
"istirahat lah dulu di sini, jangan bayak bergerak, luka mu akan terbuka jahitan nya jika kau berlari separti tadi..!!" ucap Leo
Reyka hanya mengangguk.. "baiklah yah, .." jawab nya, "mawar, terus awasi dia.. jangan tinggalkan dia sendirian.." ucap leo, mawar mengangguk.."oke bang, jangan khawatir.." jawab nya
Leo meninggalkan mereka berdua, di sana, dia akan segera mengecek keadaan Dhira "pendarahan nya sudah berhenti tapi kenapa kau tidak mau bangun.... bukalah mata mu Ra..." batin nya menatap pada dhira, "anak mu juga terluka, akan lebih menyenangkan bila kau bangun dan mengomeli nya.."ucap Leo,
"aku di sini, aku selalu bersama mu aku tidak akan meninggalkan mu,.." ucap nya, dia menggegam tangan Dhira, menatap hampa penuh kerinduan pada nya, "sadarlah ra..!!" batin nya.
"pendarahan nya terhenti, dan terapi radiasi juga antibiotik sudah kami lakukan, tapi kenapa dia belum juga sadar San,,?" tanya Leo.. Sandy terdiam.. "semua nya butuh waktu, tubuh nya belum merespon antibiotik yg di suntikan pada nya, ini membutuhkan beberapa waktu..." jawab sandy, "bersabar lah, kita hanya bisa menunggu respon baik dari tubuh nya," jelas nya leo teridam.. "kau itu Dokter hebat, kau tau apa yg harus di lakukan, jangan khawatir, kau harus yakin dia akan sembuh dan sadar kembali, walau pun kecil kemungkinan nya, masih ada harapan.." ucap sandy menyemangati Leo..
"menginitis...? bunda ku..?" batin Ray, "penyakit yg tidak mudah di sembuhkan, kenapa semua terjadi pada kami, di saat keluarga ku akan bersatu kembali, cobaan terus saja menghadang, seolah kami tidak boleh bahagia..!!" batin nya,
Rey termenung sendiri..
"memikirkan apa? tante Dhira?" tanya mawar.. Rey hanya menatap nya, mawar menghampiri nya, "jangan sedih, aku yakin tante Dhira kuat, dia bisa melewati ini, dan segera sembuh.. tidak akan terjadi apa-apa pada nya, aku yakin, serahkan semua nya pada tuhan.." ucap mawar.. dia memeluk Reyka, "menangislah, bila ku ingin menangis.. tidak apa-apa untuk menjadi cengeng, saat ini, aku tahu dan mengerti perasaan mu..." ucap mawar..
Rey tidak bisa lagi menahan perasaan nya, semua nya terlalu berat untuk dia tanggung sendiri, sedari kecil rey di paksa untuk menerima semua keadaan dengan tegar, tapi kali ini dia tidak bisa lagi menahan nya, dia menangis di pelukan mawar..
Leo melihat kejadian itu, dia ikut merasakan kepedihan yg rey rasakan dan merasa bersalah karena tidak menjaga bunda nya, menjaga wanita yg di cintai nya.. "maafkan ayah Rey.. ayah terpaksa berbohong tentang keadaan bunda mu,..!!" batin nya.
"mulai sekarang, jangan tunjukan lagi kesedihan mu Rey, kau harus kuat, dan tegar di depan buna dan ayahh mu, cukup di depan ku saja kau menangis bersedih, berbagilah beban mu pada ku.." ucap mawar, menepuk bahu Reyka
Leo masuk kedalam.. "ini rumah sakit, bagaiana bila ada yg melihat kalian bermesran begitu..?" ucap leo yg kini duduk di samping reyka. Reyka melepaskan peluka nya.. dia menghapus air mata nya.
"bunda bagaimana yah..?" tanya nya, leo menghela nafas panjang dia juga tidak bisa terus menyembunyi kan keadaan Dhira selamaa nya,, "bunda masih dalam keadaan kritis, tubuh nya tidak merespon dengan terapi radiasi dan antibiotik yg di masukan pada tubuh nya, kau juga seorang dokter,, tentu kau tau apa arti nya itu.." ucap leo.. tertunduk..
"jadi selama ini ayah berbohong..? ayah bilang kemarin bunda sudah baik-baik saja, lalu apa sekarang..? ayah bicara kemungkinan terburuk...!! apa maksud ayah..? bunda tidak akan meninggal, aku akan menyelamat kan nya , aku yg akan membuat nya sembuh, jika aku harus mengorban kan nyawa ku untuk nya akan aku korban kan asal bunda sembuh, aku bersedia bila itu bisa di lakukan.. aku tidak ingin kehilangan bunda," ucap nya,
"HMM... bila ayah bisa lakukan itu, ayah akan lakuka Rey, bila bisa, ayah saja yg ada di sana, jangan bunda mu, ayah saja yg merasakan sakit nya, ayah saja rey, bila ayah perlu memberikan nyawa da mengganti posisi nya, ayah yg akan ada di sana, jangan bunda mu.."jawab nya..
"Rey, sudah hentikan.. ayah mu sudah tertekan dengan keadaan tante dhira jika kalian seperti ini, tidak akan membuat nya sembuh.. kalian berdua itu seorang dokter kan..? seharuss nya kalian bekerja sama untuk menyembuh kan tante dhira, bukan berdebat,.. ini tidak akan memperbaiki keadaan..!!!" ucap mawar..
Reyka terdiam.. dia mengerti maksud mawar, leo terlihat kesal. "abang.. istirahtlah.. abang terlihat sangat lelah, jangan memaksa kan diri mu, abang juga harus menjaga kesehatan abang, jangan sampai abang ikut sakit, jika abang sakit, siapa yg akan merawat tante Dhira..!!" ucap mawar..
Leo terdiam.. dia hendak berdiri meningggalkan Rey, namun tiba-tiba saja, kepala nya menjadi berat, pandangan nya kabur.. Leo terjatuh di depan Rey.."ayah..!!" teriak nya, Rey bangkit dan menahan leo..
"mawar bantu aku.." ucap nya, mwar memapah leo ke sofa bersama rey, "kau tidak apa-apa? bagaimana luka mu.?" tanya mawar.. reyka menggeleng, "aku baik-baik saja, tolong panggil kan perawat atau om sandy, ku rasa ayah kelelahan.." ucap Rey.. Mawar mengangguk.. dia bergegas mencari sandy,
"maafkan aku yah, aku tidak seharus nya seperti tadi, aku harus nya mengerti keadaan ayah, ayah menghawatirkan bunda lebih dari apa pun, aku bersalah, maafkn aku.." ucap nya sendiri, menatap sendu pada leo yg tidak sadarkan diri nya..
Sandy bergegas.. untuk melihat keadaan leo, tapi leo sudah di infus oleh reyka, di pindahkan ke bed milik reyka, sandy tersenyum.. "sekarang judul nya anak yg menolong ayah nya, bukan ayah yg menolong anak nya..!!" ucap sandy terkekeh..
"Rey jaga ayah mu, kurasa dia kelelahan, bunda mu biar om yg merawat nya, hari ini ada perkembangan baik, tubuh bunda mu sudah merespon antibiotik yg tadi aku berikan bila respon nya baik, kita bisa terapi radiasi, kita bisa membuat Dhira sembuh, jangan khawatir, aku dan dokter di sini akan berusaha menyelamatkan bunda mu.." ucap Sandy.
"benarkah om..? bunda tidak akan meninggal kan om..?" tnya reyka, Sandy tersenyum.."om tidak bisa mengatakan apa pun sebelum keadaan bunda mu benar-benar membaik, kita harus banyak mendoakan nya.." jawab sandy.
*** BERSAMBUN***