
Lisa sudah menata rapi meja makan untuk menyambut kedatangan Dhira, Dalam hati nya Lisa sangat merutuki kepuasan karena Dhira keguguran, sesuai rencana nya,
"Bu Dhira silahkan makan dulu.. aku sudah menyiapkan nya!!"ucap nya..
Dhira hanya tersenyum.. "Aku tidak nafsu makan!!" jawab nya, "Bun... bunda harus makan!! bunda harus kuat, aku yakin adik bayi kita, sudah bersama dengan Ray di sana bun... dia tidak ingin melihat bunda terus sedih..." ucap Rey..
"Ray pasti menjaga nya dengan baik bunda..!" ucap Rey..
Dhira menatap Rey memeluk nya, dan menangis di pelukan putra kesayangan nya.. "Bunda harus kuat, Rey di sini akan menjaga bunda" bisik nya..
Dengan di bujuk Rey akhir nya Dhira mau memakan makanan nya,. walaupun hanya sedikit.. setelah itu dia beristirahat di temani Rey..
Rizal menghampiri Leo,. "aku ingin bicara dengan mu!" ucap nya,. Leo mengangguk... Ryan sudah menunggunya di ruang keluarga, jauh dari kamar Dhira tidur. .
"Ada apa!!" ucap nya, Ryan dan Rizal saling menatap.. "Apa kita tidak usah menunggu Sandy?" tanya Ryan.. Rizal menggeleng, "kita saja yg beritahu dia sekarang.." jawab nya Ryan mengangguk..
"Ada apa sih? apa yg ingin kalian bicarakan..!!" tanya Leo penasaran.. tanpa mereka tau, Lisa menguping pembicaraan mereka.. dari balik jendela.. "Apa yg mereka bicarakan..!!" batin nya ..
"Andin masih hidup..!!" ucap Rizal,.. "An-Andin maksud mu? dia sudah mati tiga tahun lalu!!" jawab Leo.. "Aku yg menemukan nya, dia meningal bersama Fadly?!" tanya nya..
Rizal terdiam..
"Iya itu yg kita yakini.. tapi Sandy memeriksa nya, pada saat itu Andin masih hidup,!!" jelas Rizal, "Hanya saja keadaan dan kondisi nya sangat parah, wajah nya terkena reruntuhan dan mengalami luka bakar yg serius... tapi saat tim dokter datang, dan membawa nya, Dia menghilang... hanya jenasah Fadly yg ada di sana, Andin menghilang!!" jelas Rizal..
"Aku dan Sandy sudah mencari dan memeriksa seluruh rumah sakit di indonesia, bahkan sampai ke luar negri tapi kami belum menemukan nya, jika Andin masih hidup, dia pasti hidup menggunakan indentitas baru nya, jika tidak mungkin dia sudah tewas di suatu tempat!!" jelas Rizal..
"Tidak mungkin, Dhira sangat bahagia saat dia hamil..!!" jawab Ryan...
"Mata nya berbinar, jika aku melihat dia mengelus perut nya," ucap nya, Leo terdiam.. dia melihat wajah Ryan.. "Hei dia istri ku"ucap nya Ryan terkekeh.. "Sorry bro..!! Lu masih aja cemburu sama gue!!" ucap nya Leo membuang wajah nya...
"Mereka ternyata tau jika aku masih hidup.. tapi mereka tidak mungkin tau kalau gue ada di dekat mereka," batin Lisa, menjauh dari mereka, dia takut jika dia ketahuan menguping..
Ryan terlihat berfikir... "Obat penggugur kandungan..!!" batin nya, Ryan memikirkan satu orang yg dia curigai... "Nadhira seminggu terakhir saat dia bekerja di kantor, selalu minum teh yg di buatkan oleh Lisa!! tidak mungkin jika teh itu di campur obat itu? Atau mungkin Lisa!!" batin nya...
Ryan berdiri dan masuk kedalam mencari Lisa, Rizal hanya menatap pada nya, Leo sibuk dengan fikiran nya sendiri..
Ryan berdiri di belakang Lisa, menatap nya dari dekat..
Tiba-tiba dia memeluk Lisa..
"GUE TAHU LO SIAPA?" ucap nya berbisik.. Lisa berbalik menatap.. lalu tersenyum "Kau mengenali ku lebih dulu, daripada Leo....!! kau pasti mencintai Dhira.. sehingga memikir kan nya segitu dalam nya, dan tau gue siapa, daripada mereka!!!" bisik nya..
"Jangan dekati Dhira jika tidak mau kau yg celaka!!" bisik Ryan.." Lisa hanya tersenyum.. Lalu pergi meninggalkan Ryan...
"KAU ANDIN...!!". batin Ryan..
"Aku harus menjaga Dhira, ternyata selama ini Andin ada di dekat nya, dan aku tidak menyadari nya, sehingga Dhira harus kehilangan anaknya, batin nya Kau bodoh Ryan..
**Bersambung**