
Dika segera pergi mencari apartemen Mai.. dia sudah mendapatkan alamat nya dari Leo.. sebenarnya Leo tidak ingin ikut campur urusan kakak nya itu, tapi apa salahnya memberi tahu Dika tentang keberadaan Mainaka..
Satu jam mencari, Dika menemukan lokasi Mai, di bekali dengan nomor unit yg Leo tuliskan di alamat tersebut.. dengan percaya dirinya, Dika menuju lantai di mana unit apartemen Mai tinggal..
Beberapa kali Dika menekan bel yg ada di depan pintu nya, namun Mai tidak juga membuka pintu itu.. "Mungkin saja, mai tidak ada di rumah.." fikir Dika..
dia berhenti menekan bel itu, dan memilih menunggu Mainaka di sana..
Tiing.. pintu lift terbuka.. terlihat Mainaka keluar bersama Alfi, mereka baru saja selesai makan.. ketika keluar dari koridor, Mai melihat Dika terduduk di lantai menunggu nya.. "Dika...!! dari mana dia tau apartemen ku..!!" batin nya.. dia berhenti melangkah..
Alfi heran melihat Mai yg tiba-tiba saja diam.. tidak jadi masuk ke sana.. "Ada apa..?!" tanya Alfi.. Mai terkejut mendengar pertanyaan Alfy.. "Tidak ada..!! ayo masuk..!!" ucap mai.. dia memberanikan diri untuk menghadapi Dika..
Sesampai nya di hadapan Dika.. "Kau pulanglah.. terima kasih telah menemani ku makan..!!" ucap Mai pada alfy.. , Alfy mengerti maksud Mainaka.. dia mengangguk.. "Kalau begitu aku masuk dulu Mai.. Selamat malam.." ucap nya.. mai tersenyum dan mengangguk..
Alfy meninggalkan Mai bersama Dika di sana.. Mai membuka pintu nya.. "Masuklah..!!" ucap Mai pada Dika.. dia bingung harus bicara apa pada nya.. ini pertama kali nya mereka bertemu setelah pertemuan terakhir mereka dulu beberapa bulan lalu..
Dika mengikuti mai masuk kedalam.. "Duduklah.. aksn aku buatkan minum untuk mu..!!" ucap Mai dingin.. dia berusaha, untuk mengontrol dirinya sendiri.. agar tidak terlihat canggung di Depan Dika..
Mai meninggalkan nya kedapur, yg tidak terlalu jauh dari Dika duduk di sana, Dika pun masih bisa melihat Mai dari tempat nya sekarang.. setelah Mai selesai membuat kan Dika minuman.. dia baru bertanya untuk apa dia datang ke apartemen nya..
"Aku akan ke Belanda besok.. mungkin akan lama untuk kembali ke sini..!!" ucap Dika.. "Sebelum aku pergi aku ingin bertemu dengan mu, dan meminta maaf karena aku sudah sering menyakiti mu..!!" ucap Dika..
Mai tidak bergeming.. "Aku sudah memaafkan mu Dik.. tapi aku tidak bisa kembali pada mu..!!" jawab Mai tegas.. "Aku tau, aku kesini hanya ingin bertemu dengan mu untuk terakhir kali nya.." Jawab nya..
"Aku sudah tenang dan senang saat aku bisa melihat mu dan kau baik-baik Saja.. aku bisa pergi dengan tenang.." ucap Dika yg membuat Mai merasa aneh dengan ucapan nya..
"Kita bisa saja berteman kan Dik..?! kau bicara seolah-olah kita tidak akan bertemu lagi.. kau ingat perusahaan ku dan kau menjalin kerjasama.. pasti kita akan lebih sering bertemu.." ucap Mainaka..
Dika tersenyum.. "Aku hanya berfirasat.. jika malam ini malam terakhir aku melihat mu.. mai boleh aku memeluk mu..!!" ucap nya.. Mai semakin Aneh dengan ucapan Dika.. "Kau ingin memeluk ku..?!" tanya nya heran.. Dika mengangguk.. Mai terdiam.. lalu dia mengangguk. tanda, dia setuju untuk permintaan Dika..
Dika memeluk nya erat.. seakan-akan tidak ibgin melepaskan Mai.. setelah beberapa saat Dika baru melepaskan pelukan itu.. dan langsung pamit pulang..
"Mai, jangan pernah melupakan aku..!! aku pasti kembali..!" ucap nya sebelum meninggal kan Apartemen Mainaka... "Aku akan selalu mengingat mu Dika.." jawab Mai.. menatap kepergian Dika..
**Bersambung**