NADHIRA

NADHIRA
bab 276: Dasar kau..



Leo berlari menghampiri mereka, "apa yg terjadi..? kenapa Reyka..!!!" tanya nya ikut panik.. Mawar menangis, "dia.. dia..!!" jawab nya terbata tidak melanjutkan kata-kata nya, Leo berlari mengikuti para perawat itu membawa reyka ke ruang IGD,


Di ikuti mawar d belakang nya, Leo terdiam menunggu Rey yg di tanganipara perawat dan dokter lain nya, "apa yg terjadi War..?" tanya leo.. dia duduk di dekat mawar.. kepala leo terasa sakit, belum juga dia menemukan cara untuk menyembuhkan dhira, kini Reyka malah terluka,


"Dia mencoba menolong ku, aku di ganggu oleh preman di dekat rumah ku, lalu rey datang, menolonngku, aku di suruh menunggu nya di mobil nya tapi saat dia keembali, dia sudah terluka seperti itu..!!" jawab nya..


Leo mennghela nafas panjang.. "ya tuhan, ada apa dengan keluarga ku,? kenapa hal buruk terus terjad pada orang yg ada di hidup ku.." batin nya, "maafkan aku bang, gara-gara aku rey terluka..!!" ucap mawar,Leo terdiam.. dia pergi meninggalkan mawar, dan membuat mawar semakin bersalah..


para perawat itu keluar, menghampiri awar dan leo, "bagaimana keadaan nya ,? tanya Leo..


"pasien butuh donor darah pak, tapi kami kehabisan darah di PMI, apa ada yg bisa mendonorkan nya di sini.?" jawab perawat itu,


"saya ayah nya, saya akan mendonorkavn darah ku untuk nya,,! " ucap Leo, "baik pak, ayo lewat sini..!!" jawab perawat itu, Mawar terdiam.. "bang Leo seperti nya marah pada ku,?" batin nya,


Leo mendonorkan darah nya untuk Reyka, "kau itu ada-ada saja rey, sekarang bagaimana ayah mengatakan keadaan mu pada bunda mu, dia pasti sedang menunggu pulang.." batin nya,


Leo sudah selesain mendonorkan darah nya, dia menghampiri mawar, "sudah jangan khawatir, rey tidak apa-apa.. sebentar lagi, dia di pindah ke ruang perawatan..!!" ucap nya, Mawar menoleh pada nya, "kau marah pada ku bang.?" tavnya Mawar,


Leo menatap nya, "tidak, aku hanya pavnik, aku tida k marah pada mu, rey juga tiidak akan membiarkan kau terluka, tapi lain kali jangan berkeliaran sendiri malam-malam.. kau membahayakan diri mu sendiri.. untung saja reyka di sana, jika tidak ada dia, kau yg akan ada di sini..!!" ucap leo.


Mawar terdiam.. "iya bang mafkan aku, aku tidak akan mengulangni nya lagi.." jawab nya,


tidak lama bkemudian para perawat membawa rey keluar dan memindahkan nya ke sebuah kamar.


Mawar menunggu Rey hingga dia tersadar, "Rey bangun lah, kau membuat ku khawatir, kenapa kau mengorbankan dirimu untuk ku.. maaf kan aku Rey.." ucap nya sendiri..


menggenggam tangan reyka.


"tidurlah dulu War, kau harus istirahat, Reyka biar abang yg menjaga nya, apa kau mau pulang..?" tanya Leo.. mawar menggeleng,"tidak bang, aku akan menunggu disini, sampai rey sadar," jawab nya,


"iya sudah, tidur lah sekarang, bang keluar dulu..!!" ucap nya, mawar mengangguk.. Leo terdiam di depan ruangan Reyka, dia masih memikirkan ucapan farhan siang tadi tenta ng kondisi Dhira..


"Keadan nya tidak baik-baik saja, kau tau menginitis bukan penyakit ringan, tingkat kesembuhan nya hanya sedikit, aku sudah memperingatkan kau dulu, jangan sampai, dia terluka lagi kepla terutama kepala bagian belakang, riwayat bu Dhira cidera parah di bagian kepala belakang, dan di sana ada bekas operasi yg dulu pngangkatan tumor di otak nya itu yg menyebab kan nya peradangan tulang penyangga otak nya,, aku tidak bisa memastikan soal kesembuhan nya, sebenar nya


aku sudah melarang nya pulang, dan meminta nya untuk di rawat intensif di sini, beberpa waktu lalu, tapi dia bersi keras untuk pulang.." jelas Farhan..


Leo mengambil nafas panjang.. "Ya Tuhan.. tolong jangan ambil wanita itu, aku mencintai nya, hidup nya sudah menderta Tuhan.. biarkan dia sedikit nya mrasakan bahagia.. izin kan aku juga untuk menjaga nya, tolong jaga dia, sembuhkan dia..!!" batin nya,


"aku inngin hidup bersama nya hingga tua nanti, aku ingin membahagiakan sisa hidup nya, beri aku kesempatan.." batinnya, Leo menunduk, dia menangis dalam diam..


...----------------...


ke'esokan hari nya ,


Rey tersadar dia melihat Mawar tertidur di samping nya, dia tersenyum.. "syukurlah kau baik-bai saja..!" batin nya, Leo yg baru saja datang melihat rey sudah sadar..Leo menatap nanar pada nya,


"kau itu, sok jagoan.. untuk apa melawan preman -preman itu sendirian..? bagaimana bila terjadi sesuatu pada mu yg lebih dari ini, kau bisa saja menghubungi ayah, tidak melawan nya sendri..?" ucap leo marah..


rey terdiam.. "maaf yah, aku tidak tau, jika mereka . senjata, di fikiran ku saat itu hanya bagaimana cara nya untuk menolong mawar..!!!" jawab nya.


Leo terdiam.. dasar kau, kau itu tidak berfikir dulu sebelum bertindak, sekarang bagaimana cara ayaah memberi tahu bunda mu, dia pasti langsung ke sini bila mendengar nya..!!!" ucap Leo..


"tidak usaah memberi tahu nya yah, ku tidak apa-apa.. beberapa hari lagi juga aku sembuh, mereka tidak terlalu dalam menuuk ku,,!" ucap nya, Leo memutar mata malas,


"ayah lupa, aku ini seorang dokter sekarang..!!" ucap nya,


"kau harus berhati-hati..jangan banyak bergerak dulu.." ucap Leo.. Rey mengangguk.. Mawar terbangun.."Rey, kau tidak apa-apa? bgaimana keadaan mu.?" tanya nya,


"aku tidak apa-apa tidak usah terlalu menghawatirkan aku..!!" jawab nya.


Mawar menangis melhat reyka, "aku takut kehilangan mu Rey.. hikss.. hikss.." tangis nya pecah, "sudah war, jangan menangis, aku ttidak apa-apa, berhenti menangis mawar.." ucap Reyka menenangkan..


Mawar memeluk Rey, dia menangis di sana, Rey mengelus punggung mawar.. untuk membuat nya lebih tenang..


" sudah war, lihat.. aku di sini.. aku tidak apa-apa.." bisik nya, mawar tetap memeluk erat Rey,


"Tapi war, mereka siapa? aku sayup-sayup mendengar, bila mereka di suruh oleh seseorang untuk menganggu mu membuat mu takut.."ucap Rey, mawar menggeleng,


"aku tidak tau, aku tidak mengenal mereka..!!" jawab nya.


Rey terlihat berfikir, "hati-hati war, kurasa ada yg ingin mencelakai mu..!! jangan lagi keluar sendirian di malam hari.." ucap Rey, mawar mengangguk..


"Rey, jangan menghilang lagi, aku merindukan mu, aku tidak ingin jauh dari mu.." ucap mawar.. Rey terdiam.. "Lalu Andre..? siapa dia, kau bisa berjanji, untuk menjauhi nya, dan jangan lagi mengabaikan aku..?" tanya Rey,


Mawar mengangguk.. "aku akan menjauhi nya, aku tidak ada hubungan apa pun dengan nya.."jawab nya.. Rey terdiam..


**BERSAMBUNG**