
Dika memukul -mukul kemudi nya, emosi nya memncak saat Antonio mengumumkan CEO baru untuk Mahesa Group
"Kenapa Leo? kenapa harus Leo..? Leo tidak pernah mengurus perusahaan kenapa Papi malah memilih nya, aku yg selama ini berjuang untuk membesarkan nama itu, kenapa sekarang Leo yg dapat semua nya" teriak nya dengan geram..
"Papi tidak pernah menganggap kerja keras ku selama ini, dari dulu hingga sekarang, hanya Leo yg dapat perhatian lebih.. papi tidak sedikit pun memandang keberadaan ku..." ucap nya, "Aku juga anak mu pi,! kenapa kau tidak pernah melihat ke arah ku" ucap nya..
Dika pulang je rumah dengan emosi yg meluap-luap.. dia membanting pintu dengan sangat keras.. "Ada apa Mas kau membuatku terkejut!!" ucap Mai.. "KAU DAN KAKAK MU MEMANG PEMBAWA SIAL, AKU KEHILANGAN SEGALA NYA , DHIRA MERAMPASNYA, AKU MEMBENCI KALIAN SEMUA" teriak nya...
Mai tidak mengerti yg Dika katakan.. dia tidak pernah mau tau dan mengurusi hal.yg menyangkut perusahaan, dia juga berusaha untuk mencegah hal yg akan di lakukan suami nya pada Dhira, tapi Dika tetap masih ngotot untuk merebut yg bukan milik nya..
"Oh jadi mas Dika tidak berhasil mengambil milik Rey, baguslah Mas, itu memang bukan hak mas Dika, Itu milik REYKA, sekalipun kak Leo menghilang, itu tidak akan berubah, Reyka tetap pewaris yg Sah dia anak kandung kak Leo!!" ucap Mai tersenyum Lega..
"Kau senang aku kalah? kau senang. bila kakak mu itu memiliki segala nya? kau senang melihat suami mu sendiri hancur seperti ini? kau senang Mai!!" teriak nya..
Dika mendekati Mai..
"Kau tidak hancur, kau masih punya segalanya, harta itu. tidak sepadan dengan yg kau miliki, apa lagi yg ingin kau miliki mas , apa? ini pun tidak akan habis, untuk apa lagi, dan sampai kapan kau akan terus menganggu kakak ku? jangan lah lagi mengusik nya, tidak kah kau puas menghancurkan nya dulu!! harta mu itu tidak. akan kau bawa mati..!!" ucap mai penuh penekanan..
Dika membalikan badan nya Dia hendak menampar Mai..
Mata Mai membulat melihat tangan Dika yg sudah melayang hendak menampar nya.. "Kau berbeda, kau berubah... kau bukan Dika yg dulu aku kenal, tampar saja, tampar aku!!" ucap Mai sambil menangis..
Dika menurunkan tangan nya... "Pergi dari sini..! aku tidak ingin melihat mu lagi," ucap Dika.. Mai menatap mata nya..
"Kau ingin aku pergi? baiklah aku akan pergi bersama anak ku!!" ucap nya..
Mainaka pergi ke kamar nya, dia membereskan pakaian nya dan juga anak nya, "Baiklah dia menyuruhku pergi, aku sudah tidak tahan lagi ..!!" ucap mai sendiri.. Dia menggeret koper nya dan menggendong anak nya, pergi dari rumah itu..
Dika yg semakin emosi membanting kan pintu ruang kerja nya, "Pergi saja, aku tidak butuh istri yg tidak mendukung suami nya, aku tidak akan meminta mu untuk kembali lagi" ucap nya sendiri..
Mai berjalan menyusuri jalanan, "Kita akan ke Bandung nak, kita harus menjauh, agar ayah mu tidak usah mencari kita" ucap nya pada anak nya yg di gendong.. "ibu punya Apart yg ibu beli ketika ibu bekerja dulu! kita tidak usah khawatir, ibu bisa menghidupi mu" ucap nya lagi..
**Bersambung**