
Dhira menghubungi Ryan meminta izin nya karena hari ini dia tidak bisa masuk bekerja, Dhira ingin fokus dulu pada Rey.. yg masih sangat membutuhkan nya, "Iya kak, mungkin karena dia masih rindu padaku, jadi Rey tidak mau di tinggal.." ucap nya di ujung telepon..
"Iya sudah ga apa-apa Nad, besok kau harus bekerja" ucap Ryan.. "baiklah, terima kasih kak" jawab nya memutuskan telepon nya..
"Kau sudah izin pada bos mu?" tanya Leo.. Dhira mengangguk.. "Di mana Rey..?" tanya nya, "Dia tidur di kamar nya, dia nampak senang.." ujar leo.. Dhira terdiam..
"Mas kau tidak pernah makan apa? kulkas mu masih banyak makanan sisa!!" tanya Dhira,
Leo hanya menghampiri nya, "Tidak, aku tidak berselera makan.. jika kau mau makan saja" ucap nya . Dhira memutar mata malas, "ini sudah tidak bisa di makan!! semua nya basi... memang nya istri mu tidak pernah memasak untuk mu?" tanya nya..
"Aku tidak punya istri.. aku sudah menceraikan nya, aku terlalu fokus untuk menangkap perempuan gila itu, dan orang yg telah membunuh. anak ku!! aku tidak pernah berfikir untuk makan sesuap. nasi pun!!" ucap Leo tanpa Ragu...
Dia membuka laptop nya, mencari tahu keberadaan Andin dan fadly, "beberapa waktu lalu aku sudah hampir mendapatkan nya, tapi dia berhasil kabur!!" ucap Leo penuh amarah..
Dhira merasa iba, rasa bersalah Leo membuat nya menjadi seperti ini..
Dhira mendekati nya, memeluk nya dari belakang.. membuat Leo terkejut.. "Aku melakukan ini, bukan karena apa pun..
Leo berputar, dia kembali memeluk Dhira, "Maafkan aku, aku memang laki-laki bodoh, aku yg membawa nya masuk ke hidup ku dan membiarkan dia merusak segala nya, kenapa kau tidak membenci ku seumur hidup mu saja, kenapa kau harus memaafkan aku, kesalahan ku, tidak bisa di maafkan, kecerobohan ku membuat Ray meninggal, aku bahkan tidak pantas untuk hidup Ra.. kau wanita yg baik, aku yg bodoh.. di saat. semua orang telah membuang ku, kau yg malah merangkul dan memeluk ku.." ucap nya..
Dhira menangis, "semua manusia punya kesalahan mas, dan kehilangan Ray menyadarkan kau dari kesalahan mu, dan aku yg tidak memikirkan perasaan anak -anak ku.." jawab nya...
"Aku sudah memaafkan mu mas,,.!! tapi aku masih belum bisa membuka hati ku untuk mu!!" jawab nya..
Leo mengangguk.. "Aku mengerti, aku tidak berharap itu, aku hanya berharap Rey dan kau baik-baik saja, dan rey bisa kembali dan sembuh Dari trauma nya" jawab nya..
Dhira tersenyum menghapus air mata nya, dan juga Leo..
"Bunda .. ayah...!!!" ucap Rey tiba-tiba.. Dhira melihat nya dan memeluk nya,. "kau sudah mau bicara nak..? rey Hebat .!!" ucap nya, walau pun hanya itu yg rey ucapkan, tapi itu membuat Dhira dan Leo senang.. mereka memeluk Rey..
**bersambung**