NADHIRA

NADHIRA
bab 383: tidak mungkin Mai...!!!!



Ke'esokan pagi nya, keadaan Marcel jauh lebih baik dari pda semalam, saat dia baru saja sadar.. seyylang oksigen yg menutupi hidung dan mulut Marcel pun sudah di buka.. Marcel mulai bisa sedikit berbicara..


Marcel menatap Mai bingung.. "Mai.. di mana Sherina..? bagaimana keadaan nya..?" tanya Marcel pelan.. Mai meenghela nafas panjang, mau tidak mau dia harus memberitahu nya


"Sherina.... Sherina... dia tidak biysa di selamat kan.. Sherina meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit..!!" jawab Mai terbata.. Macel menutup matanya.. dia tau ini pasti yterjdiy, kecelakaan itu sangat hebat... Marcel mmenangis dalam diam..


"ini salah ku, aku tidak bisa menjaga nya, aku yg menyebab kan kecelakaan ini.. di mana Sherina sekarang..? aku ingin melihat nya.." ucap nya terbata menahan tangis.. "Cel.. kau tidak apa-apaa..? Aku.. Aku, sudah menguburkan Sherina.." jawab Mai menunduk sedih..


"aku tidak bisa menunggu kesadaran mu, aku menguburkan nya, karena Kasihan pada Sherina.. sudah dua hari aku menunggu mu sadar saat itu, dan dokter tidak tayyhu kapn kau akan sadar.. maafkan akyu, mengambil keputusan, dan tidak memberitahu mu dan menunggu mu hingga sadar.. yg aku fikirkan adalah Sherina.." ucap Mai sambil menangis..


Marcel mengerti posisi Mai,.. "terima kasih, sudah mengurus semua nyaa Mai.. di saat aku tidak ada.. terima kasih, telah menyayangi anak ku, hingga di akhir hidup nya.." ucap nya,


"Tapi cel.. ada yyg harus kau tahu,, jika kecelakaan itu, bukan murni kecelakaan... Pak Atmaja.. dia yg memotong, rem pada mobil mu, sehingga mobil mu, kehilangan kendali.. kini dia sudah di tahan" jelas Mai..


Marcel terkejut.. "Apa.. tidak mungkin Mai...!! pak Atmaja.. bukan kah dia di jepang..?" jawab Marcel terkejut.. "dia tidak ikut.. yg pergi hanya Clara.. dia mengatakan pada petugas, jika apa yg dia lakukan untuk membalas dendam atas kematian cucu nya Bryan.." jelas Mai..


Mai memeluk Marcel,.. "Sudah Cel,.. Sherin sudah bahagia di sana.. nanti jika kau sudah keluar dari rumah sakit, kita akan menjenguk Sherin.. untuk sekarang kau haruys sembuh dulu.. agar kau bisa mengunjungi Sherina.." ucap Mai..


Marcel kembali memeluk Mai, dia tidak mengerti mengapa Atmaja begitu membenci Sherina.. jika Bryan meninggal, itu memang sudah takdi nya, dan itu, bukan kesalahan gadis kecil itu..


dari Sherin masih di dalam kandungan Clara dia sudah di benci Kakek nya.. sekarang Kakek nya begitu tega membunuh cucu nya sendiri.. "Aku harus bertemu dengan nya.. jika saja keadaaan ku tidak begini, aku akan langsung mendatangi nya.." ucap nya


"Sabar Cell.. kau harus pulih dulu.. kita pasti akan menghukum Atmaja dengan setimpal.. Aku rasa Clara tidak tahu kejadian ini.." ucap Mai..


"Clara, sebenar nya wanita yg baik, kita harus memberitahu nya, setidak nya, dia harus tahu makam Sherina. dan meminta maaf pada nya.." ucap Marcel..


"Maafkan Ayah, nak.. ayah tidak mengantar mu tidak menemani mu... ayah akan langsung, menemui mu, begitu ayah pulih nanti.. ayah juga sangat menyayangi Sherin.." batin nya dia tidak bisa menyembunyikan kesedihan nya...


BERSAMBUNG