NADHIRA

NADHIRA
bab 277: kembali lah pada ku...`



Dhir a termenung di kamar nya malam ini mainaka menginap di sana bersama putri kecil nya Valentina, "kak Dhira kenapa? ada yg menganggu fikiranmu kak,?" anya mai yg menghampiri nya,


Dhira menoleh, "tidak ada, aku hanya bbingung haaraus berbuat apa.. mas leo sudah tau tentang penyakit ku, dan sekarang dia berusah untuk membuat ku sembuh, aku berfikir aku hanya beban untuk nya, ini yg aku takut kan jika mas leo tau, dia pasti menjadi seperti ini, dan aku hanya membuat nya khawatir pada ku," jawab nya


"Wajar bila dia khawatir, dia mencntai mu kak,, kenapa kaka tidak kembali pada nya..?" tanya Mai.. Dhira terdiam.. "aku tidak mau kembali pada nya, aku takut hanya menyusahkan dia, bila terjadi sesuatu pada ku.. setiddak nya aku lebih nyaman begini sekarang..!!" jawab nya,


"apa yg kau fikirkan kak,? apa kau berfikir kau akan meninggal,,? tidak ada penyakit yg tiak ada obat nya, kit hanya perlu berdoapada Tuhan dan minta kesembuhan dari Nya..!!" ucap mai, Dhira terdiam..


"aku sudah lelah menjalani hidup, aku hanya pasrah sekarang, aku hidup atau mati pun, aku hanya menjalani hidup ku yg tersisa,.." fikir nya,


"mai bagaimana bang dika.. dia tidak pernah ingin bertemu dengan valen..?" tanya dhira.. mai terdiam.. "aku tidak memikirkan nya, ia sdah aku anggap sudah mati,, aku juga tidak akan membiarkan dia bertemu dengan Valen, dengan dia tidakj percaya anak itu adalah anak kandung nya, dia sudah ku anggap membuang Valen.. dika sudah tidak ada di hidup anak ku..!!!" jawab nya, mata nya berapi-api.


Dhira terdiam.. "Bang dika seperti itu karena pengaruh momy,.. sebenar nya dia menyayangi Valen.." jawab Dhira,


"bagaimana dengan mu kak, kau sudah memaafkan dia..? dia dan wanita tua bangka itu dulu menghancurkan hidup mu..?" tanya mai,


Dhira tesenyum.. "aku tidak membenci mereka, yg lalu biarlah berlalu, aku sudah memaafkan mereka, aku ingin hidup ku lebih tenang, dengan tidak menyimpan dendam.. dan menjalani hidup ku saat ini.." jawab nya..


"hmm.. kak Dhira, kau jadi orang terlalu baik.." ucap mai, Dhira tersenyum.. "cobalah untuk melupakan skit mu mai, maka hidup mu akan lebih tenang.." ucap nya, mainaka terdiam


"dendam akan merusak segala nya.." ucap Dhira."


Dhira merasakan sakit di kepala nya, tiba-tiba saja mata nya berkunang-kunang.. tapi dia menutupi rasa sakit nya pada mai, "sudahlah tidurlah.. ini sudah malam.. lihat Valen sudah sangat mengantuk.." ucap Dhira, mai menganguk lalu pamit tidur,


Dhira merebahkan diri nya kepala nya benar-benar sakit, sudah beberapa har ini dia merasakan itu, terkadang hidung nya juga mengeluarkan darah,dia hanya bisa menyembunyikan nya dari leo dan mai.. dia tidak ingin membuat mereka khawatir..


Malam ini dia lupa meminum obat nya, dan rasa sakit di kepala nya membuat nya tidak tahan.. dia merintih sendiri di dalam kamar nya, menutup kesakitan nya, Dhira tidak sadaran diri nya dan tidak ada satu orang pun yg mengetahui nya..


Leo masih berada di jakarta, karena dia harus merawat Reyka, yg masih di rawat di rumah sakit, mereka tidak memberitahu keadaan nya pada dhira, karenna dia tidak ingin membuat khawatir..


...----------------...


pagi hari nya, Leo berniat untuk kembali ke bandung, karena ponsel dhira tidak daapat di hubungi, dia khawatir karena sejak semalam Dhira tidak menangkat telepon nya.. Leo mencoba untuk menghubungi mai, namun mai juga sama-sama tidak mengangkat telepo nya,


"kak... kak Dhira sudah bangun..?" panggil mai, mengetuk pintu kamar nya, namun Dhira tidak menjawab nya, "kak aku masuk yah...?" ucap nya lagi.. mai membuka pintu kamar Dhira,


"kak Dhira tidak ada,,!! mungkin dia di kamar mandi..!!" batin nya, maii keluar dari kamar nya dan menutup kembali pintu nya, Dhira bersembunyi di dalam kamar mandi, dia melihat diri nya di depan cermin, dengan darah yg terus menngucur dari hidung nya


Dia menangis melihat diri nya sendiri.. sudah beberapa kali dia membersihkan darah itu, tapi lagi-lagi darah itu keluar, dari hidung nya dan bertambah banyak...


"mati saja kau Dhira,, untuk apa bertahan jika kau hanya akan menjadi beban untuk orang lain, hidup mu memang sudah banyak menderita, mungkin kematian yg akan menyingkirkan penderitaan itu..." ucap nya sendiri..


Leo bergegas masuk kedalam mencari Dhira, Mai di mana Dhira..?" tanya nya, "di kamar kak, dia elum juga keluar..!!" jawab mai, Leo bergegas masuk ke kamar nya, mencari nya,


"Nad...!!" panggil nya, tapi dhir tidak mejawab nya,


Leo menggedor pintu kamar mandi yg ada di kamar nya , tapi Dhira tidak juga keluar, "nad, keluarlah.. kau membuat ku khawatir..!!! nadhira...?" panggil nya, leo ttidak sengaj melihat darah yg dhira bersih kan menggunakan tisyu di tempat smpah kamar nya.. "ada yg tidak beres.." fikir nya,


"Ra buka pintu nya ra..!! naad..." panggil nya tidak berhenti, terus mencoba membuka pintunya, Leo terpaksa menddobrbak pintu kamar mandi itu Dhira terdiam menatap dirinya dengan darah terus mengucur ddari hidung nya,


Leo menghampiri nya, memeluk nya.. ddia menangis..


"mas.. aku takut... aku takut.. aku tidak ingin mati.. darah ini terus keluar mas.." ucap nya sambil menangis.. di hadapan leo..


leo memeluk nya erat, "kau tidak akan meninggal, kau tidak akan kemana-mana.. kau akan tetap di sini bersama ku, kau akan melihat rey menikah dan kau punya cucu yg lucu-lucu, iya.. kau akan hidup dan berumur panjang bersama ku.. bersama Rey kita hidup bahagia.. tidak ada yg akan pergi.." ucap leo.. menatap sendu pada wajah Dhira,


"Kembalilah pada ku..? aku ingin kau menjadi istri ku, kita akan menadi keluarga yg paling bahagia.." ucap leo memeluk Dhira, dhira menangis di pelukan leo..


kepala nya masih terasa sakit, leo membantu nya untuk berdiri.. "ayo berdiri, aku bantu..!!" ucap leo.. dhira berdiri dandi papah oleh leo.. tiba-tiba saja, pandangan mata nya menjadi gelap Dhira pingsan..


"Dhira.. ra... raa..." panggil nya leo memangku tubuh dhira, membawa nya ke mobilnya dan segera membawa nya ke rumah sakit terdekat dimana tempat Sandy bekerja..


"bertahan lah Ra.. aku mohon.. aku tidak mau kehilangan mu, sadar lah Ra.." ucap leo panik "jangan pergi ra, aku membutuhkan mu... kembali lah pada ku ra.." ucap nya sambil membawa mobil nya kencang....


**BERSAMBUNG**