
Ke'esokan hari nya,.. Rey kembali bekerja.. "Rey jangan lupa obat mu.." ucap Leo Rey mengangguk.. Di berpamitan, dan langsung pergi bekerja.. Mawar menatap sedih pada Rey,. Ia sebenar nya menyuruh Rey untuk beristirahat, setelah melihat nya kesakitan kemarin..
"Ayah.. aku ingin bicara sesuatu..!!" ucap Mawar.. ia duduk di samping Leo.. "Ada apa..? kau kenapa..?" tanya Leo langsung melihat ke arah Mawar.. "sebenar nya, kemarin, terjadi sesuatu pada Reyka..!! aku melihat nya kesakitan..!! aku tidak ttau dia kenapa.. tapi setelah dia memium obat yg ada di tas nya, sakit nya kembali hilang.." ucap nya,..
Le menghela nafas,.. "Ayah tahu.. dia menderita penyakit aterosklerosis, ayah baru tahu semalam.. ayah juga khawatir pada nya, tapi kau tahu, suami mu itu keras kepala.. kau lihat, dia masih memaksa pergi, walau pun kau sudah melarang nya..!! tapi kau tenang saja,.. Ayah akan mengawasi nya.. untuk saat ini penyakit nya masih dini.. jika ia teratur meminum obat nya, penyakit nya bisa sembuh tanpa operasi.." jawab Leo..
"Jadi ayah sudah tahu..! syukur lah jika ayah sudah tahu, kemarin dia menyuruh ku, untuk tidak memberi tahu Ayah.. karena dia takut Ayah khawatir.." jawab Mawar.. Leo tersenyum.. "dia berniat menyembunyikan nya.." batin Leo..
"Mawar nanti siang, kau ikut Ayah, ke rumah sakit bawakan makanan untuk Rey, jangan sampai dia melewat kan makan siang.. dan pastikan, dia meminum obat nya.. aayah akan menjenguk Bang Dika.." ucap Leo..
Mawar mengangguk.. "Baiklah ayah.. kalau begitu, aku harus memasak makanan dulu untuk dia..!" ucap nya, Leo menganguk.. Ia kembali ke dalam kamar.. untuk bersiap-siap, ke kantor..
Leo menatap foto Dhira.. "Ra anak mu itu sakit..!! dan dia berniat untuk menyembunyikan nya dari ku dan istri nya..!! tolong jaga anak mu ya Ra.. aku percayakan pada mu..!!" ucap nya sendiri..
setengah jam kemudian.. Leo sudah bersiap ke kantor.. "Mawar, nanti ayah tunggu kau di rumah sakit saja ya,.. sekarang ayah harus pergi dulu.. ayah ada Meeting pagi ini.." ucap nya, Mawar mengangguk.. ia mengantar Leo ke depan dan mencium tangan ayah mertua nya itu..
##Rumah sakit..
Siang itu di rumah sakit, Leo sudah lebih dulu sampai di sana, ia segera menjenguk Dika.. "Jadi Abang, akan ikut atau tidak ke Amsterdam..?" tana Leo.. Dika terlhat berfikir.. keadaan nya juga sudah jauh lebih Baik..
"Iya, aku ikut, Aku ingin bertemu momy.. dan mungkin aku akan tinggal di sana, aku tidak akan kemba;i lagi ke sini.." jawab nya.. Leo terdiam.. "Lalu Valen..? kau harus bertemu dengan nya dulu, berpamitan lah dengan nya..!!" ucap Leo..
Dika menggeleng... "Tidak Le.. setelah kejadian kemarin, aku menyadari satu hal.. Mainaka tidak mungkin mempertemukan ku pada Valen,.. dia sangat membenci ku..!! aku memang pntas medapat kan nya, setidak nya, ku sudah memeluk anak ku, walau hanya sekali dalam hidup ku.." jawab nya..
Leo terdiaam.. "Baiklah bang, jika itu menjadi pilihan terbaik untuk mu.. aku akan memesan empat tiket pesawat untuk kita ke sana..!! Bang kelola lagi perusahaan Mahesa grop yg ada di sana.. aku akan mengurus di sini.." ucap Leo..
Dika terlihat berfikir... "aku akan memikir kan nya dulu Le.." jawab nya, Leo mengangguk..
**BERSAMBUNG**