NADHIRA

NADHIRA
bab 367 : dia tidak akan setuju.. [bag 1]



Clara meyusuri lorong umah sait, dia berhenti tepat di salah satu pintu kamar perawatan, yg bertuliskan 780 itu, Ia menarik nafas panjang.. bersiap membuka pintu nya.. Ceklek. ia memasuki ruangan itu..


Clara menatap hhampa pada seorangg anak laki-laki, yg terbaring lemah di atas ranjang, usia nyajauh di bawah Sherina.. Dia menangis tersedu-sedu, mmelihat anak itu terbaring.. "Apa yg harus ibu lakuka untuk membuat mu sembuh..!! ibu sudah berusaha untuk mendapat kan nya..!! tapi seperti nya itu tidak akan mudah.." batin nya, dia menyeka air mata nya,


tidak berselang lama, seorang, laki-laki tua memasuki kamar itu.. "Bagaimana..? kau mendapat kan nya..?" tanya anya, Clara menggeleng.. "belum.. itu tidak mmudah.. dan Macel, dia tidak akan setuju.." jawab nya..


Laki-laki tua itu terlihat marah.. "Clara... kau ibu nya, kau bberhk atas anak itu..!! terlebih, kita hanya membutuh kan tulang sumsum nya saja,..!! setelah itu, kau bisa mengembalikan nya pada Marcel..!! paling idak kkau hanya meembawa nya ke sini lalu dia akan di periksa, apakan cocok atau tidak untuk Bryan.." ucap nya..


Clara menatap nya tidakk percaya.. "Ayah..!! Sherin juga anak ku.. dia juga cucu mu.. kenapa kau begitu tidak suka pada nya..? dan memaksa kan kehendak mu..? kita bisa cari cara lain, tidak hharus menjadikan Sherina, pendonor untuk Adik nya Bryan.." jawab Clara..


"Aku melakukan ini untuk kesembuhann cucu ku.. aku ingin melihat Bryan tertawa dan bermain lagi seperti dulu.. aku tidak peduli, pada Sherina.. aku tidak pernah menganggap nya..!! lagi pula, itu sebagai balas bbudi nya, karena telah di lahir kan oleh mu...!! jika tidak, dia sudah suruh ayah gugur kan sejak masih di dalam kandungan mu..!! walau pun dia belum mengerti, dia harus balas budi nya pada kita,.. dengan cara menyelamat kan nyawa Bryan..." ucap nya


"Kau lup dengan ucapan doter itu..!! kesembuhan Bryan akan semakin besar, jika dia mendapat tulang sumsum dari Saudara sedarah nya... kau haus berusaha lagi Clara, untuk mendapatkan Sherina.. bagaimana pun cara nya...!! ayah tidak mau tahu., ku harus berhasil memenangkan sidang hak wali itu.." ucapnya..


Clare terdiam.. "tapi Dokter itu pun mengatakan, jika pendonor itu, usia nya kurang dari 17 tahun, maka dia bisa meninggal.. Ayah usia Sherina, baru 8 tahun... usia nya bahkan belum cukup.. harus kah aku, mengorban kan nya..? di mana hati nurani Ayah..? Ayah tega, mengorbbankan anak yg tidak bersalah itu, demi menyelamat kan Bryan..?" ucap Clara menangis..


pria itu mendengus kesal,.. "Ayah tidak peduli, jika Sherina meninggal.. saat hak waali nya sudah jatuh pada mu.. yg terpenting bagi Ayah, Bryan sembuh.. dari penyakit nya, kita butuh Sherin, untuk membuat Adik nya sembuh.. seorang kakak, harus rela berkorban apa pun, untuk adik nya, termasuk nyawa nya..!! kita hanya membutuh kan tulang sumsum nya, dan juga jantung nya.. Clara.. Ayah lebih rela kehilangan Sherin...!! dari pada Bryan.." jawab nya..


Clara terdiam.. dia tidak percaya dengan ucapan Ayah nya.. "Aku tidak mungkin bisa melakukan nya.. tidak mungkin..!! ibu macam apa aku ini, jika sampai hati memanfaat kan anak yg sudah lama aku buang..." batin nya..


**bersambung**