
Pagi itu Dika mencari Mai yg menghilang sejak semalam.. sudah berulang kali dia menghubungi Leo namun Leo tidak mengangkat nya.. terpaksa Dika harus menyusul Mai ke rumah Leo..
Hal yg paling pertama adalah Dhira.. mungkin Mai pergi ke sana .. fikir Dika.. tidak mungkin Mai pergi terlalu jauh.. batin nya.. Dika segera menyusul Mai ke sana.. berharap mai ada di sana..
"Mainaka tidak ada di sini bang..!! ada apalagi dengan nya.. perasaan baru saja dia kembali, sekarang sudah menghilang lagi.." ucap Leo.. ketika bertemu dengan Dika.. yg langsung bertanya di mana. Mainaka...
"Lagian.. kau seperti anak kecil saja, setiap Bertengkar pasti saja ada yg menghilang..!! untung saja, istriku ga seperti itu..!!" ucap Leo.. Dika memutar mata malas...
"Ada apa lagi dengan Mai kak.?!" tanya Dhira, yg datang dengan nampan berisi teh dan kopi.. untuk Leo dan Dika..
"Jadi kau benar-benar tidak tau di mana Mainaka..?!" tanya Dika.. Dhira menggeleng... "Aku tidak tau kak..!!" jawab Dhira.. "Abang itu, jangan bersikap seenak nya sama Mai.. jika Abang mencintai nya, tunjukan.. jangan tergoda dengan wanita lain lagi.. kau harus serius pada satu wanita...?!" ucap Leo..
"Iya kak Dika harus bisa memilih.. dia atau dia.. jangan mau dua-duanya.." ucap Dhira.. menimpali..
Dika menatap tajam pada Dhira.. seolah-olah mereka tau yg terjadi Antara Mai dan dia..
"Kalian menyembunyikan Mainaka dari ku..?!" ucap Dika menyelidik.. "Cari saja kedalam.. jika tidak percaya padaku .." jawab Leo.. ketus.. "Sayang aku harus ke rumah sakit..!! aku sudah telat.." ucap Leo..
Dhira mengangguk.. "Hati-hati sayang..!!" jawab Dhira..
Leo pun berangkat..
Dika memutar mata malas.. "Harus nya aku yg bertanya pada mu.. kenapa kau masih ada di sini..?!" ucap Dika.. Fariza terdiam.. "Aku sengaja menunggu mu pulang... saat kau pergi tadi, si pembantu itu datang kemari..!!" ucap Fariza..
"Apa maksud mu..?! Mainaka ke sini..!!" tanya Dika bingung.. Fariza mengangguk.. "Dia mengambil pakaian nya, lalu pergi lagi.." Ucap fariza..
"Kenapa, kau tidak menahan nya.. dan membiarkan dia pergi..!!" ucap Dika..
"Biar kan saja, kau kini ada aku, aku fikir kau tidak lagi membutuhkan dia..!!" jawab Fariza asal.. emosi Dika memuncak.. "Aku lebih membutuhkan dia dari pada kau Far..!!" ucap Dika..
"Sekarang kau pergi dari sini..!! aku tidak ingin melihat mu lagi di sini..!!" ucap Dika.. Fariza terdiam.. "kau membuang ku, aku fikir semalam kita bersenang-senang.. ternyata kau masih tidak bisa menerima ku..!!" ucap Fariza..
"Aku tau, kau masih mencintai ku.. aku bisa melihat dari mata mu.. kau tulus pada ku.. tidak bisakah kau memberiku kesempatan sekali lagi..!! tinggal kan gadis itu Dika.. aku masih menunggu mu.. aku tidak akan pernah pergi.. ku mohon maafkan aku.." lirih Fariza..
Dia memegang tangan Dika.. "pilih lah.. Dia atau aku.. Aku akan menghargai pilihan mu Dika.." ucap Fariza.. Dika tidak bergeming.. dia bingung dengan perasaannya sendiri..
"Pergi lah.. biarkan aku sendiri..!!" ucap Dika.. dia tidak bisa memilih antara fariza dan Mainaka.. di balik pintu apartemen nya Mainaka melihat itu semua.. "Gue udah tau.. loe lebih mencintai nya.." batin nya.. tanpa dika sadari Mainaka mendengar pembicaraan nya dengan Fariza..
**bersambung**