NADHIRA

NADHIRA
bab 145: Tidak mungkin (Season 3)



Leo terlihat menikmati waktu nya bersama Anak-anak nya , mereka baru saja kembali dari kantin.. ketika para suster dan dokter lain berlarian menolong seseorang yg terluka, "Ayah ada apa!!" tanya Rey.. Leo menggeleng..


Tiba-tiba seorang suster berlari menghampiri mereka, "Dok,. terjadi kecelakaan di depan rumah sakit,!! Dokter Leo harus. segera menangani nya!!" ucap nya panik.. Leo mengangguk dia terlihat belum mengetahui yg mengalami kecelakaan itu adalah Dhira..


"baiiklah, tolong antar anak-anak dulu, ke ruangan ku, saya segera kesana!!" jawab leo.. "Ray.. Rey.. tunggulah sebentar, ayah harus menangani pasien dahulu.." ucap nya, si kembar mengangguk.. mereka mengikuti suster itu menuju ke ruangan Leo..


Leo bergegas ke ruangan IGD terlihat beberapa dokter berupaya untuk menolong pasien itu.. "Di mana Dokter Leo.? dia tidak tau jika istri nya kecelakaan?!" ucap salah satu suster yg ada di sana,. ketika Leo melewati mereka dan tidak sengaja, mendengar pembicaraan nya..


"Maksud kalian istri ku? siapa maksud kalian?" tanya nya sambil menyiapkan diri nya,, "Dokter Leo tidak tau, yg kecelakaan di depan rumah sakit itu ibu Nadhira!!" jawab salah satu dari mereka..


"Nad... Nadhira!! tidak mungkin!!" ucap leo tidak percaya, dia berlari mencari keberadaan Dhira.. "Tidak mungkin Dhira, tadi dia tidak apa-apa.!! itu tidak mungkin..!!" ucap nya..


Leo membuka Ruang IGD dan benar-benar Melihat Dhira terluka di depan nya berlumuran Darah... "Le.. dia butuh banyak darah.. dia kehilangan banyak Leo...!!" ucap salah satu dokter yg sibuk menangani Dhira..


Leo tertegun melihat nya, dia tidak percaya yg terjadi di


hadapan nya, Wanita yg dia cintai berjuang untuk memperjuangkan hidup nya, "Le..!!" panggil Dokter lain menyadarkan nya..


Leo bergegas mencari kantung darah untuk Dhira, mencoba untuk menyelamatkan ibu dari anak-anak nya, fikiran nya tidak menentu, dia terluka "apa yang harus aku lakukan bila kehilangan mu Ra..."batin nya


namun tiba-tiba saja, detak jantung Dhira berhenti berdetak.. semua nya menjadi panik Leo berlari membawa darah ditangan nya,, dia terkejut "Nadhira...!!" ucap nya, kantung itu terjatuh begitu melihat Dhira dalam kondisi kritis..


"cepat bawa dia ke ruang operasi..!" teriak leo mengambil alih nadhira, sesaat di ruang operasi... "Kau yakin akan mengoprasi nya Le..?!" tanya farhan .. Leo terdiam dia berusaha untuk mengendalikan dirinya dan hati nya, "Aku bisa, dia istri ku, ibu dari anak ku!! aku akan berusaha menyelamatkan nya.. Han.. tolong telefon Sandy, anak-anak ku ada di sini, aku tidak ingin mereka tau kondisi bunda nya" ujar leo farhan mengangguk..


"Biar aku yg menangani nya!!". ujar nya..


Leo mulai mengoprasi Dhira dan berusaha untuk menyelamatkan nya..


Tasya berlari mencari si kembar, ketika Sandy memberitahu nya, tasya berusaha untuk menenangkan si kembar jika nanti nya mereka tau kondisi bunda mereka, sementara sandy, langsung membantu leo memasuki ruang operasi...


"Pergilah, temani anak-anak mu, Kau tidak akan bisa mengontrol emosi dan perasaan mu .." ucap Sandy pada leo.. "kau harus memberi tahu si kembar, dampingi mereka, dhira biar aku yg operasi..!!" ucap Sandy.. "keadaan mu tidak memungkinkan Le.." ucap nya lagi...


Leo menatap sandy, tanpa mengatakan apa pun, dia tau fikiran nya tidak bisa dia kontrol, dia menuruti perkataan sandy.. dengan lemas dia meninggalkan ruangan itu . "Maafkan aku Ra.. aku tidak bisa melindungi dan menjaga mu.." batin nya.


**bersambung**