NADHIRA

NADHIRA
Bab 172: Ada apa dengan wajahku.. (season 3)



Satu tahun berlalu kini Rey tumbuh dewasa,


"Selamat ulang tahun sayang!! kau sudah semakin dewasa dan tampan seperti ayah..!!" ucap Leo.. kini rey sudah menginjak bangku Sekolah menengah pertama..


"Bunda tidak akan datang kah yah? apa dia melupakan ulang tahun ku? seharus nya kita sekarang ke makam Rayna!!" ucap Rey.. "Mungkin sebentar lagi bunda datang sayang!! mana mungkin dia melupakan ulang tahun mu..!!" jawab Leo..


"Lalu.. kenapa kalian tidak kembali bersama? aku merindukan kita yg tinggal satu rumah, aku seperti bola yg di gilir terus kesana kemari!! kalian emang tidak mau tinggal bersama kembali? ayah dan bunda, sibuk dengan dunia kalian.. sehingga ulang tahun aku pun bunda lupa!!" ucap Rey..


Leo terdiam... "ayah akan coba bicarakan nanti dengan bunda Rey, maafkan kami jika kami belum menjadi orang tua yg baik untuk mu" jawab nya.. Leo selalu tidak bisa menjelaskan kenapa ssampai saat ini Dhira belum mau kembali pada nya, dia tau perasaan mereka masih saling mencintai dan komitmen mereka untuk membesarkan Rey bersama-sama, tetapi Dhira selalu diam bila leo meminta nya kembali, menjadi istri nya..


Rey semakin hari, semakin mempertanyakan hubungan antara Leo dan Dhira, dia ingin orang tua nya kembali bersama, menjadi keluarga yang utuh, tidak terpisahkan seperti sekarang,


Rey meninggalkan Rumah itu, dia pergi sendiri ke makam Rayna, "Ray aku datang.. sendirian... seperti biasa Bunda terlalu sibuk dengan pekerjaan nya, sehingga ayah yg menemani ku merayakan nya" ucap nya sedih..


"Bagaimana di sana? apakah kau kesepian.. aku di sini sangat kesepian!! kenapa kau dulu tidak mengajak ku ikut bersama mu, kau meninggalkan ku sendiri di sini" ucap nya lagi..


"ini hari ulang tahun kita, tapi aku sangat sedih.. aku tau aku sudah dewasa,, tapi aku juga menginginkan ayah dan bunda menemani kita!!! tidak apa-apa sesekali merengek seperti anak kecil.." ucap nya..


"Ra kau lupa hari ini hari apa? kau tidak melupakan anak mu kan?" ucap Leo.. Dhira memutar mata malas, "aku tahu maka dari itu aku telat, aku membelikan Rey hadiah dulu, tapi kemana dia!!" Dhira mencari Rey..


......................


Di. sebuah rumah sakit yg jauh dari kota jakarta..


"Pasien ini zudah satu tahun koma, seperti tidak ada kesempatan untuk hidup!!" ujar salah satu perawat itu..


"Hmm.. tapi wali nya tidak mengizin kan pihak rumah sakit mencabut alat-alat yg terpasang di tubuh nya, kudengar dia sangat kaya!!" ucap Suster lain nya..


"Tapi ada yg mengatakan dia ini penjahat..!! dia melarikan diri dan menghancurkan sebagian wajah nya" jawab nya..


"Ah sudah lah, ga usah ikut campur dia siapa!! tugas kita hanya merawat nya saja" jawab yg lain nya.


"Aku di mana? Ada apa dengan wajah ku..!!" batin pasien tadi yg tiba-tiba saja membuka mata nya, dia mendengar ucapan para perawat tadi.. Melihat sekeliling nya. "Rumah sakit?" batin nya, dia mencoba menggerak kan tubuh nya, tapi tidak bisa, "Ada apa dengan ku!! suara ku tidak mau keluar dan tubuh ku tidak bisa di gerakan... kenapa ini!!!" batin nya..


Tiba -tiba saja seseorang masuk ke dalam kamar nya, dan melihat pasien tadi sadar... "Non Andin bangun.. kau sadar? sebentar aku akan panggilkan Dokter.." ucap nya sambil berlari...


**Bersambung*,