
Leo membawa pulang bungkusan itu, dan juga laptop milik mawar, yg menurut nya tersimpan Rekaman CCTV di rumah itu tersimpan,.. sementara Dion, dalam perjalanan ke indonesia,..
"aku menemukaan ini di dalam kantong sampah mu,.. kau coba cepat periksa rekaman CCTV yg tersimpan di laptop mu,.." ucap Leo,. mawar mengangguk.. di segera membuka laptop nya,.
"aku akan memeriksa ini ke lap besok yah,..!!" ucap Reyka,. Leo menggeleng, "tidak usah, ini memang obat bius, ayah sudah memastikan nya,.." jawab Leo.. "by the way.. kau kapan akan kuliah kembali.. jangan karena masalah ini kau cuti kuliah terlalu lama.." ucap Leo,.
Reyka terdiam.. "aku masih libur, ksrena magang ku baru selesai jadi pihak kampus memberi ku libur, yah satu bulan,.. setelah nya, aku akan memperiap kan Skipsi..!" jawab nya,. "hmm..." jawab Leo, rey memutar ata malas,.
"aku menemukan nya...!!" ucap mawar.. dia memutar rekama itu,. Leo dan rey menonton nya,.. "baiklah mawar, pindahkan file itu ke handphone ku,. besok kita mulai permainan nya.." ucap Leo,..
ke'esok kan hari nya, Dion datang ke indonesa, dia langsung pergi ke kantor Leo, karena Leo yg meminta nya langsung ke kantor..
"kau ingat apa yg kau takutkan beberapa tahun lalu..!! paman dan bibi Gracia memlakukan sesuatu pada nya, seperti dugaan mu,.. mereka melakukan nya, saat merea mendekam di penjara.. Andreas.. melecehkan Gracia...!!" ucap Leo tanpa basa basi..
"melecehkan..? maksud mu,..?" tanya Dion tidak mengerti..
"ini lihat lah,.." ucap Leo memperlihat kan vidio itu pada Dion,..
"Di.. ini sat nya kau meunjukan diri mu, untuk melawan mereka, dan aku minta maaf karena tidak menjaga adikmu dengan benar, dan aku tidak tau kejadian yg menimpa Gracia..." ucap Leo..
Dion terdiam.. "mereka sudah berani menyentuh adik ku, au pasti akan membalas nya, Gracia.. mungkin kehilangan ingatan nya, tapi aku tidak,, aku akan membalas kejatan mereka pada adik dan orang tua ku,.." geram Dion..
"terima kasih karena telah melindungi adik ku, walau pun Gracia tidak ingat aku, aku yg akan melindungi nya mulai sekarang.. sudah saat nya gracia tau siapa aku.. paman dan bibi ku, juga Andreas akan membayar perbuatan nya,.." ucap Dion,..
"aku akan mengambil alih perusahaan ayah ku mulai sekarang,, dan aku yakin Gilbert tidak akan menyangka jika aku masih hidup hingga sekarang, aku akan membalas dua kali lipat yg Gracia rasakan lebih sakit dari yg mereka duga,,.." ucap nya,
"aku ingin perusahaan mahesa group bekerja sama dengan perusahaan.. DG COMPANY,.. sebagai awal mula pembalasan ku pada mereka,.. aku harus merebut nya kembali.." ucap Dion,..
"Baikla, mulai sekarang MAHESA GROP., MULAI bekerja sama dengan DG COMPANY,.." ucap leo.. "aku akan selalu ada di belakang mu, untuk mendukung selalu,.." ucap leo..
Dion mengangguk..
"kau harus memberi tahu Gracia siapa diri mu, aku dan Reyka sudah berusaha menjaga mental nya agar tidak rusak, Gracia, hampir saja, mengakhiri hidup nya, jika saja Rey tidak datang tepat pada waktu nya,.. dia sungguh-sungguh tertekan dengan semua ini,..!!" ucap Leo,
Leo menepuk bahu nya, "makanya aku menyuruh mu, untuk muncul sekarang, walau pun terlambat, kau masih bisa melindungi nya di..!!" ucap Leo,.. "kalau begitu ayo temui dia..?" ucap Leo,.. Dion terdiam..
-------------------------
"Rey perut ku rasa nya tidak enak,.. aku mual terus sejak pagi..!!" ucap mawar.. Reyka segera menghampiri nya, menyentuh dahi nya, "tapi kau tidak demam.. mungkin masuk angin.. istirahat lah,.. aku akan membelikan obat dan makanan untuk mu.." ucap Rey
mawar mengangguk.. diaa kemudiaan membaringkan tubuh nya, kepalanya terasa sangaat pusing,.. "Rey bia kah au membelikan aku sesuatu..!! aku berharap ini salah tapi aku ingin mencoba mengecek nya,.." ucap mawar,.
Rey menatap aneh pada nya, "baikllah.. katakann apa yg kau butuh kan..?" tany Reyka. "TESTPECK.." bisik mawar ragu, Rey terlihat berfikir.. "baiklah, aku akan membelikan nya, tunggu aku di ini..!!" ucap nya, mawar mengangguk..
"mudah-mudahan aku salah, aku tidak mungkin hamil..!" batin nya saat melihat Reyka pergi meninggalkan nya,..
"tpi bagaimana jika iya..? aku belum datang bulan, bulan ini.. aku tidak pernah telat datang bulan.." batin nya,
Reyka mencoba untuk menenangkan fikiran nya, "mudah-mudahan yg di takutkan mawar tidak terjadi.. aku mohon tuhan.." batin nya, rey terus berjalan menuju apotik terdekat..
sesampai nnya dirumah, reyka memberikan yg mawar minta,.. "rey aku takut..?" ucap nya "jangan lakukan bila kau takut, lebih baik berhenti .." jawab Reyka,. mawar terdiam.. "aku harus mencoba nya, agar aku tidak penasaran.." jawab nya,
Mawar pergi ke dalam toilet, dia mencoba nya,... dia berharap semua ketakutan nya salah,.. dengan pelan mawar membuka dan melihat hasil nya,.. "tidak mungkin.. aku positiv.. tidak... tidak.." teriak nya
Rey terkejut mendengar jeritan mawar, dia memaksa masuk.. "ada apa .. kenapa berteriak..?" ucap Rey.. mawar memberikan hasil nya... Rey sama terkejut nya,... "aku hamil rey.. hikss.. hiks.. anak orang jahat itu..." tangis nya pecah.. tidak percaya, Reyka bingung harus berbuat apa...
"ANAK SIALAN.. MATI SAJA KAU,.. KELUAR DARI PERUT KU,.. JANGAN HIDUP DI SINI.. AKU TIDAK MAU.." teriak nya memukul-mukul perut nya, mawar menangis histeris..
Reyka mencegat ttangan mawar.. "hentikan...!!" ucap nya,.. tapi mawar tidak berhenti.. "hentikan mawar,.. hentikan.." teriak nya, "jika kau begini tidak akan merubah apa pun,.. kau harus tenang, kau hanya akan melukai diri mu sendiri.." teriak Reyka..
dia memeluk mawar,.. "jangan melukai diri mu aku mohon, kita cari jalan keluar nya,, bayi ini tidak bersalah.. kau tidak boleh menyakiti nya..!!" ucap Reyka,.. mawar terus menangis...
"aku malu Rey, aku tidak pantas untuk hidup.. aku hina,.. sekarang aku hamil oleh orang yg telah melecehkan aku, untuk apa aku hidup di dunia ini.. aku menanggung AIB anak ini.. aku tidak mau...." ucap nya menangis..
**BERSAMBUNG**