja, di sini aku akan menghubungi ambulan, jika kau mempunyai hati dan fikiran jangan cari aku lagi, hubungan kita berakhir di sini!! aku akan memberimu uang, setelah itu jangan ganggu aku lagi..!!" ucap nya meninggalkan Andin..
Andin yg terpaku melihat kepergian Leo, tidak bisa bicara apa pun lagi, dia sudah tidak kuat menahan sakit nya dan tidak sadarkan diri.. sebelum ambulan datang ke rumah nya...
Di perjalanan leo menangis sejadi nya, "Maafkan aku Ra.. dimana kau.. aku merindukan mu, maafkan Abang vel, abang melupakan diri mu, abang tergoda oleh perempuan itu," batin nya,
Leo memakir kan mobil nya, dia datang ke rumah Sandy berharap Sandy tau keberadaan Dhira dan anak-anak nya,
"San, ku mohon beritahu aku di mana Dhira? aku ingin bertemu dengan nya!!" ucap leo..
Sandy tidak bergeming, "jika aku tahu pun aku tidak akan memberitahu mu!! pergi saja bersama wanita itu, lagi pula kau dan Dhira sudah bercerai..!!" ucap Sandy sinis...
"perbuatan mu sungguh tidak bisa di maafkan Le... saya sangat kecewa pada mu .!!" ucap Sandy meninggalkan Leo..
Beberapa Tahun kemudian... "Hari ini ulang tahun si kembar kan Ra...!! ucap Rizal pada Nadhira... "Kalau begitu kau boleh pulang lebih awal, adakan pesta kecil untuk mereka," ucap nya lagi... Dhira tersenyum.. "Terima kasih kak.. kalau begitu aku akan bereskan pekerjaan ini setelah itu pulang!!" jawab nya Rizal mengangguk..
Dhira pulang lebih Awal, menyiapkan sebuah pesta kecil untuk putra putri nya, hari ini ulang tahun si kembar dia tidak ingin terlewatkan momen berharga itu, bagaimana pun juga Dhira harus membahagia kan mereka,
"Bun kami pulang..!!" ucap Rey.. yg baru saja datang mereka terkejut melihat kejutan yg di siapkan Dhira... "Selamat ulang tahun sayang...!!" ucap Dhira memberikan kue di sertai lilin nya.. mereka meniup nya dengan bahagia .
namun berbeda dengan Ray.. dia berlalu begitu saja, tidak peduli dengan yg Dhira lakukan untuk nya, "Hei Ray .. kau tidak boleh begitu..!! kau tidak sopan..!!" ucap Rey.. namun Ray tidak mendengar kan nya..
Dhira menarik nafas panjang, mencoba untuk terlihat tenang dan mengerti keadaan putri nya, dia mengerti apa yg di inginkan Ray.. Sudah dua tahun sejak dhira pergi meninggalkan Leo..
Sejak saat itu Ray selalu saja meminta nya untuk bertemu dengan Ayah mereka, yg sebenar nya Dhira pun tidak tau bagaimana keadaan mantan suami nya itu, sejak saat itu Dhira memutuskan tidak menghubungi siapa pun di indonesia, dia benar-benar menghilang..
"Ray.. bunda punya hadiah spesial untuk kalian!!" ucap Dhira.. namun Ray lagi-lagi mengabaikan nya, Dhira memberi nya amplop "bukalah..! kau akan senang melihat nya..!!" ucap Dhira..
Ray membuka itu, dan melihat isi nya.. "Tiket?" tanya nya, Dhira mengangguk.. "Ya, besok kita pulang ke indonesia..!" jawabDhira, dengan berat hati dia mengijinkan Rayna untuk bertemu dengan Ayah nya Leo..
**Bersambung**