NADHIRA

NADHIRA
Bab 126: Perceraian (Season3)



"Bun lihat apa yang di perbuat ka Rey.. dia merusak gambar ku...!!" Rengek gadis kecil yg baru beranjak lima tahun usia nya..


Berlari mencari keberadaan ibu nya, yg sibuk memasak di dapur untuk sarapan mereka..


"Ya ampun .. Ray kalian selalu bertengkar.. bunda sudah capek lihat kalian terus bertengkar..!!" ucap Dhira


Leo yg baru saja turun dari kamar dan bergabung dengan mereka, segera menggendong Rayna.. "putri ayah.. kenapa nak..?! di mana Rey..?!" tanya Leo...


Rayna hanya menunjuk ke arah kamar yg di dalam nya terdapata Rey si putra kembar yg selalu usil dan sering membuat Rayna menangis karena ulah nya...


"Rey..!! Cukup lah jangan kau ganggu terus adik mu ini..!! kau selalu saja membuat nya menangis..!!" ucap Leo.. Dengan dingin Rey menatap dan tidak menjawab..


"Ah sudah lah .. ayo sarapan. bunda kalian sudah masak makanan kesukaan kalian.." ucap leo yg menggandeng ke dua tangan putra dan putri kembar nya..


Tiing. ponsel Leo berbunyi.. "Mas.. kau masih di rumah..? aku menunggu mu, datang lah..!!" isi dari pesan Wastup tersebut.. Leo hanya membaca nya, tidak memballas nya.. dia kembali memasukan ponsel nya ke dalam saku celana nya..


"Makan yg banyak ya anak-anak ku..!" ucap Dhira.. dengan lahap anak kembar itu memakan roti bakar kesukaan mereka, Dhira nampak terdiam.. Leo pun tidak banyak bicara..


Rey dan Ray di pergi ke sekolah bersama supir mereka juga pengasuh nya, hari ini. Dhira tidak bisa menemani anak-anak nya sekolah.. ada urusan yg dia harus selesai kan..


"Ra.. sampai kapan kau akan mendiamkan aku?!" ucap leo tiba-tiba.. Tapi Dhira tetap tidak bergeming.. dia tidak menjawab, menoleh pun tidak..


Dert.. dert.. ponsel Leo bergetar.. dia memeriksa siapa yg sudah menghubungi nya pagi itu.. "Angkat lah, !! dia lebih penting dari aku!!" ucap Dhira menahan Air mata nya...


Leo pergi menjauh.. dan mengangkat telepon itu.. dia bicara berbisik dan itu membuat perasaan Dhira semakin terluka.. tidak lama kemudian leo menghampiri Dhira...


"Hmm.. Ra,, aku harus pergi..!!" ucap leo terbata.. Dhira hanya menatap nya.. lalu mengangguk.. Leo pun sedikit berlari dan meninggalkan Dhira.. tanpa mendengar dan melihat lagi ke arah nya...


Dhira meletakan secarik kertas yg tertutupi amplop berwarna coklat.. Dengan sedih dia keluar dan meninggalkan rumah itu..


dia tidak membawa apa pun selain pakaian yg. ada


di dalam koper yg dia bawa..


"Aku yakin kau akan lebih bahagia dengan nya tanpa ada nya aku dan anak-anak" batin dhira sembari menghapus air mata nya..


......................


Leo membuka pintu rumah itu, "Kenapa sepi sekali? Rey...!! Ray...!! Ra...!! Dhiraa..!! aku pulang..!!" teriak nya, Leo mencari anak-anak nya namun tidak dia temukan..


Dia berlari memeriksa kamar Anak-anak dia tidak menemukan satu baju pun di sana,


dia berlari dengan panik nya dan memeriksa barang-barang Dhira, tidak satu pun ada yang tersisa..


Leo terdiam lemas dengan semua nya yg terjadi begitu cepat.. dia menyesali semua perbuatan nya.. dan membnting ponsel yg dia pegang, ketika berupaya untuk menghubungi Dhira, namun nomor yg dia tekan tidak dapat menghubungi nya..


Leo menemukan sebuah amplop yg di simpan di meja kerja nya.. dia membuka nya, dan tambah terkejut nya dia, ketika di dalam amplop itu terdapat surat perceraian putusan pengadilan yg memutuskan Leo dan Dhira sudah resmi bercerai..


Leo meremas surat itu, dan melempar nya ke sembarang tempat.. dia bersimpuh dan menangis menyesali yg terjadi dengan keluarga nya, sekarang dia kehilangan Nadhira dan juga anak-anaknya...


**Bersambung**