NADHIRA

NADHIRA
Bab 251: Dia pergi?



Rizal kembali ke rumah sakit, dia bingung bagaimana menjelaskan nya pada Ryan, jika Nadhira tidak ada di rumah...


"Bagaimana aku menjelaskan nya? bagaimana menjelaskan nya?" batin nya..


Ryan termenung sendiri sudah dua hari sejak kejadian itu,


"Dia benar-benar tidak datang menjenguk ku, tidak juga menghubungi ku.. dia bahkan tidak peduli padaku!!" batin nya menatap ke luar jendela..


"Ini makan lah," ucap Rizal, yg membawakan Ryan makanan..


Ryan hanya menatap nya tidak menjawab.. "Bagaimana istri ku kak? apa dia ada di rumah?" tanya nya, Rizal terdiam..


"Dia tidak ada, aku sudah mencari nya tadi ke sana, tapi rumah itu kosong.." jawab nya..


"Dia pergi? kemana kak..?" tanya nya, Rizal menggeleng, "Aku tidak tau, ponsel nya masih tidak bisa di hubungi" jawab nya..


"Leo? mungkin saja dia ke sana!!" ucap Ryan..


"Jangan asal menuduh nya, tadi aku meeting dengan nya, seperti nya Leo tidak tau keberadaan Dhira, dia juga tidak tau kau di rawat di sini" jawab nya, Ryan terdiam..


"Aku harus pulang.. aku harus melihat nya sendiri!!" ucap Ryan.. "Tapi keadaan mu belum stabil Ry, kau perlu banyak istirahat, biarkan dia menenangkan fikiran nya!!" jawab Rizal,


"jika kau sudah sembuh baru kau boleh mencari nya" ucap Rizal, Ryan tidak bisa membantah Rizal.


#Bandung..


Dhira menggeleng, "Aku tidak tau, aku belum memutuskan.. sejujur nya aku mulai mencintai nya, tapi dia selalu mempertanyakan perasaan ku, pada nya, Aku juga bingung dengan perasaan ku pada Leo, aku dari dulu tidak pernah melupakan dia, dia cinta pertama ku.. tapi aku tidak bermaksud ingin. kembali pada nya, perasaan ku terbagi menjadi dua, aku bingung..!!!" jawab nya..


"Kak, tanyakan pada hati mu, hati mu milik siapa? kau mencintai siapa? kakak tidak bisa terkurung di dalam masa lalu, aku tau kak Ryan bersalah, tapi dia yg selama ini selalu ada untuk mu..!! aku juga tau kak leo masih mencintai mu, tapi dia sudah bukan milik mu lagi, kau harus sadar itu kak.. ka itu istri dari kak Ryan..!!" ucap Mai...


Dhira terdiam.. "Aku bingung dengan perasaan ku, aku tidak mengerti dengan semua yg terjadi di hidup.ku, "Mai andai aku bisa memilih.. aku ingin menjalani hidup ku sesuai keinginan ku, terkadang aku bahagia bila bersama mas Ryan,tapi terkadang, perasaan ku berubah, aku merasa bersalah karena menghianati mas Leo, perasaan itu selalu muncul, jika aku sedang bersama Ryan... aku tau, aku menyiksa nya Mai, perasaan ku juga yg membuat mas Ryan mungkin mencari pelampiasan ke wanita Lain.." ucap nya


"Tapi aku tidak mengerti dengan perasaan ku pada mereka!! aku bingung, aku lebih memilih pergi, aku ingin meninggalkan semua nya, aku ingin hidup sendiri menjauh dari Leo dan Ryan.. aku tidak ingin menyakiti kedua nya" ucap nya


mata nya menerawang..


"Fikirkan baik-baik kak, jangan mengambil keputusan yg salah.. dan jangan menggunakan emosi mu, jika kau tidak mencintai Ryan.. kau tidak akan merasakan sakit dan cemburu ketika dia bersama wanita lain" ucap Mai..


"Aku hanya takut ,aku takut luka ku kembali terbuka, sakit karena penghianatan tidak. mudah untuk di sembuhkan,, aku tidak akan mudah lagi percaya pada nya" jawab Dhira..


"Bukankah dia sakit? kau tidak menghubungi nya?" tanya mai,


Dhira menggeleng.. "Tidak, tidak ada yg tau, aku meninggalkan Rumah, biarkan saja, ada kak Rizal yg merawat nya.." jawab nya.. "nanti jika aku sudah punya keputusan aku baru akan menghubungi nya, mai rahasiakan aku. di sini yah!!" ucap nya..


Mai mengangguk.. "baiklah kak.." jawab nya..


"Aku tidak akan memberitahu siapa pun.." jawab nya..


**Bersambung**