
Sudah dua hari ini Lisa memberikan teh yg dia buat untuk Dhira , Dan selau di minum habis oleh Dhira tanpa menaruh curiga apa pun pada Teh yg di buatkan untuk nya..
"Hari ini aku terakhir kerja di sini!! aku akan meninggal kan kantor ini" batin nya sambil melihat sekeliling..
"Sedang apa kau? menyesalkah kau Resign dari sini!!" ucap Ryan tiba-tiba, Dhira menatap nya, "aku tidak menyesal, aku hanya sedih aku banyak menghabiskan waktu di sini.. dan sekarang tidak lagi.." jawab nya.
"Pasti kau sedih, kau kehilangan bos seganteng aku!! kau tidak akan menemukan bos yg sebaik aku!!" ucap Ryan..
Dhira menatap nya, lalu tertawa terbahak-bahak.. "PD sekali kak Ryan...!! aku tidak berfikir itu!!" jawab nya..
"Setelah kau keluar dari sini.. kau harus lebih bahagia dari ini, kau harus menjaga anak yg kau kandung, menjaga Rey.. jangan pernah menangis lagi.."ucap Ryan mengelus rambut Dhira..
Dhira tersenyum.. lalu mengangguk.. "Ingat aku akan selalu menjaga mu.. bila terjadi sesuatu lari lah pada ku, aku akan menangkap mu!!" ucap nya, Dhira menatap nya, "Emang nya aku ini ikan di tangkap?!" ucap Dhira terkekeh..
"Bukan ikan, tapi kau itu burung, yg terbang tinggi dan semakin menjauh hingga sulit untuk aku tangkap lalu menghilang di atas awan kelam.." jawab Ryan.. Dhira tertawa terbahak-bahak.. "Kak Ryan sok puitis..!" jawab nya..
"Terserah kau saja" jawab nya meninggalkan Dhira..
Lisa terus saja memperhatikan mereka, "Sepertinya Ryan Alfara itu memiliki perasaan untuk Dhira? aku sudah mendapatkan vidio dan foto adegan Romantis itu, dengan ini aku akan menghancurkan kalian.." ucap nya sendiri..
"Mas..." panggil Dhira ketika melihat Leo datang menjemput nya, dia berlari menyusul Leo... "Jangan Lari.. kasihan bayi kita nanti dia terkejut!!" ucap nya Dhira tersenyum.. "Tidak akan mas..!!" jawab nya.. "Sudah siap? Ayo pulang..!!" ajak leo.. Dhira mengangguk..
Terlihat Lisa yg berdiri di atas balkon, dia melihat Dhira dan Leo dati sana, "Sebentar lagi, tawa itu akan berubah menjadi air mata" batin nya..
"Kau sudah berpamitan pada Ryan?" tanya Leo Dhira mengangguk.. "Sudah, dan pengganti aku pun sudah bisa semua tugas nya, jadi aku tidak perlu khawatirkan Kak Ryan" jawab nya..
"Kenapa harus khawatir? lagi pula yg bekerja di sana banyak, bukan hanya kau? karyawan di sana juga bisa di andal kan!!" ucap Leo. "tidak bukan itu maksud ku?" ucap Dhira..
"Ku rasa sikap mu berlebihan Ra!!" ucap Leo..
Dhira terdiam... dia tidak ingin menjawab nya, karena hanya akan menimbulkan pertengkaran.
"Kenapa kau diam? kenapa tidak menjawab ku?" tanya Leo..
"Mas kau akan membawa kesalahpahaman ini ke Rumah? kita akan bertengkar di depan Rey,? aku tidak menjawab karena kau pasti akan mengajak ku bertengkar , kau tidak lelah, kita setiap kali bertengkar hanya karena Kak Ryan!!" ucap Dhira meninggikan suara nya..
"Berhentilah cemburu mas, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan nya, aku menganggap nya kaka ku, tidak lebih!! aku lelah kau terus saja meributkan yg itu-itu terus..!!" ucap Dhira..
"aku sudah menuruti keinginan mu, aku sudah Resign. dan aku sudah menjauh dari kak Ryan, apa lagi yg mas ingin kan?" tanya Dhira..
"Jadi kau tidak iklas resign dari sana, kau tidak bisa jauh dari Ryan? lalu untuk apa kau keluar jika kau akan membahas nya seperti ini!!" jawab Leo.. Dhira memutar mata malas,.
"Mas berhenti.. aku lelah dengan ini , kau membahas yg itu terus, aku tidak akan seperti mu, aku orang yg setia," jawab Dhira...
"Aku mengerti apa yg ada di fikiran mu mas,! sudah aku tegaskan berkali-kali aku tidak ada hubungan apa pun dengan Kak Ryan" ucap nya dengan tegas.. "Jika kau tidak percaya, tanyakan saja pada nya!!" ucap Dhira..
"Kau selalu membahas yg berlalu, memang itu kesalahan ku.. !! jika kau memang ingin membalas ku, jangan Ryan yg kau dekati Ra . ,!! aku mengenal nya,!!" ucap leo.. "Maksud mu mas? kau menuduh ku seperti ku, ? Aku...?!" ucap Dhira
Dhira tidak memikirkan jika Leo akan mengatakan itu pada nya, "Kau berfikir seperti itu pada ku?" Dhira menggelengkan kepala nya tidak percaya...
Tiba-tiba saja dia merasakan Sakit di perut nya.. Dhira meringis kesakitan.. "Kau tega mas!! kau mengatakan itu pada ku.. jika kAu tidak percaya pada ku, untuk apa kau meminta kembali?" ucap Dhira...
"Ahh..." Dhira merintih... Leo melirik nya.. "Ra...!! Dhira kau kenapa?" Tanya nya panik.. "Perutku sakit sekali mas...!! Sakit mas ..!!!" rintih nya.. Tiba - tiba saja darah mengucur membasahi kaki Dhira..
"Mas...!! Darah..!! anak ku..!!" lirih nya, Dhira menangis..
Leo panik.. "Astaga Ra...!! kaki ku..., kita ke rumah sakit sekarang!!" ucap nya.. "Sa-kit... mas...!!" lirih Dhira menahan sakit di perut nya, Darah semakin banyak keluar..
Dhira tidak bisa menahan Sakit nya dia pingsan..
Leo Segera membawa Dhira ke rumah sakit.. Dia berlari menggendong Dhira, "Cepat panggilkan dokter Prita...!! tolong istriku!!!" teriak nya pada perawat yg ada di sana..
**Bersambung**