
Mentari menyusup dibalik tirai jendela, yg menjadi saksi gairah dua insan yg menyatukan cinta mereka.. Dhira terbangun di pelukan Ryan.. dia masih tertidur di samping nya.. "Apa aku. salah semalam.. aku yg duluan memulainya" batin nya, mata nya menerawang,
Dhira bukan nya tidak mau melayani suaminya namun setiap kali mereka berhubungan, pasti akan muncul perasaan bersalah pada diri nya, yg dia sendiri pun tidak tau itu kenapa,,
Dhira selalu memendam Hasratnya,. dan Ryan selalu mengerti dengan keadaan nya..
Dia tidak pernah memaksa pada Dhira, Ryan menerima Dhira apa ada nya.. Dia beranjak untuk bangun .. namun tangan Ryan menahan nya.. "Nanti saja!! ini masih pagi.. tidur lah lagi..," ucap nya pada Dhira..
"aku harus menyiapkan sarapan, kau harus ke kantor!!* ucap nya, Ryan menggeleng "Aku sudah izin pada kak Rizal, aku akan libur hari ini.. aku pria beristri yg tidak bisa diganggu oleh siapa pun.." jawab Ryan terkekeh..
Dhira memukul wajah nya dengan bantal.. "hentikan!!" ucapnya, Dhira meninggal kan Ryan kesal.. Ryan hanya tertawa tertahan.. "Nadhira kau lucu, dari dulu hingga sekarang menggemaskan.." ucap nya sendiri..
Ryan melanjutkan lagi tidur nya, sementara Dhira mulai menyiapkan sarapan di dapur untuk mereka berdua..
"Kau menyebalkan mas, sangat menyebalkan" gerutu nya sendiri...
"Reyka kau sudah sarapan, mau sarapan bersama?" tanya Dhira saat menghubungi Rey.. "Tidak bun, Ayah sudah menyiapkan nya, nanti kapan-kapan aku sarapan bersama bunda dan Papi.." jawab Rey diujung telepon nya..
Dhira mengiyakan.. ",padahal aku rindu makan bersama nya" ucap nya Sendiri...
"Besok-besok makan lah di rumah bunda rey, dia merindukan putra nya" ucap Leo yg mengerti perasan Dhira ..
Reyka mengangguk.. "Baiklah Yah, besok aku akan ke rumah bunda" jawab nya .. Leo tersenyum..
Mawar berjalan seorang diri, dia baru saja pulang dari kuliah nya, "Rey tidak menjemput ku" batin nya dia dengan lelah berjalan menuju halte bus . di sebrang kampus nya..
mawar berkuliah dikampus yg berbeda dengan Reyka..
Terlihat dua orang yg berboncengan menggunakan sepeda motor mengawasi Mawar dari kejauhan... "itu orang nya!! sikaaat bos!!" ucap salah satu dari mereka..
Mawar tidak melihat ke arah mereka.. tiba-tiba ada yg berteriak pada nya ... "AWAS,..!!!" teriak nya.. mawar menoleh ke suara itu.. tapi dia tidak sempat menghindar.
BRUUK... motor itu menabrak mawar.. dia terguling-guling di jalan.. lalu pingsan.. "Sasaran bagus bos, gue yakin dia ga akan selamat" ucap nya.. motor itu pergi meninggalkan mawar.. yg terluka begitu saja..
Sementara orang yg tadi berteriak langsung berlari menghampiri mawar, menolong nya, dia hendak mengejar motor yg menceakai mawar, tapi dia tidak tega meninggalkan mawar..
"Tunggu dulu, bertahanlah aku akan membawa mu ke rumah sakit" ucap nya panik.. Dia menggendong mawar dan membawa nya ke mobil nya dengan segera membawa mawar ke rumah sakit terdekat...
"Di mana dia.. kenapa telepon nya tidak di angkat" ucap rey yg dari tadi mencoba menghubungi mawar, dia tidak tau jika mawar kecelakaan.. "Atau aku susul saja ke rumah nya? mungkin dia sudah pulang" batin nya..
Rey bergegas menyusul mawar ke rumah nya, karena dia sangat menghawatirkan mawar, tanpa tau kejadian yg sebenar nya yg terjadi pada nya...
**Bersambung**