
Sore itu, Mai pergi berbelanja, Mai asik memilih barang yg akan di beli nya, tanpa sadar,, ada seseorang, yg mengikuti kemana langkah nya pergi.. "Baju ini pasti cocok, untuk Valen, dan juga Sherin.." batin nya, Ia sengaja tidak membawa anak-anak nya ikut berbelanja, pasti akan sangat merepotkan jika ke dua nya ikut bersama Mai..
Mai tiba di depan sebuah kasir, dia membayar seluruh barang belanjaan nya, dan kembali ke mobil nya, ketika Dia sedang sibuk merapikan barang belanjaan nya, tiba-tba saja, bahu ny di tepuk seseorang..
"Mai..!!" panggil nya.. Mainaka menoleh, dia melihat seorang laki-laki yg berpakaian hitam dan mengguna kan topi, Ia mendekati Mai, dan membuka topi nya, Agar Mai tidak ketakutan melihat nya..
"Di.. Dika..?" ucap nya dengan suara bergetar.. Mai memundur kan angkah nya menjauh.. Dika menatap nya,.. "Aku.. Aku ingin bicara pada mu..?" ucap nya, Mai tidak bergeming. "Aku ingin bertemu putri ku..!! aku ingin memeluk nya..!" ucap nya,..
Mai tersenyum sinis.. "Apa, aku tidak salah dengar..? memeluk nya..? anak yg sudah kau buang..!!" jawab Mai.. Diika menunduk. "Maaf kan aku Mai,..!! Aku hanya ingin memelluk nya,, sekali saja..!!! aku ingin utri ku, mengenali Ayah nya.." ucap nya,
Mai tertawa,.. "Kenapa baru sekarang..? dulu kau tidak mau mengakui dia anak mu,.. kau lkaukaan tes DNA untuk membuktikan nya.. kenapa sekarang kau berubah, tiba-tiba sajaa ingin melihat nya, mengakui ia anak mu..? kenapa..? kemana saja selama ini..?" ucap Mai..
"Tidak bisa, kau tidak bisa bertemu dengan nya,. Valen sudah terbiasa, tanpa ayah nya, dia tidak tau jika ayah nya,..!! bagi nya, Marcel lah ayah untuk nya, Dik,.. kau yg merusak, dan membuang nya, kau juga yg tidak mengakui nya,,.. aku ibu nya, tidak akan mengizin kan mu, bertemu Valen, walau pun hanya sekali, bahkan jika hari ini hari terakhir mu.. aku tidak akan mempertemukan kalian.." ucap Mai..
Tidak lama kemudian, Ma telah sampai di rumah, Ia melihat Valen yg tertidur di sofa.. "Nak, kebiasaan mu, jika sudah lelah bermain pasti tidur di sini..!! di mana Ayah mu.. kenapa tidak memindah kan mu ke kamar..?" ucap nya..
Mai menggedong valen ke kamar nya, terlihat Marcel yg sedang menghubungi seseorang di ujung telepon nya.. "saya tidak mau tahu, cari pengacara yg terbaik.. kau harus memastikan di persidangan nanti, aku harus menang dan Sherin, tetap bersama ku." ucap nya terlihat kesal.
Mai terkejut mendengar ucapan Marcel, "Apa maksud nya,.?" batin nya, Ia menghampiri Marcel, sesat setelah Marcel mengakhiri telepon nya.. "Ada apa Cel..? sidang apa..?" tanya Mai tidak mengerti..
"Clara,. mengajukan gugatan, untuk merebut hak asuh Sherin dari ku..!! Ia ingin merebut anak ku..!! aku yg merawat nya dari dia kecil, sekarang, tiba-tiba saja dia ingin mengambil nya.. setelah, apa yg dia lakukan..!!" jawab Marcel penuh emosi..
Mai terdiam.. "kenapa semua ini bersamaan.. mereka hadir di saat Mai baru memulai kehidupan baru nya" batin nya..
**bersambung**